<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714</id><updated>2011-10-05T04:40:06.305+08:00</updated><category term='Usuluddin'/><category term='Tokoh hari ini...'/><category term='Ceritanya'/><category term='borak-borak'/><category term='Renungan'/><title type='text'>Sarang khaXanah mindA</title><subtitle type='html'>"Bekerjalah kamu sekuatnya seolah-olah hidup kamu masih lama, Beramallah kamu untuk akhirat seolah-olah esok kamu sudah tiada..." secoret kata-kata yang boleh diambil sebagai penguat dan penyuntik semangat untuk minda kita semasa melewati kehidupan di bumi ini. menjadikan kita sebagai kita aku sebagai aku, dan hambaNya yang mengakui keadilan Tuhannya.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>38</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-3291039985569641813</id><published>2011-01-24T09:54:00.002+08:00</published><updated>2011-01-24T09:58:40.414+08:00</updated><title type='text'>Pemindahan Kiblat dan Reaksi Orang-Orang Bodoh</title><content type='html'>* Sekitar pemindahan Ka'bah (Al-Baqarah : 142-152)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt berfirman, “Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata, ‘Apakah yang memalingkan mereka (ummat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?’ Katakanlah, ‘Kepunyaan Allah-lah Timur dan Barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus’.” (Al-Baqarah [2]:142) &lt;br /&gt;Huruf sin pada firman Allah SWT sayaqûlu untuk masa akan datang, dan mengandung dua makna:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: penguatan kejadiannya. &lt;br /&gt;Kedua: kedekatan kejadiannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(as-sufahâ`u) jamak dari kata safîh (bodoh), iaitu orang yang perbuatan dan perkataannya berbeza dengan orang waras, begitu pula pada akidahnya; sesuai dengan firman Allah, “Dan ada yang benci kepada agama Ibrahim, kecuali orang yang memperbodoh dirinya sendiri.” (Al-Baqarah [2]: 130)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;[mâ wallahum ‘an qiblatihumul-latî kânû ‘alaihâ] yakni segala sesuatu yang memalingkan mereka, dan kiblat yang dahulu mereka tuju adalah Baitul Maqdis. Ketika Nabi SAW datang ke Madinah, beliau solat menghadap Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan, kemudian Allah SWT memerintahkannya untuk memalingkan kiblat ke arah Masjidil Haram atau Ka’bah. Allah SWT membalas sanggahan orang-orang bodoh tersebut dengan firman-Nya [qul lillâhi al-masyriqu wa al-maghrib], yakni Dia-lah Pemilik Timur dan Barat. Dia dapat mengatur kekuasaan-Nya itu sesuai dengan hikmah yang tersimpan di balik kehendak-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[yahdi man yasyâ`u ilâ shirâthim mustaqîm] di antara orang yang mendapat petunjuk jalan-Nya yang lurus adalah umat ini, yaitu dengan menuntun mereka kepada kiblat yang sesungguhnya (Ka’bah). Oleh karena itu, Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Sungguh Ka’bah itu dahulu merupakan kiblat para nabi, dan penyimpangan kiblat menuju Baitul Maqdis adalah perlakuan para pengikut nabi tersebut.” &lt;br /&gt;Dengan ini, maka jalan lurus tanpa penyimpangan yang dimaksudkan di sini adalah solat dengan menghadap ke Ka’bah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum dan Hikmah Ayat: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1- Ilmu Allah SWT meliputi sesuatu yang akan terjadi, sesuai dengan firman-Nya [sayaqûlus sufahâ`u]. Telah diketahui bahwa Allah Maha mengetahui atas segala sesuatu dan ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, yang besar maupun kecil. Ilmu-Nya azali, tidak didahului dengan kebodohan; abadi, tidak disertai dengan kelupaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2- Hanya orang bodoh-lah yang menentang syariat Allah. Hal itu karena orang bodoh tidak mengetahui hikmah, atau mengetahuinya tapi mengikuti jalan selainnya. Orang yang tidak mengetahui sesuatu tentu tidak akan mengikutinya, oleh karena itu mereka pasti akan menentang apa yang Allah SWT lakukan, bahkan menentang perintah Allah SWT untuk menghadap ke Ka’bah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3- Sebelum diperintahkan menghadap ke Ka’bah, dahulu Nabi SAW menghadap ke Baitul Maqdis. Dikatakan, karena ia ingin mengikuti Ahli Kitab sebelum tiba perintah pembedaan. Hal ini jelas terlihat ketika pertama kali beliau tiba di Madinah. Beliau senang mengikuti syariat yang mereka lakukan, tapi setelah tiba perintah pembedaan beliau membedakan syariat dengan mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4- Kekuasaan Allah SWT meliputi segala sesuatu. [qul lillâhi al-masyriqu wa al-maghrib], yakni hanya Dia-lah Raja atau Pemilik segala sesuatu. Dia berhak mengatur segala sesuatu sesuai dengan hikmah yang terkandung di balik kehendak-Nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5- Petunjuk itu di tangan Allah. Dia-lah Penuntun siapa pun ke jalan yang lurus. Petunjuk itu hanyalah didapat dari Allah, dan ini tentunya bertentangan dengan sifat sombong atau bangga dengan pekerjaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seseorang bertanya, “Apakah petunjuk Allah SWT kepada manusia itu hanya sesuai dengan kehendak-Nya semata, ataukah didasari dengan hikmah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya adalah: petunjuk Allah SWT itu disertai dengan hikmah. Segala sesuatu yang Allah putuskan itu pasti disertai dengan hikmah, baik keputusan itu merupakan hukum syariat ataukah hukum alam. Dalilnya adalah firman Allah, “Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?” (At-Tîn [95]: 8), dan firman-Nya, “Barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Al-Insân [76]: 29-30). Allah SWT menjelaskan bahwa kehendak-Nya itu sesuai dengan ilmu dan hikmah-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk Allah SWT itu ada dua macam: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk dilalah: petunjuk ini umum untuk semua orang; kafir dan mukmin; jahat dan baik. &lt;br /&gt;Petunjuk taufiq: petunjuk ini khusus untuk orang yang Allah SWT kehendaki kepada kebenaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman, “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami.” (Asy-Syûrâ [42]: 52), ini adalah petunjuk taufiq. Allah SWT berfirman, “Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (Asy-Syûrâ [42]: 52), ini adalah petunjuk umum atau petunjuk pengarahan. &lt;br /&gt;Contoh yang pertama, yaitu yang umum untuk semua orang, adalah firman Allah, “Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.” (Al-Insân [76]: 3), yakni manusia. Firman Allah, “Dan adapun kaum Tsamud maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu,” (Fushshilat [41]: 17), yakni Kami telah menunjuki mereka kepada jalan yang lurus, tapi mereka lebih memilih kesesatan daripada petunjuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6- Bahwa jalan Allah itu lurus, tidak ada kebengkokan di dalamnya. Ketika Allah SWT menyifati bahwa jalan-Nya lurus, itu menandakan bahwa jalan tersebut luas dan tidak terkhususkan untuk seseorang, melainkan setiap orang dapat masuk ke dalamnya. Ini juga menandakan bahawa jalan tersebut tidak terdapat kebengkokan di dalamnya, tapi justru terus bersambung hingga mencapai akhirat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Dinukil dari buku Ahkam min al-Qur`an al-Karim, karya Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-3291039985569641813?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/3291039985569641813/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=3291039985569641813' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/3291039985569641813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/3291039985569641813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2011/01/pemindahan-kiblat-dan-reaksi-orang.html' title='Pemindahan Kiblat dan Reaksi Orang-Orang Bodoh'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-955865319081749304</id><published>2010-12-30T14:08:00.000+08:00</published><updated>2010-12-30T14:09:59.311+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>TERTAWA DI DUNIA MENANGIS DI AKHIRAT</title><content type='html'>Dalam satu hadith, Nabi saw bersabda 'Banyak tertawa dan tergelak-gelak itu &lt;br /&gt;mematikan hati'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tertawa menjadikan hati semakin malap dan tidak berseri. Lampu hati &lt;br /&gt;tidak bersinar dan akhirnya terus tidak menyala. Hati tidak berfungsi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad melarang ummatnya dari gelak-ketawa yang melampuai batas. &lt;br /&gt;Menurut hadith, banyak ketawa menghilangkan akal dan ilmu. Barangsiapa &lt;br /&gt;ketawa tergelak-gelak, akan hilang satu pintu daripada pintu ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa dilarang ketawa berdekah-dekah? Dalam keadaan suka yang keterlaluan, &lt;br /&gt;hati kita lalai dan lupa suasana akhirat dan alam barzakh yang bakal kita &lt;br /&gt;tempuhi kelak. Sedangkan dahsyatnya alam tersebut tidak dapat dinukilkan &lt;br /&gt;dalam sebarang bentuk media. Kita sedang menuju ke satu destinasi yang belum &lt;br /&gt;tentu menjanjikan kebahagiaan abadi. Sepatutnya kita berfikir bagaimana &lt;br /&gt;kedudukan kita di sana nanti, sama ada berbahagia atau menderita. Berbahagia &lt;br /&gt;di dunia bersifat sementara tetapi di akhirat berpanjangan tanpa had. &lt;br /&gt;Penderitaan di dunia hanya seketika tetapi di akhirat azab yang berterusan &lt;br /&gt;dan berkekalan. Merenung dan memikirkan keadaan ini cukup untuk kita &lt;br /&gt;menghisab diri serta menyedarkan diri kita tentang bahaya yang akan &lt;br /&gt;ditempuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tertawa-tawa di masjid menggelapkan suasana kubur". Demikian ditegaskan &lt;br /&gt;oleh Nabi saw. Kita sedia maklum, kubur ialah rumah yang bakal kita duduki &lt;br /&gt;dalam tempoh yang panjang. Kita keseorangan dan kesunyian tanpa teman dan &lt;br /&gt;keluarga. Kubur adalah satu pintu ke syurga atau neraka. Betapa dalam &lt;br /&gt;kegelapan di sana, kita digelapkan lagi dengan sikap kita yang suka &lt;br /&gt;terbahak-bahak di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketawa yang melampaui batas menjadikan kita kurang berilmu. Apabila kurang &lt;br /&gt;ilmu, akal turun menjadi kurang. Kepekaan terhadap akhirat juga menurun. &lt;br /&gt;Nabi saw pernah bersabda: "Barangsiapa tertawa-tawa nescaya melaknat akan &lt;br /&gt;dia oleh Allah (Al-Jabbar). Mereka yang banyak tertawa di dunia nescaya &lt;br /&gt;banyak menangis di akhirat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saidina Ali sentiasa mengeluh '....jauhnya perjalanan ... sedikitnya bekalan &lt;br /&gt;....' Walaupun hebat zuhud dan ibadat beliau, namun merasakan masih kurang &lt;br /&gt;lagi amalannya. Betapa kita yang kerdil dan malas beribadat ini sanggup &lt;br /&gt;bergembira 24 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadith lain, Nabi saw bersabda "Barangsiapa banyak tertawa-tawa, &lt;br /&gt;nescaya meringankan oleh api neraka." Maksudnya mudah dimasukkan ke dalam &lt;br /&gt;neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak pula dilarang menunjukkan perasaan suka terhadap sesuatu. Cuma &lt;br /&gt;yang dilarang ialah berterusan gembira dengan ketawa yang berlebihan. &lt;br /&gt;Sebaik-baik cara bergembira ialah seperti yang dicontohkan oleh Nabi saw. &lt;br /&gt;Baginda tidak terbahak-bahak tetapi hanya tersenyum menampakkan gigi tanpa &lt;br /&gt;bersuara kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat pernah berkata "Ketawa segala nabi ialah tersenyum, tetapi &lt;br /&gt;ketawa syaitan itu tergelak-gelak."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-955865319081749304?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/955865319081749304/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=955865319081749304' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/955865319081749304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/955865319081749304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2010/12/tertawa-di-dunia-menangis-di-akhirat.html' title='TERTAWA DI DUNIA MENANGIS DI AKHIRAT'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-1863263020367944890</id><published>2010-06-30T10:58:00.004+08:00</published><updated>2010-06-30T15:59:48.067+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='borak-borak'/><title type='text'>Sejuta Harapan</title><content type='html'>Long journey... omputih kata... sudah lama tidak di sentuh blog ni... terlalu sebuk atau terlalu malas... kedua-duanya ada... pelbagai kisah yang terjadi sepanjang awal tahun 2010 ni hingga tgh tahun... dari kisah world cupnye, kisah kenduri kawinnye, kisah kembara mahkota johornye, macam macam lagi.. yang suka dan yang duka.. kedua2 pasti akan kita lalui baru seimbang hidup kita... jika kita tak lalui kisah duka pasti kisah suka kita tak gembira... takkan ada org gembira dan berhati senang selalu di dunia ni.. takkan ada org yg sedih, akan sedih selamanya.. semua ini da diungkapkan oleh ramai org2 seni kita... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah sedih yang telah dilalui pada bulan 6 ni bukan satu sahaja tapi dua.. semuanya adalah sebagai iktibar dan peringatan.. peringatan kepada kita bagaimana hendak kita manfaatkan hidup kita. ramai yang masih terleka, ramai yang masih 'tidur' dibuai nikmat dunia... 1:4 antara melayu:bukan melayu telah mendaftarkan diri untuk memilih kerajaan malaysia yang mereka cintai.. inilah buktinya masih ada ramai lagi org melayu yang masih tidur dibuai dengan nikmat dunia... tak fikir lansung masa depan dan depaaannn lagi..(akhirat), ketika zaman nabi pun sudah diingatkan bahawa antara zaman aku dengan hari akhirat jauhnya seperti ini.(sambil membuka ibu jari dan jari telunjuk. banyak tanda2 kiamat sudah dijelmakan... kalam2 tuhan itu benar... dunia adalah tempat sementara... tiada apa yang kekal didunia... tiada yang yang boleh dibawa mati melainkan dalam sabda nabi hanya tiga perkara.... ilmu yang manfaat, anak soleh/solehah, harta yang disedekahkan. lalu apa yang dikejarkan oleh manusia di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ibarat hidup di dunia seperti sedang menyiapkan 'rumah' mana pintunya, mana tingkapnya, mana dapurnya, mana tempat rehatnya... jika kita seperti main2 saja, bagaimana kita boleh mendapat rumah yang cantik di hari akhirat kelak. ada rumah yang ada aircond, ada rumah ayng ada taman, ada kebun, ada astro? dan macam2 lagi tapi mengikut apa yang dituai dibumi.. nak rumah besar ada caranya, nk rumah luar, nak rumah sejuk, rumah yang ada banyak hidangan, yang ada banyak pelayan semua mempunya caranya.. cuma kita yang perlu mencarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramai org kata( org melayu la) 'ala, tuhan tahu apa yang kita buat' dilihat sebagai org yang tidak mahu berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah... apa maksud kenal, apa maksud tahu... lebih baik dikenali dari tahu sahaja oleh Allah... kalau dikenali pasti dicintai, kalau sedakar tahu.. apek kat sepi jalan pun Allah tahu... contohnya la, seorang anak yang telah pergi belajar di tengah ibu kota berjanji mahu balik satu hari sebelum hari raya, tapi menjelang petang kelibatnya tidak kelihatan. ibu yang menanti kian resah gelisah... mundar mandik dari dapur ke beranda. hingga tidak sedar air mata jatuh berlinangan.. kerana ia mengenali siapa anaknya ini, bagaimana keadaannya, kenapa lambat... berbanding dengan jirannya, tahu juga dia akan balik hari ini, tapi tidak merasa apa2.."ala, si mat tu...kejap lagi balik la...'' itu sahaja yang terpacul dari mulutnya... begitula hendak dijelaskan antara kenal dan tahu... kita pun begitu.. tanggungjawab kita harus kenal Allah. matlamat kita ingin mencapai mardhatillah,keredhaan Allah... seperti kenalnya kita kepada harimau apabila dimaklumkan bahawa ada harimau terlepas di dalam kawasan kita, adakah kita sanggup keluar melihat harimau itu?...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang harus dilakukan oleh kita didunia ini... kita hanya musafir lalu, kita ada tempat yang ingin dituju. itulah harapan kita, itulah cita2 kita. iaitu mendapat redha dan syurganya.. disitu lah pit stop yang sebetul2nya untuk kita. harapan apa yang kita pinta ini?... jika kita tidak melakukan apa yang diperintahkan. tidak malukah kita ingin meminta2 dari org yang memberikan kita segala2nya tanpa ada bayaran sedikitpun... lalu bagaimana kita memanfaatkan nikmat yang diberi ini... celakalah org yang hari ini lebih buruk amalannya dari hari semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mari sama-sama kita bermuhasabah diri kita, untuk mendapat redhaNya... ketahuilah sesungguhnya Allah tidak pernah mengambil manfaat apa-apa dari apa yang kita lakukan, tidak pula akan terkesan jika kita tidak menyembahNya... malah kita yang akan rugi kerana mensia-siakan impian dan harapan kita untuk menikmati nikmat yang kekal abadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-1863263020367944890?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/1863263020367944890/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=1863263020367944890' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/1863263020367944890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/1863263020367944890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2010/06/sejuta-harapan.html' title='Sejuta Harapan'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-4908919591913065610</id><published>2009-11-09T07:59:00.003+08:00</published><updated>2009-11-09T08:10:31.950+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritanya'/><title type='text'>Syuran laka ya Allah</title><content type='html'>Da lama rasanya tak menjengok blog2 saudara seislamku, apa kabarnya sekarang esok atau lusa...tugas harian setelah kembali dari mesir terlalu pick hingga tak sempat nk berblog, tempat tugasku yang tidak mempunyai access untk\uk social networking ni membuatkan makin susah la aku nak update blog dan berkongsi ilmu dengan rakan2, dari pulang dari mesir, menjadi guru sandaran sehingga sekarang telah bertukar kepada penjawat awam kerajaan, (nak kata kerajaan tu tak sangat la ... yang sebetulnya di bawah sultan johor). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/Svddw16cK7I/AAAAAAAAAQ8/QtugUun9Mas/s1600-h/jana+asnaf.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 294px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/Svddw16cK7I/AAAAAAAAAQ8/QtugUun9Mas/s320/jana+asnaf.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401889371741498290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;kerja untuk golongan yang tidak berkemampuan seharusnya didahulukan kerana amanah yang dipikul ini berhasrat agar mereka terus keluar dari kepompong kemiskinan, amin semoga kehadiranku untuk menjana mereka menajdi insan berguna akan terlaksana amin....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-4908919591913065610?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/4908919591913065610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=4908919591913065610' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/4908919591913065610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/4908919591913065610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2009/11/syuran-laka-ya-allah.html' title='Syuran laka ya Allah'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/Svddw16cK7I/AAAAAAAAAQ8/QtugUun9Mas/s72-c/jana+asnaf.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-8513180188061013340</id><published>2009-07-13T10:13:00.000+08:00</published><updated>2009-07-13T10:14:14.560+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritanya'/><title type='text'>10 Penemuan Yang Paling Populer Sepanjang Masa</title><content type='html'>&lt;div class="post-header-line"&gt;&lt;style&gt;.fullpost{display:inline;}&lt;/style&gt; &lt;div align="justify"&gt;Sirajuddin Abbas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. "Telepon"&lt;br /&gt;Telepon adalah alat yang mengkonversi suara dan suara menjadi sinyal arus listrik untuk transmisi melalui kawat ke lokasi yang berbeda, di mana telepon penerima menangkap arus listrik tersebut dan diconvert utk bisa didengar oleh penerima telpon. Pada 1875, Alexander Graham Bell membangun telepon pertama yang berhasil mengkirimkan suara manusia lewat elektrik.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Komputer&lt;br /&gt;Ada beberapa tonggak penting dalam sejarah komputer, dimulai dengan 1936, ketika Konrad Zuse membangun komputer pertama yg bebas bisa diprogram sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Televisi&lt;br /&gt;Pada tahun 1884, Paul Nipkow mengirim gambar melalui kabel dengan menggunakan teknologi rotating disk logam dengan resolusi 18 baris. Televisi kemudian berkembang dengan dua cara, mekanis berdasarkan Nipkow yg mengunakan disk berputas, dan elektronik berdasarkan sinar katoda tabung. Amerika Charles Jenkins dan orang Skotlandia John Baird mengikuti model mekanik sedangkan Philo Farnsworth, bekerja secara independen di San Francisco, dan Rusia Vladimir emigran Zworkin, Westinghouse untuk bekerja dan kemudian RCA, melanjutkan yang model elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mobil&lt;br /&gt;Di 1769, kendaraan pertama yg maju bergerak sendiri di jalan ditemukan oleh montir Perancis, Nicolas Joseph Cugnot, yang menggunakan tenaga uap mesin. Dalam 1885, Karl Benz merancang dan membangun pertama otomotif yg praktis dan menggunakan sebuah mesin internal-combustion . di 1885, Gottlieb Daimler mengambil sebuah mesin pembakaran internal langkah selanjutnya dan mematenkan yang diakui sebagai prototipe dari mesin yang modern bensin dan kemudian membangun kendaraan bermotor roda empat pertama didunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. The Cotton Gin&lt;br /&gt;Eli Whitney paten yang cottong gin pada 14 Maret 1794. The cotton gin is a machine that separates seeds, hulls and other unwanted materials from cotton after it has been picked. Cotton gin adalah alata yang merupakan mesin untuk memisahkan biji-bijian, dan lainnya yang tidak diinginkan hulls untuk menghasilkan bahan katun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kamera&lt;br /&gt;Di 1814, Yusuf Nicphore Nipce menciptakan foto pertama gambar dengan kamera obscura, namun gambar diperlukan delapan jam terang eksposur dan lama kelamaan photonya menghilang. Louis-Jacques- Mand� Daguerre adalah dianggap sebagai penemu pertama yang praktis dalam proses fotografi 1837.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mesin uap&lt;br /&gt;Thomas Savery militer Inggris adalah seorang insinyur dan penemu yang mematenkan mesin uap crude pertama pada 1698. Thomas Newcomen invented the atmospheric mesin uap di 1712. James Watt Newcomen meningkatkan desain dan invented apa yang dianggap modern mesin uap pertama di 1765.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mesin Jahit&lt;br /&gt;Yang pertama menemukan mesin jahit fungsional adalah penjahit Perancis, Barthlemy Thimonnier, pada 1830. Dalam 1834, Walter Hunt Amerika yg membangun pertama (agak) berhasil mesin jahit. Elias Howe yang mematenkan mesin jahit pertama lockstitch di 1846. Isaac Singer yang invented gerakan atas dan bawah mekanisme. Di 1857, James Gibbs mematenkan rantai-stitch- thread tunggal mesin jahit pertama. Helen Augusta Blanchard memateni mesin jahit pertama zig-zag jahitan di 1873.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Lampu Pijar&lt;br /&gt;Bertentangan dengan kepercayaan, Thomas Alva Edison tidak "invent" lampu bohlam, tetapi ia memperbaiki gagasan 50 tahun terdahulu. Dalam 1809, Humphry Davy, seorang ahli kimia Inggris, invented pertama lampu listrik. Dalam 1878, Sir Joseph Wilson Swan, seorang ahli fisika Inggris, adalah orang pertama yang menemukan yang praktis dan kekal lagi-eclectic lightbulb (13,5 jam) dengan kawat pijar serat karbon. Dalam 1879, Thomas Alva Edison invented karbon sebuah kawat halus yang dibakar untuk empat puluh hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Penisilin&lt;br /&gt;Penisilin yang ditemukan oleh Alexander Fleming pada 1928. Andrew Moyer paten metode pertama dari industri produksi penisilin di 1948. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-8513180188061013340?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/8513180188061013340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=8513180188061013340' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/8513180188061013340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/8513180188061013340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2009/07/10-penemuan-yang-paling-populer.html' title='10 Penemuan Yang Paling Populer Sepanjang Masa'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-4677164700296894840</id><published>2009-07-12T18:20:00.001+08:00</published><updated>2009-07-12T18:23:19.347+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Berapa tahap keyakinan diri kite?</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAbounur%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:2104328161; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1010032822 67698705 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-text:"%1\)"; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;It was late at night. But my family, we had a&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1 ½ hr discussion ( boleh jugak dikatakan kelas motivasi/ ilmiah) handled by my beloved father. Semua ahli dalam rumah hatta anak aku yg setahun tu pon join sekali..(hehe)..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;‘Kelas’ yang bertemakan “Self-confidence” ini walaupon bermula jam 10 mlm, yang mane mate pon dah start rabun2 ayam, otak da mula nk melayang2, TAPI BERBALOI!!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(Thanks to ayah!!)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hmm, bila bercakap tentang keyakinan diri, berapa ramai diantara kite yang sudah dapat mengenal pasti tahap keyakinan diri masing2..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di sini ade 3 situasi yang mungkin dapat membantu kite dalam mengenal pasti ‘Self confidence’ dalam diri&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Untuk membuat sesuatu perkara, kite berani mengambil risiko, tak kisah ape org sekeliling kate..dan bersedia dgn perkara2 positive dan negative&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Untuk membuat sesuatu perkara, kite tak berani mengambil risiko, kite tak mahu orang mengata, kalau boleh kite hanya ingin buat ape yang akan menyenangkan orang sekeliling sahaja&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Untuk membuat sesuatu perkara, kite berani mengambil risiko, dan pada masa yang sama sangat mengharapkan keajaiban akan berlaku dan 100% yakin akan berjaya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mungkin kite boleh saja buat andaian yang kite tergolong da;lam golongan yang mana satu.tetapi tak semestinya andaian kite itu tepat. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Cuba&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; buat ‘small talk’ ngan org2 terdekat kite.Buat bincang. Pikir2 blk pengalaman yang telah kite tempuhi.Kadang2 bl kite kate kite dlm gol 1, rp2nya kite ni kat no 2…begitulah sebaliknya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Stop for a while&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Take a break&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tak perlu gopoh nk habiskan pembacaan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kenali diri sendiri dahulu…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ok?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sekrang selepas kite da tahu kite kat tahap mane, let me share with u…Situasi pertama menunjukkan yang kite ni orangnya ade tahap keyakinan diri yang baik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Situasi kedua pula adelah sifat orang yang takde keyakinan diri…die asek nk ‘play safe’ je. Situasi ketiga pula menunjukkan org yang ter ‘over’ confident, ini pon tak bagus..blh makan diri sendiri…Hmm…Yok muhasabah diri yok!! The choice is in our hand…Buat pilihan yang bijak!!&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-4677164700296894840?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/4677164700296894840/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=4677164700296894840' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/4677164700296894840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/4677164700296894840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2009/07/berapa-tahap-keyakinan-diri-kite.html' title='Berapa tahap keyakinan diri kite?'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-1048533566315479882</id><published>2009-06-18T00:43:00.003+08:00</published><updated>2009-06-18T00:54:12.221+08:00</updated><title type='text'>HATIKU MILIK-MU</title><content type='html'>Kini ku kenang kembali kisah ini, sudah 4 tahun aku tidak mendengarnya, ia menjadi pengajaran buat ku untuk kesekian kalina, semoga cerpen ini dapat memberi kekuatan rohani untuk kita remaja-remaja islam dalam mengenal cinta sejati, insyaAllah. Ma rabbun siwa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_sLyUUvAVtFc/RmzVH95Np1I/AAAAAAAAAIE/I3adXWsbx9Q/s1600-h/TAUTANHati.jpg"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5074665212990039890" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_sLyUUvAVtFc/RmzVH95Np1I/AAAAAAAAAIE/I3adXWsbx9Q/s320/TAUTANHati.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;a href="http://bp2.blogger.com/_sLyUUvAVtFc/RmzVH95Np1I/AAAAAAAAAIE/I3adXWsbx9Q/s1600-h/TAUTANHati.jpg"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;cerpen : Hatiku Milikmu by Fatimah Syarha&lt;br /&gt;&lt;div id="item_body" class="bodytext" author="ainnha" is_pmrepliable="1" author_possessive="ainnha's"&gt;&lt;div class="post-body"&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Semakin kuusir semakin ia hadir,&lt;br /&gt;Semakin kulupakan, semakin ia membelenggu fikiran,&lt;br /&gt;Kusedar kini,&lt;br /&gt;HATIKU MILIKMU&lt;br /&gt;Biarpun jauh kularikan diri,&lt;br /&gt;Namun ia tetap melingkar di tangkai naluri..&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Bosan! Serabut! Boleh blahlah kau Asiah Yusro! aku tak nak seksa perasaan aku lagi) hati Umar merintih pedih. Penantian itu satu penyiksaan. Bertahun-tahun lamanya dia menanti handsetnya berirama dengan satu mesej kepastian daripada gadis itu. Bertahun-tahun itu jugalah jiwanya sentiasa resah. Entah bila penantiannya akan berakhir dengan satu jawapan.Entah bila!&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-post"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-post"&gt;"Umar, kau nak beli sim card baru, kan?" soal Fathil tatkala melihat teman sebiliknya itu asyik membelek-belek handset..&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Umar mengangguk ringkas.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Beli yang aku punya je lah," tawar Fathil.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Separuh harga?" acah Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Beres. Kau nak sekarang ke?"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Tak nak" Umar acuh tak acuh.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Cis, buang karen je!" bentak Fathil.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Bukan tak nak beli tapi tak nak kau main-mainkan aku. Kau nak jual&lt;br /&gt;betul-betul ke ni?" Umar meragui.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Muka hensem aku ni ada gayapenipu ke?" Fathil berwajah serius.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Aku pelik sebenarnya. Bukan ke baru sebulan kau beli sim card tu?&lt;br /&gt;Tiba-tiba nak jual, mesti ada apa-apa,"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Tak sampai pun sebulan" Fathil membetulkan fakta.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Habis tu, nak beli yang lain pulak?"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Mmm..dah beli pun. Aku sebenarnya nak lari dari mak we aku. Malas nak ada&lt;br /&gt;apa-apa kenangan. Aku tak nak dia tahu nombor baru aku,"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Tiap-tiap malam gayut, tiap hujung minggu asyik dating pun, boleh clash&lt;br /&gt;jugak?"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Biasalah, lelaki mudah bosan. Seplayboy-playboy aku pun, aku nak cari&lt;br /&gt;perempuan baik tau. Dia ni tak kena selera gadis idaman aku lah. Aku malas&lt;br /&gt;nak cerita kat kau. Kau tahu apa Umar..tak pernah bermak we,"Fathil&lt;br /&gt;meluahkan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Dia sebenarnya cemburu apabila teman wanitanya asyik mendesak dia&lt;br /&gt;menceritakan tentang seorang lelaki. Teman wanitanya terlihat lelaki itu&lt;br /&gt;membonceng motornya pada suatu petang dan asyik memuji ketampanannya.&lt;br /&gt;(Siapa yang tidak cemburu...dan, kau tahu Umar...kaulah lelaki itu)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Aku bukan jenis mainkan perempuan macam kau"Umar menyindir.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Eleh...nak kutuk aku lah tu. Kau tahu tak Umar, aku clash pun sebab aku&lt;br /&gt;tak nak mainkan dia lagi. Aku dah syok kat awek lain lah"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Ish, awek malangmana lah pulak yang kanjadi mangsa kau kali ni,.. Dasar&lt;br /&gt;playboy!" sinis mengenakan Fathil sambil tersenyum.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Dengki lah tu! Kau mengaku je lah Umar, kau tu tak berani macam aku nak&lt;br /&gt;cari mak we. Sampai sekarang tak der mak we. Dayus! Penakut!" Fathil pula&lt;br /&gt;mengenakan Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Penakut?! Sikit pun aku tak takut lah...aku malas je!"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Eleh, cakap bolehlah. Kau kena tunjukkan pada aku, Aku cabar kau tackle&lt;br /&gt;Maziah,"Fathil tersenyum sinis. Dia yakin Umar akan tewas dengan&lt;br /&gt;cabarannya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Maziah mana pulak ni?"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Classmate aku. Sombong betul dia..buat aku tercabar je. Nanti ada peluang&lt;br /&gt;aku tunjuk kat kau. Tapi ingat, aku memang dah syok giler kat dia. Aku&lt;br /&gt;suruh kau tackle je, pas tu bagi jalan kat aku,"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Kau kanmahir bab-bab tackle perempuan ni. Kau je lah tackle dia,"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Kanbetul kau penakut. Malu aku nak ngaku kawan. Kau tahu tak, Maziah ni&lt;br /&gt;bukan perempuan spesis biasa-biasa, dia lain sikit lah. Sebab tu kalau kau&lt;br /&gt;boleh tackle dia, memang aku tabik kat kau,"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Hey, aku berani lah! Tapi, buang masa aku je tackle perempuan.."Umar&lt;br /&gt;menolak cabaran.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Kau ulang lah kata kau berani 1000 kali. Aku tak kanpercaya selagi kau tak&lt;br /&gt;tunjukkan pada aku. Nah, ambil sim card ni. Kalau berani, aku cabar kau&lt;br /&gt;tackle Maziah dengan cara apa sekalipun" wajah Fathil hambar. Dia keluar&lt;br /&gt;meninggalkan Umar sendirian. Dia ingin menghabiskan malamnya di cyber cafe,&lt;br /&gt;manalah tahu kalau boleh sangkut dengan mana-mana awek dalam laman&lt;br /&gt;chit-chat.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Buang masa layan Umar. Jenis budak baik, budak baik juga lah!) bisik&lt;br /&gt;Fathil.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Umar tercabar. Dia mendengus. Simcard baru diisi ke dalam handset. Sejurus&lt;br /&gt;selepas itu, irama handset berbunyi.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Hello! Fathil"suara lunak seorang gadis menerjah masuk ke gegendang&lt;br /&gt;telinga Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Err, hello. Fathil tak der," Umar gugup berhadapan suara itu.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Ah, alasan je tu! Fika tak percaya. Fika nak cakap dengan Fathil,&lt;br /&gt;cepatlah.. "suara itu mendesak.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Betul..dia keluar. Sumpah!" Umar meyakinkan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Dah dekat 1000 kali Fika call, kenapa dia tak angkat?"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Sebenarnya, Fathil dah pakai nombor baru. Ni dah jadi nombor saya,"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Fika dah agaK!dia memang nak larikan diri dari Fika. Tak tahu apa salah&lt;br /&gt;Fika.. semua jantan memang macam tu, suka permainkan perempuan," suara itu&lt;br /&gt;bertukar sebak. Tersentuh hati Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Tapi, tak semua.." Umar membela kaumnya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Fika tak pernah jumpa pun...semua lelaki yang Fika kenali tak boleh&lt;br /&gt;harap,"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Err, suatu hari nanti jumpa lah.."&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Huh, entah bila.."&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Berdoalah pada Allah,"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Berdoa?"gadis itu ketawa terbahak-bahak mendengar saranan Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Aku buat lawak ke?) bisik Umar, keliru.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Okeylah. Nanti saya duduk kat sejadah dan berdoa 24 jam. Untung-untung,&lt;br /&gt;putera kayangan pun rasa nak turun melamar saya. Okey, bye!"gadis itu&lt;br /&gt;melawak sambil ketawa lagi.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Hati Umar bergetar. Inilah kali pertama dia bercakap dengan perempuan&lt;br /&gt;melalui telefon. Itupun secara tidak sengaja. Suasana di Sekolah Taman&lt;br /&gt;Islamnya dulu tidak pernah memberi peluang dan ruang untuknya mengenali&lt;br /&gt;seorang perempuan dengan lebih dekat. Jauh sekali untuk berhubung begini.&lt;br /&gt;Kali pertama dia cubamendekati perempuan sewaktu awal masuk ke universiti.&lt;br /&gt;Itupun tak dilayan. Masakan tidak, perempuan itu ialah Asiah Yusro,&lt;br /&gt;perempuan yang terkenal dengan waro' di sekolahnya dulu.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Suara merdu gadis yang baru dikenali sebagai Fika itu terus&lt;br /&gt;terngiang-ngiang di pendengaran.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Merdu sungguh suaranya., tentu wajahnya pun menawan. Lagipun, Fathil syok&lt;br /&gt;kat perempuan-perempuan cantik je. Tapi, kenapa boleh clash pulak?)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Astargfirullah! Fitnah besar pada hati aku ni...)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Umar menepis bisikan-bisikan liar yang singgah di hatinya. Tiba-tiba irama&lt;br /&gt;handsetnya berbunyi lagi.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Hello, Fika ni!"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Gurlp!Umar menelan liur.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Hello!"balas Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Mmm. Fika lupa nak kenalkan diri tadi. Saudara jugak tak kenalkan diri&lt;br /&gt;pun," Umar terlopong. Suara merdu itu benar-benar menggetarkan hatinya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Nama penuh Fika, Nur Syafika bt Amir. Pelajar Kejururawatan. Saudara?"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Err..Umar Al-Mujahid bin Muhammad Suyuti,"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Wow, machonya nama. Orangnya pun mesti macho.."&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Ish, tak der lah. Biasa je..."&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Mmm, merendah diri pulak. Awak mesti best. Kalau Fika panggil abang Umar,&lt;br /&gt;boleh?"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Abang?!" Gurlp!!!&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Aa..ah..tanda respect Fika, bukanya ada apa-apa. Boleh kanabang Umar?!"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Err.. " kelu lidah Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Okeylah bang Umar. Fika chow dulu. Nanti Fika call lagi. Kalau rindu&lt;br /&gt;Fika, sms lah..miss you my hero! Ummmwah.."&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Gurlp! Sudah ke berapa kali Umar menelan liur. Fikirannya jauh menerawang.&lt;br /&gt;Dia cubamembayangkan wajah Fika. Hatinya dibuai bisikan-bisikan asyik&lt;br /&gt;tentang seungkap nama Nur Syafika. Suara halus selunak buluh perindu itu&lt;br /&gt;terus bermain-main di ingatan. Umar cubamenepis tapi kali ini dia tak&lt;br /&gt;berdaya lagi. Suara itu terlalu merdu dan menggoda. Umar mengukir senyum&lt;br /&gt;sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Umar, kau nak tengok persembahan teater, tak?" Fathil mengajak. Kepalanya&lt;br /&gt;ligat mengatur strategi untuk mempengaruhi Umar. Dia mesti bijak menjerat&lt;br /&gt;Umar agar dia boleh bebas daripada buruan Fika. Baru petang tadi dia diburu&lt;br /&gt;lagi oleh Fika dengan pelbagai pujuk rayu. Akhirnya dia menjanjikan sesuatu&lt;br /&gt;untuk Fika kerana dia tahu dia tak boleh bebas daripada gadis yang licik&lt;br /&gt;itu selagi Umar tak dijadikan penggantinya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Tak minat!"balas Umar. Ringkas.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Cis, budak skema! Tak sporting lah kau ni. Jom lah Umar, aku bukannya&lt;br /&gt;ajak kau club in, tengok teater dalam universiti je. Lagipun, bukan ada&lt;br /&gt;apa-apa malam ni..bosanlah!"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Aku tak nak!!" tegas Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Okey, kalau kau tak nak ikut, aku nak ubah plan pergi disco. Kau sanggup&lt;br /&gt;tengok kawan kau nak pergi tempat maksiat, Umar?"  Fathil tahu kelemahan&lt;br /&gt;Umar, seterusnya cubamenjerat.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Tapi..Hizbi, Banna, Hanif, Faizi dan Syamil nak datang malam ni."&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Oh, kawan-kawan kau yang selalu datang tu. Baik aku chow cepat-cepat. Aku&lt;br /&gt;segan lah ngan diorang tu. Geng-geng malaikat tu, aku pulak geng setan.&lt;br /&gt;Ntah macam mana aku sebilik ngan kau sebab kau pun geng diorang jugak,&lt;br /&gt;kan?!"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Diorang tu satu sekolah ngan aku dulu. Tapi Hanif ngan Faizi bukan!&lt;br /&gt;Mereka kawan baik aku,"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Patutlah kau pun ala-ala malaikat skit. Tak sebulu ngan aku.."&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Hey Fathil, jangan kata cam tu! Aku pun gila-gila macam kau jugak tau.&lt;br /&gt;Ingat aku suka sangat diorang datang? Aku pun dah bosan dengan diorang.&lt;br /&gt;Asyik nak ajak aku pergi program agama je, ingat ni zaman sekolah dulu lagi&lt;br /&gt;agaknya,"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Kau biar betul, Umar. Cakap bolehlah.." Fathil ragu-ragu.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Okey, aku ikut kau pergi tengok teater!"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Hah, macam tu lah kawan aku! Jangan pandai cakap je tapi kena tunjukkan.&lt;br /&gt;Macam ni lah yang aku nak."&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Fathil menghidupkan enjin motorsikal krissnya. Umar membonceng di belakang.&lt;br /&gt;Kepalanya asyik memikirkan pertemuan yang bakal diatur antara Umar dan&lt;br /&gt;Fika.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Eh..eh.. Maziah lah!"Fathil tak menyangka terserempak dengan Maziah.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Yang mana?"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Tu, tu, baju putih."&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Umar berpaling ke belakang. Matanya liar meneliti gadis berbaju putih yang&lt;br /&gt;sedang menunggu di perhentian bas bersama beberapa orang kawannya. Kelajuan&lt;br /&gt;motorsikal yang dipandu oleh Fathil menyebabkan pandangannya mampu menatap&lt;br /&gt;wajah Maziah sekilas cuma.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Nampak tak?" suara Fathil agak meninggi melawan frekuensi angin.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Sikit-sikit je..kau bawa motor laju sangat," balas Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Okey, aku pusing lagi sekali. Cambetul-betul tau." Fathil bertindak&lt;br /&gt;seperti apa yang dikata. Sebaik sahaja melepasi perhentian bas itu, dia&lt;br /&gt;memperlahankan motorsikalnya sambil berteriak gatal,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Maaaziaaahhhh...." Gadis itu memandang tepat. Kawan-kawannya juga turut&lt;br /&gt;memandang. Panahan matanya tembus ke hati Fathil hinggakan motorsikal yang&lt;br /&gt;dipandunya hampir hilang kawalan. Nasib baik sempat cover.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Boleh tahan! Tapi, macam pernah nampak, di mana ya?) bisik Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Umar cubamengecam wajah Maziah sekali lagi. Matanya beralih fokus kepada&lt;br /&gt;seseorang.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Eh, Asiah Yusro?!)Dia terperanjat melihat gadis yang berada di tepi Maziah&lt;br /&gt;ialah Asiah Yusro, gadis pujaan hatinya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Alamak, mesti Asiah Yusro terkejut tengok aku naik motor dengan budak&lt;br /&gt;gila-gila macam Fathil ni. Mesti dia sangka aku tak thiqoh lagi.&lt;br /&gt;Ahh,..biarkan. Boleh blah lah Asiah Yusro dengan thiqoh kau tu..kaulah&lt;br /&gt;wanita paling kejam. Bertahun-tahun kau buat jiwa aku terseksa!)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Fathil mencari tempat parking berhampiran dewan besar universiti. Kakinya&lt;br /&gt;pantas menyusun rentak ke dewan, diiringi oleh Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Lawa si Maziah, kan?!"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Kau memang..cari orang lawa je!"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Kau tahu ape! Maziah tu bukan saje lawa tapi baik, tau!"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Buktinya?"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Ntah?! Aku tengok dia pandai bawa diri. Nampak terjaga.."&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Perasaan kau je tu!Aku rasa perempuan macam tu berpotensi besar buat jiwa&lt;br /&gt;kau terseksa," Umar belajar daripada pengalaman.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Orang tak de mak we cam tu lah! Mana kau tahu tengok perempuan,"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Kau jangan cabar aku, Fathil. Tengoklah nanti, dalam masa sesaat pun aku&lt;br /&gt;boleh cari mak we,"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Pap! Satu tumbukan lembut singgah di bahu Fathil. Seorang gadis berwajah&lt;br /&gt;jelita, beraksi menggoda sedang menarik muka masam.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Fathil nak nyorok dari Fika, ye?!" marah gadis itu. Comel.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Fika?! Gurlp!!)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Umar, kau bertuah malam niâ?¦memang sesaat pun!" Fathil separuh berbisik.&lt;br /&gt;Umar kehairanan dan cubamentafsirkan kata-kata itu.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Err, tak de lah Fika. Fathil sebenarnya puas cari pengganti untuk Fika.&lt;br /&gt;Bukan Fathil tak suka Fika, tapi Fathil rasa ada orang yang lebih baik&lt;br /&gt;untuk Fika berbanding Fathil. Itu tanda sayang ikhlas Fathil pada Fika.&lt;br /&gt;Kenalkan ni Umar Al-Mujahid. Dia boleh jadi pak we baru Fika," pandai&lt;br /&gt;Fathil menyusun ayat. Dia memang mahir bertanam tebu di pinggir bibir.&lt;br /&gt;Hatinya melonjak-lonjak riang kerana boleh bebas daripada perempuan yang&lt;br /&gt;dianggap merimaskan ini. Lagipun dia tahu, memang itu yang Fika inginkan.&lt;br /&gt;Fika tentu gembira melihat lelaki misteri yang membonceng motornya tempoh&lt;br /&gt;hari, kini ada di depan matanya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Umar dan Fika saling berpandangan. Umar lemas dengan renungan tajam gadis&lt;br /&gt;itu. Dia makin tenggelam dengan senyuman manis yang mula berkuntum dari&lt;br /&gt;bibir mungil bak limau seulas, merah bak delima merekah.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Cunnya Fika!) terbeliak mata Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Wow, 10 kali ganda lagi hensem dari Fathil! Macam Hritik Roshan..) Fika&lt;br /&gt;pun turut terpegun dengan ketampanan Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Hidup Umar makin terawang-awangan dibuai bayangan Fika. Si gadis jelita.&lt;br /&gt;Teknologi sms 'dimanfaatkan' sepenuhnya sebagai penghubung saban hari.&lt;br /&gt;Kadang-kadang, sampai tak tidur malam mereka berbalas sms.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Jiwa aku selalu resah. Ibarat makan tak kenyang, mandi tak basah. Inikah&lt;br /&gt;makna cinta? Ya, aku rasa, aku dah jatuh cinta!)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Kini, barulah Umar dapat merasai keseronokan memiliki seorang teman wanita&lt;br /&gt;sebagaimana yang sering diceritakan oleh Fathil. Memang seronok! Umar tak&lt;br /&gt;mampu lagi menongkah arus di lautan cinta remaja yang menipu daya. Dia&lt;br /&gt;membiarkan dirinya terus dan terus hanyut dipukul badai cinta yang kian&lt;br /&gt;bergelora. Cinta yang terumbang-ambing di samudera luas dan tak tertinjau&lt;br /&gt;tepiannya. Kini, malamnya ditemani mimpi-mimpi indah,siangnya teruja dek&lt;br /&gt;warna-warni cinta. Cinta itu indah.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Fika, kau istimewa! Bagiku, kaulah penyingkap makna cinta di hati ini...&lt;br /&gt;Fika, bayanganmu sentiasa menemaniku. Fika, hatiku milikmu! Oh, Fika..)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Tok!Tok! Assalamualaikum...&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Kebetulan, Fathil hendak membuka pintu untuk keluar tatkala pintu biliknya&lt;br /&gt;diketuk.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Umar ada?" seraut wajah bersih seorang lelaki tercegat di depan biliknya.&lt;br /&gt;Bibir lelaki itu menguntum senyuman. Tangannya dihulur untuk berjabat&lt;br /&gt;tangan dengan Fathil. Fathil menyambut salam dengan kekok.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Saya Banna..Hassan Al-Banna," lelaki itu memperkenalkan diri.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Kenal...selalu dah nampak muka kau tapi tak tahu nama. Kau duduk kolej&lt;br /&gt;sebelah, kan?!"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Mmm...awak?"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Aku Fathil." Sejurus selepas itu Fathil melaung memanggil Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Umar, kawan kau datang!" Tiada laung balas. Senyap. Handset Fathil pula&lt;br /&gt;berirama minta diangkat.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Hello, Joe! Dia masih ada kat stall tu? Aku nak pergi lah ni,". Fathil&lt;br /&gt;tergesa-gesa mengikat tali kasut.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Umar tertidur, kot. Pergi lah jenguk dalam compartment dia tu!" Ujar&lt;br /&gt;Fathil kepada Banna. Banna mengangguk. Fathil meluru keluar sebaik sahaja&lt;br /&gt;tali kasutnya kemas diikat.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Banna masuk ke compartment Umar. Dia sedang nyenyak tidur. Tidur petang. Di&lt;br /&gt;dalam genggamannya yang terbuka, Banna menjeling kepada satu mesej yang&lt;br /&gt;tertera di skrin handset.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Bang Umar, takkan asyik sms je. Petang esok kita jumpa kat PWTC nak?&lt;br /&gt;Bolehlah bang...plizzzzzz...luv u!!! Fika saaaaaayang abang. Ummmwahhh!&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Banna terkejut membaca mesej itu. Dikelip-kelipkan matanya bagaikan tidak&lt;br /&gt;percaya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Umar sedang bercinta?) hatinya sukar menerima.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Selang seketika, pintu bilik itu dikuak orang. Fathil masuk tergesa-gesa&lt;br /&gt;tanpa membuka kasut. Dia mengambil sekeping kad bersampul biru muda.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Tertinggal agaknya?)Banna memandang Fathil dengan senyuman.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Dia tak bangun lagi ke?'' Fathil sempat menjenguk Banna di dalam&lt;br /&gt;compartment Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Emm..tak lagi!'' balas Banna masih tersenyum. Fathil mendengus lalu&lt;br /&gt;menggoyang-goyangkan bahu Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Woii, bangunlah?.kawan kau datang ni!'' tengking Fathil. Umar&lt;br /&gt;menggosok-gosokkan mata. Dia menatap paparan mesej di skrin handset&lt;br /&gt;seketika, kemudian pantas menutupnya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Macam tu lah dia. Hari-hari main sms sampai tertidur. Aku nak ajak keluar&lt;br /&gt;pun susah sekarang ni,'' leter Fathil . Hati Banna makin curiga dengan&lt;br /&gt;Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Err, nak ke mana tu?'' Banna sempat bertanya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Nak ke stall. Sekarang ni kanMujahidah Week, bolehlah membeli sambil&lt;br /&gt;ngorat mujahidah?'' Fathil ketawa berdekah-dekah dengan lawaknya. Banna&lt;br /&gt;turut tersenyum.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Chow dulu?'' Fathil melemparkan senyuman ramah.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Bagus dia, mudah masuk ngan orang?) hati Banna memuji Fathil.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Banna menerangkan kepada Umar bahawa dia datang untuk mengajak Umar&lt;br /&gt;menghadiri perjumpaan mingguan smart group bagi pelajar-pelajar lepasan&lt;br /&gt;Sekolah Taman Islam, sebuah sekolah swasta yang tidak asing lagi di negeri&lt;br /&gt;Utara. Namun, tak semua orang yang menyertainya berasal daripada sekolah&lt;br /&gt;itu, majoriti mereka daripada situ. Smart group ditubuhkan bertujuan untuk&lt;br /&gt;mengumpulkan mereka, berbincang soal akademik, akhlak, isu semasa,&lt;br /&gt;tarbiyyah dan da'wah. Smart group juga dapat mengikat hati-hati mereka agar&lt;br /&gt;tetap bersama sahabat-sahabat yang soleh  dan suasana yang mendidik.&lt;br /&gt;Kewujudan smart group adalah cetusan dari kesedaran bahawa fatamorgana&lt;br /&gt;dunia hari ini terlalu menipu daya. Maka, setiap jiwa yang hajat kepada&lt;br /&gt;Islam perlu dikumpulkan bersama biarpun dalam smart group kecil agar mereka&lt;br /&gt;boleh lengkap- melengkapi dan kuat- menguatkan menghadapi cabaran&lt;br /&gt;jahiliyyah.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Ahh, boleh blahlah smart group!  Pergi jahanam dengan Asiah Yusro? Aku dah&lt;br /&gt;besar, aku tak perlukan smart group. Aku bukan pelajar Sekolah Taman Islam&lt;br /&gt;lagi. Aku mahasiswa universiti. Smart group, namanya pun sudah jelek aku&lt;br /&gt;mendengarnya!)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Banna, ana ada hal lah esok,'' Umar masih mengekalkan ganti nama ana yang&lt;br /&gt;cukup sebati dituturkan di Sekolah Taman Islam.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Hal apa yang lebih penting dari smart group?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Err?nak buat assignment, banyak lagi tak siap. Hari Isnin ni dah kena&lt;br /&gt;hantar,'' Umar beralasan. Dia sudah pandai berbohong.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Kalau macam tu, kita buat smart group di bilik nta. Sambil-sambil tu,&lt;br /&gt;kami semua boleh tolong nta siapkan assignment..'' Banna menawarkan&lt;br /&gt;pertolongan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Eh, tak yah lah?ana boleh buat sendiri,''Umar menolak.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Datang smart group kejap je, Umar. Tak sampai pun sejam. Insyallah, kalau&lt;br /&gt;nta datang, Allah akan permudahkan urusan nta untuk buat asignment . Kalau&lt;br /&gt;kita tolong agama Allah, Allah akan tolong kita. Smart group bukan benda&lt;br /&gt;main-main, ianya tanda sensitiviti kita pada agama. Sahabat-sahabat kita&lt;br /&gt;semuanya dah cukup rindu kat nta,. Masuk ni, dah tiga kali nta  tak datang.&lt;br /&gt;Bayangkan tiga minggu nta menghilang, macam mana sahabat-sahabat kita tak&lt;br /&gt;risau?!''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Mereka semua ni sama cam dulu. Ambil berat sungguh! Tapi, aku dah bosan&lt;br /&gt;dengan smart group?)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Malam kami ziarah bilik nta ramai-ramai tu, nta ke mana? Bukan ke kita&lt;br /&gt;dah janji?!'' Banna melontarkan persoalan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Ana minta maaf. Ana terlupa. Malam tu, Fathil ada urusan. Ana temankan&lt;br /&gt;dia. Tak sempat nak hantar mesej kat nta,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt; ''Umar, ana bukan nak marah, ana masih sangka baik kat nta. Nta tetap&lt;br /&gt;sahabat kami sampai bila-bila. Datanglah esok?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Esok memang ana tak bolehlah. Kirim salam je lah kat semua. Kalau&lt;br /&gt;ditanya, katakan  ana banyak assignment,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Insyallah. Oh ya! Dr. Azmin kirim salam . Dia kata puas dia contact nta&lt;br /&gt;tapi tak dapat-dapat,''. Wajah kebapaan bekas guru di Sekolah Taman Islam&lt;br /&gt;yang kini sudah bergelar pensyarah itu, bertandang di fikiran Umar. Baru&lt;br /&gt;semalam dia bertembung dengan Dr. Azmin namun dia cepat-cepat mengelak.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Aku tak nak jumpa Dr. Azmin lagi. Aku dah bosan dengan bicaranya tentang&lt;br /&gt;tarbiyyah dan da'wah. Tarbiyyah, da'wah? Pergi jahanamlah?aku dah meluat.&lt;br /&gt;Pergi jahanam bersama Asiah Yusro)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Ana dah tukar sim card?''jawab Umar bersahaja.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Kenapa tak inform?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Ana nak rahsiakan nombor ana,'' Umar tak berselindung.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Kenapa ni Umar?''hairan Banna dibuatnya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Ntah?!Bosan?''getus Umar. Wajahnya berkeriut kebencian.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Bosan? Bosan dengan apa?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Bosan dengan semua yang ada di Taman Islam. Ana rasa terkongkong.&lt;br /&gt;Betul-betul bosan! Rasa muak bila diajak ke program-program tarbiyyah&lt;br /&gt;terutamanya smart group. Tolonglah?ana tak nak dengar perkataan tu lagi,&lt;br /&gt;bosan! Ana tak nak semua ni. Ana nak rasa enjoy macam orang lain. Ana tak&lt;br /&gt;tahan dan memberontak bila kat sini pun korang semua masih nak kongkong ana&lt;br /&gt;macam kat Taman Islam dulu. Ziarah, usrah, ukhuwwah, da'wah, tarbiyyah?ahh,&lt;br /&gt;meluat!''terpancul kata-kata yang sarat luahan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Kenapa aku luahkan semua ni? Ahh?biarkan?biarkan?dah lama benar ia&lt;br /&gt;terpendam) Umar puas dengan luahannya. Peluh dingin memercik di dahi.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Banna terpaku.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Benarkah apa yang aku dengar ini? Alam nyata ke ni?)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Umar, nta bosan dengan hidayah Allah?'' Banna mengungkap.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Gurlp! Bisa sungguh pertanyaan ni!)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Umar, kat Taman Islam dulu, nta Ketua Pengawas yang sangat ana kagumi.&lt;br /&gt;Ana masih ingat lagi kata-kata nta dulu?.. diri kita ibarat cawan. Kalau&lt;br /&gt;kita tak tuang di dalam cawan dengan air, molekul-molekul angin akan masuk.&lt;br /&gt;Begitulah juga diri kita, kalau kita tak tuang dengan ilmu dan iman,&lt;br /&gt;anasir-anasir lain akan masuk. Kita hajat kepada tarbiyyah untuk mengisi&lt;br /&gt;diri kita dengan bekalan iman agar hidayah Allah kekal dan tak hilang dalam&lt;br /&gt;hati. Kita terlalu hajat pada hidayah Allah,'' Banna menyambung lagi,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Umar, ke mana pun kita lari dan pergi, kita akan kembali kepada Allah.&lt;br /&gt;Kita tak boleh sombong dengan Allah. Allah boleh menapis diri kita daripada&lt;br /&gt;mendapat hidayah-Nya bila-bila masa saja, sebab tu lah kita perlu bersyukur&lt;br /&gt;dengan hidayah Allah dan perlu berusaha mengekalkannya. Allah dah tunjukkan&lt;br /&gt;jalan yang terbaik untuk kita, kenapa kita nak sia-siakannya?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Ahh, jangan ulang ucapan tu lagi. Ana bosan mendengarnya,'' jiwa Umar&lt;br /&gt;gersang. Sudah lama tak disirami hujan iman.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Itu dulu. Apa yang aku dapat dari semua tu? Kerana semua tu lah, aku&lt;br /&gt;mengenali Asiah Yusro, lantas sejak itulah perasaanku terseksa. Aku juga&lt;br /&gt;tahu, kerana semua tu lah Asiah Yusro tak membalas cintaku. Semua tulah&lt;br /&gt;yang merampas Asiah Yusro dariku. Aku benci!!!)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Umar, jangan cubalari dari hidayah Allah. Fikirkanlah, sampai bila nta&lt;br /&gt;nak berkrisis dengan Allah macam ni? Hidup ini takkan selamanya begini.&lt;br /&gt;Kita akan mati berjumpa Allah. Nta nak termasuk di kalangan orang-orang&lt;br /&gt;yang rugi?'' Banna tidak jemu melembutkan hati Umar. Banna terdiam.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Ahhhhhhhhh?.bosannya!!! Tapi, betul juga cakap Banna)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt; ''Ana tak sekuat nta, Banna. Ana futur, tak larat nak bangun balik.&lt;br /&gt;Nantilah,esok kalau ada masa ana datang smart group,'' jiwa Umar terusik.&lt;br /&gt;Banna tersenyum. Air liurnya tak terbuang sia-sia.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Ana akan tunggu nta.Bukan ana je, tapi kami semua akan tunggu nta. Ingat,&lt;br /&gt;sahabat-sahabat kita rindukan nta, terutamanya mas'ul kita, Dr Azmin,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Irama handset Umar berbunyi. Umar nampak gugup.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Hello,  err, nanti abang telefon kemudian. Abang ada tetamu ni?'' Umar&lt;br /&gt;menjawab panggilan dengan ringkas. Banna faham lalu meminta diri.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Tak per lah Umar, ana pergi dulu. Nak jumpa adik kembar ana kat stall&lt;br /&gt;jap, Assalamualaikum. Jumpa lagi,'' Banna bangun beredar. Umar membalas&lt;br /&gt;salam. Selang seketika,handsetnya berbunyi lagi. Umar menjawab panggilan&lt;br /&gt;itu dengan suara lembut. Banna menjeling.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Adik dia kot?)hati Banna cubaberbaik sangka. Namun, otaknya ligat berfikir&lt;br /&gt;sesuatu. Basah di ingatannya mesej yang sempat dicuri-curi baca sebentar&lt;br /&gt;tadi, lalu dia membuat satu sms.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Assalamualaikum. Smart Group bertukar venue di PWTC, kul 5.30 ptg esok.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Banna melangkah ke gerai yang berderet-deret tersusun berhampiran dewan&lt;br /&gt;besar universiti sempena Mujahidah Week. Dia mencari gerai kepunyaan Kelab&lt;br /&gt;Penulisan. Adik kembarnya berniaga di situ. Dari jauh, Banna melihat&lt;br /&gt;adiknya Maziah bersama Asiah Yusro, teman baik adiknya sedang sibuk&lt;br /&gt;menyusun buku-buku di gerai mereka.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Ish, Asiah Yusro pun ada?! Seganlah?.)hati Banna berbisik. Dia mengakui&lt;br /&gt;hatinya resah tiapkali terpandang Asiah Yusro, mawar mujahidah acuan&lt;br /&gt;Sekolah Taman Islam yang sangat dihormati kerana ketokohannya dalam&lt;br /&gt;tarbiyyah dan da'wah. Lantaran itu, hatinya akan segera beristighfar. Dia&lt;br /&gt;tidak mahu jiwanya dibiarkan parah dibaham mazmumah.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Banna memberanikan jua kakinya melangkah mendekati gerai Kelab Penulisan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Assalamualaikum. Maziah, abang nak jumpa, jap,'' Banna mengajak adiknya&lt;br /&gt;beredar sedikit daripada gerai itu. Maziah meminta izin daripada Asiah&lt;br /&gt;Yusro. Asiah Yusro mengangguk lembut sambil mengukir senyuman. Sebelum&lt;br /&gt;beredar bersama abangnya, Maziah sempat mengambil cebisan-cebisan kertas&lt;br /&gt;berwarna biru yang baru dikoyak dari dalam lipatan sebuah buku.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Kertas apa tu?'' Banna menjeling.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Tadi, ada sorang classmate Maziah bagi. Geli Maziah membaca ayat-ayat&lt;br /&gt;yang ditulis lalu dengan spontan tangan Maziah mengoyaknya. Maaf, tak&lt;br /&gt;sempat nak tunjuk kat abang..'' Maziah meyerahkan cebisan-cebisan kertas&lt;br /&gt;itu ke tangan abangnya. Banna menyambut lalu membelek-belek.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Lelaki ke?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Kalau perempuan, Maziah tak kanbuat macam ni, bang?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Hidup remaja  memang terlalu mencabar. Dugaan cinta macam ni akan datang&lt;br /&gt;silih berganti. Sebab tu lah kita hajat sangat pada tarbiyyah agar kita tak&lt;br /&gt;hanyut nanti.,''nasihat seorang abang.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Abang doakanlah selalu untuk Maziah ye. Hidayah tu milik Allah?Maziah&lt;br /&gt;takut hidayah tu hilang dari diri Maziah jika tergoda dengan ujian ni.&lt;br /&gt;Allah tak perlukan Maziah tapi Maziah memang terlalu memerlukan hidayah-Nya&lt;br /&gt;untuk selamat di dunia dan akhirat. Kalau kita tak jaga hidayah Allah, ia&lt;br /&gt;boleh pergi meninggalkan kita, kanbang?!''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Syukurlah Allah masih memberi kesedaran ini kepada adikku. Wanita yang&lt;br /&gt;ditarbiyyah adalah sebaik-baik nikmat di dunia ini)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Mmm.Sama-samalah kita berdoa?.'' Banna mengangguk setuju.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Kau tengok tu! Patutlah dia koyak senang-senang je kad yang aku beli&lt;br /&gt;mahal-mahal, rupa-rupanya dah ada pak we,'' bentak Fathil yang berada&lt;br /&gt;selang beberapa gerai dari kedudukan Maziah dan abangnya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''A'ah lah Fathil. Eh, eh, dia tunjuk kat pak we dia pulak kad kau tu. Aku&lt;br /&gt;rasa, tentu pak we dia tengah hina kau teruk-teruk. Melampau diorang ni,&lt;br /&gt;Fathil,'' tambah Joe.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Dating depan orang ramai pulak tu,'' darah Fathil mendidih.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Nampak je baik, tapi spesis Fika jugak ni. Yang aku bengang sangat, aku&lt;br /&gt;kenal pak we dia tu,''gigi-gigi Fathil dicengkam kuat, bergemerincing.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Siapa?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Kawan roommate aku. Banna namanya. Ingatkan dia budak waro', tapi sama&lt;br /&gt;setan cam aku je. Maziah tu pulak memang sengaja dating depan aku, nak&lt;br /&gt;sakitkan hati aku lah tu,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Fathil, kau tengok je awek kau kena kebas depan mata? Kalau aku, aku&lt;br /&gt;takkan biarkan budak tu. Kena bagi penangan skit?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Aku ni pantang dicabar, Joe. Aku tengah mendidih ni. Dah lah aku meluat&lt;br /&gt;ngan Fika ramai boyfriend, baru nak pikat perempuan baik, begini pulak&lt;br /&gt;jadinya. Kalau nak bagi penangan, bukan setakat Banna, Maziah dan Fika pun&lt;br /&gt;aku nak ajar sekali,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Aku tahu kalau Fathil yang cakap memang dia buat,'' Joe makin&lt;br /&gt;mengapi-apikan kemarahan Fathil.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Joe,malam ni kau dan Umar ikut aku belasah Banna, nak?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Malam ni? Kenapa lambat sangat?sekarang ni pun dah boleh belasah ngan&lt;br /&gt;mulut. Semburlah pedas-pedas skit kat diorang yang tengah berasmara tu,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Fathil makin terbakar dengan hasutan Joe.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Maziah, tahu tak ziarah keluarga Hanif pada cuti semester lepas tu ada&lt;br /&gt;makna?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Hanif mana ni bang?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Alah, Hanif?kawan abang yang hitam manis tu. Dia tak de rupa sangat tapi&lt;br /&gt;agamanya, insyallah.''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Oh, yang ada bersama abang ketika kita jumpa hari tu?! Dia dari Sekolah&lt;br /&gt;Taman Islam jugak ke, bang?'' Pergaulan yang terbatas di sekolah itu&lt;br /&gt;menyebabkan pelajar perempuannya kurang mengenali pelajar lelaki. Begitulah&lt;br /&gt;sebaliknya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Takk, dia sekolah biasa je. Tapi aktif ikut tarbiyyah kat sini. Dia dalam&lt;br /&gt;smart group yang sama dengan abang.,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Maziah ingat?.zaman kecil-kecil dulu, keluarganya selalu ziarah rumah&lt;br /&gt;kita. Tapi, bila dah besar macam ni dia jarang ikut keluarganya ziarah. Dia&lt;br /&gt;tu nakal masa kecil dulu,kanabang? Maziah cukup tak suka kat dia dulu. Dia&lt;br /&gt;selalu ejek Maziah macam-macam,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Alah, masa kecil semua orang nakal. Perempuan biasanya baik sikit lah.&lt;br /&gt;Kalau kita tahu kelemahan seseorang, kita kena ingat, no body is perfect.&lt;br /&gt;Kita pun ada kelemahan. Membetulkan adalah tanggungjawab kita. Maziah macam&lt;br /&gt;mana sekarang ni? Boleh terima ke kalau keluarga Hanif masuk meminang?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Sebenarnya, Maziah dah fikirkan semua ni. Umi dah bagitahu Maziah&lt;br /&gt;awal-awal lagi. Ibubapa Hanif betul-betul berharap. Maziah tak kisah siapa&lt;br /&gt;pun yang bakal jadi suami Maziah, asalkan fikrahnya jelas dan dia berada di&lt;br /&gt;atas jalan tarbiyyah dan da'wah. Maziah tak pernah pandang rupa atau&lt;br /&gt;kekayaan, Maziah hanya hajat pada agama dan bimbingannya,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Syukurlah, abang gembira dengan jawapan Maziah?.''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Tiba-tiba?..&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Ingatkan perempuan pakai tudung labuh tu baik, tapi tak sangka ala-ala&lt;br /&gt;setan jugak. Nak dating pun pergi tempat lain lah woiii?''laung Fathil&lt;br /&gt;dengan kuat ke arah Banna dan Maziah. Mereka terkejut. Beberapa orang&lt;br /&gt;pelajar yang lalu lalang memandang sinis ke arah mereka dengan kata-kata&lt;br /&gt;Fathil yang lantang itu. Banna cubamenjelaskan keadaaan. Dia menghampiri&lt;br /&gt;Fathil.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Fathil?dengar sini?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Aku kenal kau. Hipokrit. Berlagak baik tapi sebenarnya setan?.''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Fathil?'' Banna cubabersuara lagi. Terhalang.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Sudahlah?.tak payah nak mengaku baik lagi. Sudah terang lagi bersuluh.&lt;br /&gt;Nak buat maksiat pun depan-depan orang. Buat malu nama universiti je,''&lt;br /&gt;Fathil tidak mahu mendengar apa-apa penjelasan daripada Banna selepas&lt;br /&gt;memalukan mereka berdua di khalayak ramai. Dia puas lalu meninggalkan&lt;br /&gt;mereka terpinga-pinga.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Asiah Yusro melihat kejadian itu. Dia bergegas menghampiri Maziah.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Sabarlah Maziah, Allah tahu nti adik- beradik,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Manusia memang macam tu, bila timbul rasa dendam dan cemburu tak&lt;br /&gt;bertempat, dia mula lah nak lakukan perkara tak baik pada orang lain,''&lt;br /&gt;luah Maziah dengan gelagat Fathil, rakan sekelas yang sering mengganggunya&lt;br /&gt;saban hari.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Maziah, pandanglah semua orang dari kacamata dakwah. Kasihan lelaki tadi,&lt;br /&gt;mungkin niat dia ikhlas nak mencegah mungkar di depan matanya tapi kurang&lt;br /&gt;teliti dengan tindakannya. Lagipun, kedudukan Maziah dan abang Maziah tadi&lt;br /&gt;memang boleh menimbulkan prasangka,  betul tak ?'' Maziah mengangguk.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Kita doakanlah agar orang sepertinya akan mengenal tarbiyyah dan da'wah&lt;br /&gt;bil hikmah dengan izin Allah,'' Kata-kata Asiah Yusro menenangkan hati&lt;br /&gt;Maziah. Dia berzikir memuji Allah.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Banna datang menghampiri adiknya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Maziah, kita beristighfarlah atas kejadian tadi. Mungkin silap kita juga.&lt;br /&gt;Semuanya kerana salah faham,'' Banna mengingatkan adiknya. Maziah&lt;br /&gt;tersenyum. Begitu juga Asiah Yusro.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Insyallah, bang! Err, abang?dia lah yang menghantar kad biru tu. Maziah&lt;br /&gt;ada mendengar abang panggil nama dia tadi, abang dah kenal dia, ya?!''&lt;br /&gt;Tanya Maziah.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Dia roommate Umar Al-Mujahid, bekas ketua pengawas sekolah kita dulu.&lt;br /&gt;Abang selalu ziarah biliknya,'' Banna menerangkan. Di Taman Islam, siapa&lt;br /&gt;yang tak mengenal Umar Al-Mujahid.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Oh, ingat tak peristiwa kat bus stop tu? Rasanya, Umar lah yang&lt;br /&gt;membonceng motor dia?'' Maziah memandang Asiah Yusro. Asiah Yusro berfikir&lt;br /&gt;sesuatu. Hatinya resah mendengar nama Umar Al-Mujahid.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Apa khabar dia sekarang? Masihkah dia seperti dulu? Hebat dengan tarbiyyah&lt;br /&gt;dan da'wah?). Tak lama kemudian, Asiah Yusro bersuara,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Ana pun rasa begitu. Bersyukurlah kalau lelaki tadi sebilik dengan Umar.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Umar boleh membimbingnya mengenal tarbiyyah dan da'wah,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Banna terdiam dengan kata-kata itu.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Alangkah bagusnya kalau begitu. Tapi, aku takut si Fathil pula yang&lt;br /&gt;membimbing Umar agar lari dari hidayah Allah. Na'uzubillah. Astargfirullah,&lt;br /&gt;sangka tak baik kat orang pulak aku ni. Astargfirullah)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Fathil masuk ke bilik dengan nafas kencang berombak di dada. Dipecat baju&lt;br /&gt;lalu dihempas kasar ke katil. Sejurus kemudian, dia merebahkan badan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Kenapa kau ni, Fathil? Masih gagal tackle Maziah ke?'' tanya Umar yang&lt;br /&gt;sejak tadi memerhati. Umar baru sahaja selesai berbalas-balas sms dengan&lt;br /&gt;Fika.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Aku bengang betul lah!''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Bengang apa?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Maziah dating depan aku tadi lepas sesuka hati dia je koyak kad yang aku&lt;br /&gt;bagi. Siapa tak bengang?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Orang dah ada pak we, cari lain je?.''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Huh, tak semudah tu! Ni Fathil?dia belum kenal lagi siapa Fathil!''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Kau nak buat apa?'' Umar ingin tahu.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Aku nak belasah dia malam ni. Kalau kau kawan aku, kau kena ikut aku,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Belasah perempuan?'' (Gila!) bentak hati Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Bodoh! Belasah pak we dia lah?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Eh, kau biar betul! Takkan sampai nak belasah orang,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Kau memang penakut lah Umar. Benci! Bukannya aku nak belasah betul-betul.&lt;br /&gt;Takut-takutkan je. Joe pun ikut sekali, tak penakut macam kau! Kau&lt;br /&gt;bayangkanlah, dia sanggup rampas mak we aku dan sengaja ajak dating depan&lt;br /&gt;mata aku. Anak jantan mana tak tercabar? ''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Bila masa kau berjaya jadikan Maziah awek kau? Orang rampas awek kau atau&lt;br /&gt;kau yang rampas awek orang?'' Umar tahu Fathil tak pernah berjaya tackle&lt;br /&gt;Maziah.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;'' Kau tahu apa Umar?! Tu lah?asyik gila bersms je. Kau kena ingat, kau&lt;br /&gt;dapat Fika pun sebab aku. Apa perasaan kau kalau aku nak berbaik balik ngan&lt;br /&gt;Fika dan ajak dia bermadu asmaradepan mata kau?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt; Umar akhirnya mengalah.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Hah, tu dia! Kau sedia Joe, kau masuk dulu,'' Fathil menunding jari tepat&lt;br /&gt;ke arah Banna yang baru sahaja keluar dari kolejnya menuju ke kafetaria.&lt;br /&gt;Wajah Banna agak samar dalam cahaya neon yang kurang terang. Fathil, Umar&lt;br /&gt;dan Joe bersembunyi di sebalik sebatang pokok pinang kota. Tatkala Banna&lt;br /&gt;melewati kawasan yang agak gelap itu, Joe menerajang Banna dari belakang&lt;br /&gt;sekuat hati. Tenaganya difokus padu kepada kaki. Banna jatuh terpelanting&lt;br /&gt;beberapa meter ke tanah. Mukanya tersembam ke batu sehingga hidungnya&lt;br /&gt;berdarah. Gigi taringnya hampir tercabut.Umar masuk menyerang dengan&lt;br /&gt;menyiku belakang Banna beberapa kali. Banna masih tersemban di situ. Dia&lt;br /&gt;menarik kolar baju Banna untuk membuat pukulan seterusnya namun langkahnya&lt;br /&gt;mati serta-merta tatkala terpandang wajah lelaki itu.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt; Banna dan Umar saling berpandangan. Tangan kiri Umar masih kemas&lt;br /&gt;menggengam kolar baju Banna dan tangan kanannya menggumpal penumbuk.&lt;br /&gt;Perlahan-lahan Banna melepaskan gengaman dan meleraikan penumbuknya. Umar&lt;br /&gt;menghulurkan tangan, membantu Banna untuk bangun. Banna menyambut dan&lt;br /&gt;bangun membersihkan debu-debu tanah di badannya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Kau Banna? Ah?kasihan kau!) kesal hati Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Cis, mampuslah korang berdua!'' Fathil meradang melihat drama itu lalu&lt;br /&gt;cubamenyerang Umar dan Banna serentak. Umar bertindak pantas mematahkan&lt;br /&gt;serangan Fathil dengan menggunakan ilmu taekwando yang dimiliki. Fathil&lt;br /&gt;sempat membuka beberapa langkah silat tempang dan membuat tumbukan tepat&lt;br /&gt;sebelum serangannya dipatahkan. Joe pula masuk membantu tetapi silatnya&lt;br /&gt;juga berjaya dipatahkan oleh Banna walaupun sudah tercedera. Banna gagah&lt;br /&gt;dan tegap orangnya. Kalau tidak dipukul curi sebentar tadi, mungkin mereka&lt;br /&gt;tak berpeluang mencederakannya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Woii!!'' seorang Pak Guard yang kebetulan meronda menjerkah mereka.&lt;br /&gt;Cahaya lampu picitnya yang terang meyuluh satu persatu wajah-wajah pelajar&lt;br /&gt;di hadapannya. Dia sudah berada terlalu dekat dengan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Tiada harapan untuk lari) dengus Joe.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Woii. Korang gaduh ye?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Tak, kami berlatih taekwando!'' Fathil berdalih.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Berlatih taekwando? Takkan sampai berdarah-darah cam ni?'' Pak Guard&lt;br /&gt;menyuluh tepat ke arah Banna. Hidung dan mulutnya berdarah.  Gigi taringnya&lt;br /&gt;yang longgar akibat tersemban ke batu, kini sudah tercabut kerana terkena&lt;br /&gt;penumbuk Joe.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''A'ah. Kami ada perlawanan minggu depan. Terpaksa berlatih kat kolej,''&lt;br /&gt;tambah Joe.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Jangan nak berdalih. Aku dah masak dengan perangai student. Tak de orang&lt;br /&gt;yang berlatih sampai berdarah cam ni,'' Pak Guard masih curiga lantaran&lt;br /&gt;melihat darah yang makin membuak-buak keluar dari hidung Banna. Begitu juga&lt;br /&gt;mulutnya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Betul Pak cik. Saya berdarah sebab tersembam ke batu tadi. Tak sengaja,''&lt;br /&gt;Banna pun terpaksa berbohong untuk meredakan keadaan yang menjadi semakin&lt;br /&gt;tegang.Bukan bohong tapi helah.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Lain kali, kalau nak berlatih pun, pergilah dekat court . Yang korang&lt;br /&gt;berlatih dalam gelap tepi batu-batu kerikil ni, saper suruh? Sudah, aku tak&lt;br /&gt;nak tengok korang berlatih kat sini lagi. Cari tempat lain!'' Pak Guard&lt;br /&gt;meyakini kata-kata Banna lalu minta mereka segera bersurai.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Kau ingat, kau tunjuk baik, aku boleh maafkan kau?'' api kemarahan Fathil&lt;br /&gt;masih menyala-nyala terhadap Banna. Telunjuknya tepat dihala ke arah batang&lt;br /&gt;hidung Banna. Ketika itu Pak Guard sudah pun berlalu pergi.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Woii, Fathil! Kenapa kau tak cakap awal-awal kau nak belasah kawan aku,&lt;br /&gt;hah?'' Umar menengking Fathil. Joe sedang mengurut-ngurut lengannya yang&lt;br /&gt;sakit dipulas Banna sebentar tadi.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Kau ingat aku ni bodoh sangat nak bagitahu kau? Mesti kau tolak&lt;br /&gt;awal-awal. Aku nak kau nampak sendiri, kawan kau yang tak guna ni lah&lt;br /&gt;rampas mak we aku. Pas tu dating depan orang ramai, buat maksiat!''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Umar terdiam. Dia memandang Banna seketika. Dia teringat Banna ada&lt;br /&gt;mengatakan bahawa dia ingin berjumpa adik kembarnya ketika akhir pertemuan&lt;br /&gt;mereka petang tadi.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Patutlah first time aku tengok Maziah, aku rasa aku pernah nampak dia.&lt;br /&gt;Baru aku perasan, wajahnya memang mirip wajah Banna)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Fathil, awak salah faham..'' Banna bersuara, cubamenjelaskan keadaan.&lt;br /&gt;Fathil segera memotong.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Aku tak nak dengar apa-apa dari orang hipokrit macam kau! Maziah tu mak&lt;br /&gt;we aku, kalau aku nampak korang berdua-duaan lagi sekali, aku takkan serik&lt;br /&gt;belasah kau,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Bodoh! Memang kau salah faham?'' Umar menengking lagi. Dia tak dapat&lt;br /&gt;menahan kemarahannya. Kalau dikutkan hati, mahu sahaja dia meramas-ramas&lt;br /&gt;mulut celupar Fathil yang menuduh Banna bukan-bukan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Salah faham apa? Aku tengok depan mata kepala aku sendiri?'' Fathil&lt;br /&gt;menguatkan kenyataannya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Aku pun tengok!'' tambah Joe.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Kau pun sama bodoh! Buat malu je! Tu adik kembar dia lah, bukan mak we!''&lt;br /&gt;Umar meyakini Banna memang mempunyai adik kembar walaupun tak pernah&lt;br /&gt;mengenali kembar Banna sebelum ini. Banna adalah sahabat yang terlalu&lt;br /&gt;dipercayainya. Fathil terdiam kaku dengan keterangan itu. Merah padam&lt;br /&gt;mukanya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Aku belasah bakal abang ipar aku sendiri?)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Dari jauh Pak Guard tadi melihat mereka masih belum bersurai malah bertikam&lt;br /&gt;lidah pula. Dia menghidupkan motorsikalnya untuk meronda ke sanalagi&lt;br /&gt;sekali.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Anggaplah tak de apa-apa yang berlaku. Saya minta maaf. Semuanya kerana&lt;br /&gt;salah faham bukan salah sesiapa,'' ujar Banna dengan lembut sambil&lt;br /&gt;menghulurkan tangannya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Uih, makhluk jenis apa yang baik sangat ni?) Malu sendiri Fathil&lt;br /&gt;dibuatnya. Dia tidak menyambut salam itu kerana terlalu malu. Dia menumbuk&lt;br /&gt;ringan bahu Joe untuk mengajaknya beredar. Pak Guard yang semakin hampir&lt;br /&gt;membatalkan niatnya menegur tatkala melihat adegan Banna menghulur tangan,&lt;br /&gt;kemudian Fathil dan Joe mula beredar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Tadi, berlatih taekwando. Ni berlatih teater pulak ke?'' sempat Pak Guard&lt;br /&gt;menyindir sambil berlalu pergi.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Umar merenung wajah Banna.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Banna, cedera nta teruk ke?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Sikit je,'' balas Banna, masih mampu mengukir senyuman.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Nta tak patut minta maaf dari Fathil. Bukan salah nta pun. Fathil tu yang&lt;br /&gt;memandai kata Maziah awek dia. Dia memang macam tu, kalau dah syok kat&lt;br /&gt;perempuan, memang dia usahakan jugak sampai dapat,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Lupakanlah?.. Sebenarnya, Maziah tu dah ada orang masuk. Ana harap nta&lt;br /&gt;boleh bagitahu Fathil hal ni,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;'' Insyaallah.Ana minta maaf. Ana betul-betul tak tahu mereka nak belasah&lt;br /&gt;nta tadi,'' Umar dihantui rasa bersalah apatah lagi melihat sahabatnya&lt;br /&gt;berdarah.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Tak per, Umar. Lupakan? Nta juga yang tolong ana tadi. Terima- kasih!&lt;br /&gt;Moga Allah yang dapat membalasnya. Tapi, ana harap nta akan mengambil&lt;br /&gt;pengajaran. Belasah orang bukan cara untuk menyelesaikan masalah. Silap&lt;br /&gt;haribulan, boleh kena buang universiti. Kita kena berfikir panjang sebelum&lt;br /&gt;bertindak. Hari ni, ana, kawan nta sendiri yang nta belasah. Esok lusa,&lt;br /&gt;kalau nta belasah orang lain pun, dia juga adalah kawan kepada seseorang,&lt;br /&gt;anak lelaki kepada seseorang dan abang kepada seseorang. Fikirkan berapa&lt;br /&gt;manusia yang membenci dan tak meredhai nta kalau nta membelasah&lt;br /&gt;seseorang!!'' Kata-kata Banna membuatkan Umar  terfikir.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Banna, ana minta maaf!'' Umar memeluk Banna. Handsetnya berirama&lt;br /&gt;sekaligus meleraikan pelukannya. Adamesej yang diterima.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Bang Umar sayang, esok kita jumpa kat PWTC, jangan lupa pulak! Fika dah tak&lt;br /&gt;tahan ni. Rasa rindu sangat kat abang. Hidup Fika betul-betul jadi gila tak&lt;br /&gt;menentu, asyik ingatkan abang je! Esok ye sayang?.luv U!!&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Umar serba- salah selepas membaca mesej itu. Wajah Hanif, Syamil, Hizbi,&lt;br /&gt;Faizi dan Dr. Azmin seakan-akan terpancar dari anak mata Banna, mereka&lt;br /&gt;seolah-olah sedang melambai-lambai mengajaknya ke smart group pada petang&lt;br /&gt;esok. Umar membaca mesej Fika sekali lagi. Dia tewas dengan kuasa cinta Nur&lt;br /&gt;Syafika.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Banna, esok jangan lupa kirimkan salam ana kat semua. Ana betul-betul tak&lt;br /&gt;boleh pergi smart group,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Baiklah, ana tak berhak paksa nta. Ana cuma mampu mengajak. Ana doakan,&lt;br /&gt;Allah permudahkan urusan nta untuk siapkan  assignment nta,. Kalau sempat&lt;br /&gt;siap, nta datanglah. Kejap pun tak per,' balas Banna. Mengharap.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;****************************************************&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Fika tidak putus-putus mengukir senyuman. Wajah kacak Umar Al-Mujahid&lt;br /&gt;benar-benar membuatkan dia berasa bangga dapat berjalan di sisinya. Matanya&lt;br /&gt;sentiasa menjeling manja menatap wajah pemuda itu. Dia cubamemasukkan&lt;br /&gt;jejari halusnya  di celah jejari Umar namun ditepis oleh Umar. Suasana di&lt;br /&gt;tepi tasik PWTC begitu romantis dirasakan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Kita tak boleh bersentuhan lagi, berdosa!'' iman di dada Umar bersuara.&lt;br /&gt;Fika mencebikkan bibir.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Alah, pegang tangan je, bukan buat apa-apa yang tak senonoh. Fika&lt;br /&gt;kansayang abang. Nanti, Fika jadi milik abang juga. Apa salahnya Fika nak&lt;br /&gt;bermanja sikit dengan abang,''Fika bersuara manja. Gerak badanya melentok&lt;br /&gt;ke sana-sini kerana cubamenggoda Umar. Umar terdiam. Gurlp!! Tersirap darah&lt;br /&gt;mudanya.Perlahan-lahan, tangannya dibiarkan berada dalam genggaman Fika.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Fika puas kerana tindakannya tidak dihalang lagi. Direbahkan pula kepalanya&lt;br /&gt;ke bahu Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Abang Umar sayang, Fika nak tunjuk sesuatu pada abang, tapi Fika takut&lt;br /&gt;abang marah Fika,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Tunjuk apa?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Abang kena janji takkan marah?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Kenapa abang nak marah pulak?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Janjilah dulu sayang?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Okey,abang janji takkan marah Fika,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Fika tersenyum. Dia membuka selendangnya di hadapan Umar. Kacamata hitam&lt;br /&gt;yang dipakai turut dipecat seketika. Umar kelu tak terkata apa-apa.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Fika nak tunjuk rambut Fika, baru buat teknik rebonding. Lurus tak rambut&lt;br /&gt;Fika? Abang suka tak?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Gurlp! ''Fika, pakai balik tudung tu!'' arah Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Kenapa? Abang tak suka rambut Fika ke?'' Fika bersuara merajuk.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Err, suka. Tapi, perempuan tak boleh tunjuk rambut dia pada lelaki.&lt;br /&gt;Berdosa!''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Alah, Fika tunjuk pun pada bakal suami Fika juga. Inilah tanda sayang&lt;br /&gt;Fika pada abang. Fika memang terlalu sayang kat abang. Salah ke Fika nak&lt;br /&gt;bahagiakan abang? Abang tu sepatutnya hargai pengorbanan Fika. Abang ingat,&lt;br /&gt;buat teknik rebonding ni murah ke? Fika bazirkan duit Fika untuk abang.&lt;br /&gt;Fika nak kelihatan cantik pun semata-mata untuk abang. Ini bukti cinta&lt;br /&gt;Fika, bang! Tulus cinta Fika pada abang?'' Umar makin lemas dihambur&lt;br /&gt;kata-kata manis Fika.Matanya dikaburi warna-warni pelangi yang indah dalam&lt;br /&gt;dunia cinta ciptaan syaitan. Imannya direntap-rentap dan ditusuk-tusuk oleh&lt;br /&gt;kata-kata Fika. Tangannya mula diangkat berani memeluk bahu Fika. Matanya&lt;br /&gt;dipejamkan agar mindanya boleh terbang menyahut khayalan dunia cinta Nur&lt;br /&gt;Syafika.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Sejauh mana pun kita bersembunyi, Allah tetap nampak kita,''ungkapan&lt;br /&gt;kata-kata Dr. Azmin tiba-tiba terngiang-ngiang di minda Umar. Imannya&lt;br /&gt;berbisik lagi, masih tidak mahu tewas melawan bisikan syaitan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Serentak dengan itu, Umar membuka matanya, terbit rasa berdosa. Dia&lt;br /&gt;memandang sekeliling dan mula  terperasan bahawa ada sekumpulan pemuda&lt;br /&gt;sedang berkumpul di tepi tasik dengan posisi yang sangat hampir dengan&lt;br /&gt;posisinya. Mereka sedang rancak berbincang sesuatu. Umar menjeling sekilas&lt;br /&gt;pandang.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Gurlp! Diorang?'' Dada Umar berombak kencang tatkala melihat Banna,&lt;br /&gt;Hanif, Hizbi, Syamil, Faizi dan Dr Azmin sedang mengadakan smart group di&lt;br /&gt;situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar menolak Fika dari pelukannya. Dia mencapai selendang Fika&lt;br /&gt;lalu memakainya. Kacamata hitam milik Fika turut dipakainya.&lt;br /&gt;Fika hairan melihat tindakan Umar disusuli ketawa manja. Dia&lt;br /&gt;menyangka Umar sedang berlawak untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Kenapa abang pakai selendang Fika? Luculah abang ni!'' Fika&lt;br /&gt;mencubit paha Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Fika, apa yang kita buat ni berdosa!'' Umar bersuara tegas&lt;br /&gt;menyebabkan Fika mengkeriukkan dahinya. Umar semakin diburu&lt;br /&gt;rasa bersalah tatkala melihat sahabat-sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ya Allah, aku harap mereka tak nampak aku!) hati Umar menaruh&lt;br /&gt;harapan. Dia tidak sedar bahawa sahabat-sahabatnya sudah&lt;br /&gt;sekian lama memerhati gelagat mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Tapi?ini bukti cinta kita, bang! Fika bahagia dalam pelukan&lt;br /&gt;abang. Fika sayang abang,''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Mampuslah dengan cinta! Nak kena tangkap basah?'' Umar&lt;br /&gt;tiba-tiba meradang. Jiwanya takut sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Jom balik!'' Umar mengajak pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Abang, Fika tak fahamlah! Kenapa tiba-tiba nak ajak balik?&lt;br /&gt;Fika belum puas lagi bersama abang!''wajah Fika penuh keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Fika ada sakitkan hati abang ke? Kalau ada, tegurlah Fika,&lt;br /&gt;jangan buat Fika tertanya-tanya macam ni. Fika tak nak&lt;br /&gt;kehilangan abang sebagaimana Fathil tinggalkan Fika. Fika&lt;br /&gt;sayang abang!''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Abang nak balik?'' Umar berdiri lalu berjalan meninggalkan&lt;br /&gt;Fika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Abang Umar, pulangkan tudung Fika!'' Fika menjerit kuat&lt;br /&gt;membuatkan semua sahabat-sahabat Umar berpaling ke arah Umar.&lt;br /&gt;Umar turut terhenti langkahnya dan memandang&lt;br /&gt;sahabat-sahabatnya. Mata mereka bertembung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanif tiba-tiba tergelak kuat melihat keadaan Umar yang&lt;br /&gt;cubamenyembunyikan dirinya dengan memakai selendang perempuan.&lt;br /&gt;Dr Azmin menyiku Hanif. Hanif tunduk terdiam. Umar membuka&lt;br /&gt;selendang yang dipakainya. Dicampak ke lantai. Air mata&lt;br /&gt;lelakinya bergenang. Ditahan sekuat hati agar tidak tumpah.&lt;br /&gt;Sahabat-sahabatnya datang menghampiri. Fika berdebar melihat&lt;br /&gt;lelaki-lelaki itu lalu diambil selendangnya sambil cepat-cepat&lt;br /&gt;berlalu pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pegawai pencegah maksiat ke ni? Baik aku lari. Padan muka&lt;br /&gt;kau, Umar. Kau hadapilah seorang diri!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Antum semua dah nampak. Ana jahat!!!'' Umar meluahkan.&lt;br /&gt;Suaranya sebak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Umar, kalau kami tak nampak pun, Allah tetap nampak! Dia&lt;br /&gt;berada dimana sahaja!'' Dr. Azmin bersuara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Umar, nta harapan agama, harapan ummah! Kembalilah mencari&lt;br /&gt;hidayah Allah,'' Dr. Azmin bersuara lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Ana rasa berdosa.Kotor! Tak layak untuk menerima hidayah&lt;br /&gt;Allah!'' luah Umar penuh kesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Kita tak layak atau tak nak? Itulah hebatnya kita ada Allah&lt;br /&gt;dalam hidup kita. Sejahat mana pun kita, Dia tetap sayangkan&lt;br /&gt;kita. Kembalilah Umar?.kembali bersama kami,'' Banna memujuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Ya, Umar. Nta tetap sahabat kami sampai bila-bila. Jangan&lt;br /&gt;sia-siakan potensi diri nta. Kami masih menaruh harapan tinggi&lt;br /&gt;pada nta,'' lembut kata-kata Hizbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Umar, di mana hilangnya Umar Al-Khattab abad ke-21 yang&lt;br /&gt;bertunas di Taman Islam dulu?'' Banna mengingatkan saat&lt;br /&gt;kegemilangan Umar, Ketua Pengawas Sekolah Taman Islam yang&lt;br /&gt;berwibawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syamil dan Faizi turut memberikan kata-kata perangsang untuk&lt;br /&gt;menaikkan semangat Umar agar kembali di atas jalan da'wah dan&lt;br /&gt;tarbiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Tadi, nak luruh jantung ana bila antum nampak maksiat yang&lt;br /&gt;ana buat. Tak tahu macam mana nak berhadapan dengan  Allah&lt;br /&gt;bila Allah nampakkkan semula maksiat tu di padangmahsyar&lt;br /&gt;nanti,'' Umar betul-betul menyesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Umar, bertaubatlah. Allah  Maha Pengampun. Manusia memang&lt;br /&gt;sentiasa ada kederhakaannya pada Allah, sebab tu lah kita&lt;br /&gt;hajat pada tarbiyyah untuk memelihara diri kita. Kita tak&lt;br /&gt;boleh hidup sorang-sorang di dunia yang banyak perangkapnya&lt;br /&gt;ni. Musang akan cepat menyambar kambing yang duduk&lt;br /&gt;sorang-sorang,'' Faizi mengatur kata. Umar memeluk Faizi.&lt;br /&gt;Seterusnya Dr Azmin, Syamil,Banna, Hanif dan Hizbi turut&lt;br /&gt;dirangkul erat. Jiwanya sebak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(aku bertuah kerana ada sahabat macam korang semua?Aku bosan&lt;br /&gt;dengan perjuangan, tapi aku tak pernah bosan ada kawan macam&lt;br /&gt;korang. Aku tahu, roh perjuangan yang aku cubalari darinya&lt;br /&gt;itulah yang menjadikan korang sebaik ini?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*************************************************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Keluarga Hanif merisik nti? Alhamdulillah? Bertuah nti&lt;br /&gt;kerana akan dapat sahabat kita nanti. Ana teringatkan kak&lt;br /&gt;Safar, kak Aisyah, kak Husna, kak Akmal dan kak Farah. Mereka&lt;br /&gt;semua sanggup tak kahwin lagi semata-mata menanti pinangan&lt;br /&gt;sahabat-sahabat kita. Bukan mereka tak laku, tapi mereka nak&lt;br /&gt;bersama orang yang boleh membawa mereka terus istiqomah di&lt;br /&gt;atas jalan tarbiyyah dan dakwah,'' Asiah Yusro tumpang gembira&lt;br /&gt;dengan berita yang terpancul dari mulut Maziah namun berita&lt;br /&gt;itu membawanya terkenang kepada beberapa orang sahibah&lt;br /&gt;sefikrah yang masih belum berumah-tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Ana pun ada mendengar tentang kak Akmal yang  dipaksa kahwin&lt;br /&gt;oleh keluarganya dengan seorang lelaki. Lelaki tu bukan dalam&lt;br /&gt;kalangan sahabat kita dan kurang pula kefahamannya tentang&lt;br /&gt;tarbiyyah dan da'wah,'' tambah Maziah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Kasihan kak Akmal. Dia mengalami konflik dengan keluarganya&lt;br /&gt;sekarang ni,. Sama-samalah kita doakan dia, Apa yang ana&lt;br /&gt;kesalkan,tak de sorangpun sahabat yang tampil berkorban untuk&lt;br /&gt;selamatkan kak Akmal sedangkan isu ni dan lama dibangkitkan,''&lt;br /&gt;Asiah Yusro bersuara kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Masakan tidak, ramai sahabat nak cari orang luar. Selalunya,&lt;br /&gt;dalam bab a'mal Islami yang lain kita boleh berpadu kefahaman&lt;br /&gt;dan tindakan tapi dalam bab memilih jodoh, ramai sahabat yang&lt;br /&gt;nak cari sendiri. Mereka tak nak lagi ambil Islam secara&lt;br /&gt;menyeluruh. Yang cantik je menjadi pilihan, yang kurang cantik&lt;br /&gt;dipinggirkan,'' Maziah mencebik bibir. Lipatan tudungnya&lt;br /&gt;dibetulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Betul. Sepatutnya mereka mengambil pengajaran daripada&lt;br /&gt;hadith yang menyuruh mereka lebih memandang agama seseorang&lt;br /&gt;gadis melebihi kecantikan, harta atau keturunannya. Semua itu&lt;br /&gt;akan pudar dan hilang kecuali iman si gadis,''  Asiah Yusro&lt;br /&gt;menyokong kata-kata Maziah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Tapi, tak semua sahabat begitu?nak tak nak, kita kena baik&lt;br /&gt;sangka juga dengan sahabat-sahabat kita. Tengok, ramai yang&lt;br /&gt;berjaya bina baitul da'wah mereka. Kita patut bersyukur kerana&lt;br /&gt;kita pun antara orang yang dilahirkan daripada baitul da'wah.&lt;br /&gt;Malah, berpeluang pula menjadi bekas pelajar di Sekolah Taman&lt;br /&gt;Islam bersama-sama kebanyakan generasi semaian baitul&lt;br /&gt;da'wah,''  Asiah Yusro berbaik sangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Tengoklah juga Hanif, dia tetap memilih sahibah?'' Asiah&lt;br /&gt;Yusra mengusik Maziah yang kelihatan terdiam seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Astargfirullah! Lagho ana nanti?'' Maziah membulatkan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Maaf, ana gurau je..'' Asiah Yusro tersenyum manis. Maziah&lt;br /&gt;geram diusik. Dia berfikir sesuatu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Yusro, nti pun tentu menjadi rebutan sahabat,'' Maziah pula&lt;br /&gt;yang mengusik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Ish, tak de lah. Siapalah ana?.'' Asiah Yusro merendah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Alah, bukan ana tak tahu, nti pernah dicuba sahabat tapi nti&lt;br /&gt;menolaknya,'' Tercengang Asiah Yusro mendengar kata-kata itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ya, Umar Al-Mujahid pernah merisikku. Tapi, aku tak pernah&lt;br /&gt;menolak. Aku cuma diam pada  risikannya. Jauh di sudut hati,&lt;br /&gt;aku harap dia faham bahawa diam itu tanda setuju)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Mana nti tahu?'' dia terkejut bila rahsianya terbongkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Umi nti kankawan baik umi ana. Umi nti yang cerita?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ni pun, mas'ulah kita, Dr. Sal ada minta biodata dan&lt;br /&gt;gambar nti, kan?! Dah tentu ada sahabat yang berkenan kat nti&lt;br /&gt;tu,''Maziah tertawa kecil melihat telatah Asiah Yusro yang&lt;br /&gt;mula tertunduk malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ingatan Asiah Yusro, terimbas kembali bagaimana Umar&lt;br /&gt;Al-Mujahid pernah beberapa kali menghantar mesej untuk merisik&lt;br /&gt;dirinya sebaik sahaja mereka dipertemukan kembali dalam&lt;br /&gt;universiti yang sama. Tetapi, mesej Umar terbengkalai tanpa&lt;br /&gt;apa-apa jawapan. Bukan Asiah Yusro tak sukakan Umar&lt;br /&gt;Al-Mujahid, namun dia terlalu terkejut dengan tindakan berani&lt;br /&gt;Umar. Justeru, dia mengabaikan mesej-mesej Umar begitu sahaja&lt;br /&gt;agar perasaan terkejutnya kembali tenang. Dia terkejut kerana&lt;br /&gt;dirisik oleh sahabat yang paling dikaguminya di Sekolah Taman&lt;br /&gt;Islam. Malah, dia sering melarikan diri daripada bertembung&lt;br /&gt;dengan Umar kerana terlampau malu. Hatinya resah.   Memang,&lt;br /&gt;Asiah Yusro tak dapat lagi menipu diru. Dia juga turut&lt;br /&gt;merasakan bahawa hatinya menaruh harapan terhadap Umar. Namun,&lt;br /&gt;hari-hari yang pantas berlalu, dia terus disibukkan dengan&lt;br /&gt;akademik, Kelab Penulisan, program-program tarbiyyah dan&lt;br /&gt;da'wah daripada berfikir soal itu. Dia langsung tidak&lt;br /&gt;mengambil tahu perkembangan Umar di universiti. Asiah Yusro&lt;br /&gt;terlampau menjaga hatinya agar tidak rosak, sakit dan mati&lt;br /&gt;kerana diracuni nama seorang lelaki. Baginya, cinta adalah&lt;br /&gt;ujian yang paling berat dan besar fitnahnya di alam remaja.&lt;br /&gt;Dia bermujahadah untuk tidak terjebak ke dalam sumur buta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Entah bagaimana keadaan Umar sekarang?masihkah dia setia&lt;br /&gt;menantiku? Ahh, ku tepis rindu ini! Aku yakin, dialah orang&lt;br /&gt;yang meminta biodataku dari Dr. Sal sebab tu aku tak kantanya&lt;br /&gt;Dr.Sal tentang hal ni. Moga,  Allah memudahkanku untuk membina&lt;br /&gt;baitul da'wah idaman bersamanya?) Asiah Yusro bermonolog&lt;br /&gt;sendiri. Memang sesekali hatinya tidak dapat mengelak daripada&lt;br /&gt;berfikir tentang Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maziah menyergahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Tiba-tiba berkhayal, ye?!Fikirkan masa depan? Jangan&lt;br /&gt;bimbang, nti wanita solehah, tentu mendapat suami yang soleh&lt;br /&gt;juga. Moga-moga di kalangan sahabat,'' Maziah mengusik. Dia&lt;br /&gt;pula mengimbas sesuatu. Ibunya berjumpa Dr. Sal dan ibu Asiah&lt;br /&gt;Yusro seminggu yang lepas. Ibu-ibu mereka berkawan baik dengan&lt;br /&gt;Dr. Sal sejak mereka sama-sama menuntut di universiti yang&lt;br /&gt;sama. Tujuan mereka adalah merisik Asiah Yusro untuk abangnya,&lt;br /&gt;Hassan Al-Banna. Namun, ianya diluar pengetahuan Asiah&lt;br /&gt;Yusro.Maziah sudah lama menduga abangnya menaruh hati terhadap&lt;br /&gt;teman baiknya sebelum abangnya itu  berani menyuarakan hasrat&lt;br /&gt;hati kepada ibu. Ibu merekalah yang telah meminta gambar dan&lt;br /&gt;biodata Asiah Yusro daripada mas'ulah Asiah Yusro iaitu Dr&lt;br /&gt;Sal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Bang Umar, baliklah pada Fika. Fika rindu abang Umar yang Fika kenali&lt;br /&gt;dulu,'' Fika terus memujuk rayu. Handset Umar sentiasa berirama dengan&lt;br /&gt;mesej dan panggilan daripada gadis itu.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Fika, kita dah tak de apa-apa lagi. Berapa kali orang nak cakap,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Abang, sampai hati abang! Takkan semudah ni abang nak tinggalkan Fika?&lt;br /&gt;Abang tak kasihankan Fika? Apa salah Fika pada abang?'' terdengar suara&lt;br /&gt;tangisan Fika. Hati Umar terusik.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Abang, Fika selalu jadi mangsa cinta lelaki. Selepas Fika dah menaruh&lt;br /&gt;harapan tinggi, senang-senang je lelaki nak tinggalkan Fika. Fika ingat&lt;br /&gt;Fika dah jumpa cinta sejati selepas menemui abang, tapi rupanya Fika silap.&lt;br /&gt;Abang pun sama macam jantan lain. Abang langsung tak kasihankan Fika?''&lt;br /&gt;Umar terus diracuni pujuk rayu dan tangisan Nur Syafika. Berbisa sungguh&lt;br /&gt;tangisan seorang wanita di hati seorang lelaki.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Fika, abang pun masih sayangkan Fika. Tapi, abang tak boleh terima bila&lt;br /&gt;perhubungan kita ni atas jalan yang salah, jalan yang Allah tak redhai.&lt;br /&gt;Abang mengakui, abang lemah menghadapi godaan Fika. Abang tak nak peristiwa&lt;br /&gt;tempoh hari berulang lagi. Fika harus faham, jika Fika sayangkan&lt;br /&gt;perhubungan ni, Fika kembalilah mencari Allah. Bila hati kita sama-sama&lt;br /&gt;mencari Allah, barulah kita masih ada peluang untuk hidup bersama,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Abang, bimbinglah Fika,''terus merayu.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Apa yang mampu abang lakukan. Pergaulan kita terbatas kerana kita adalah&lt;br /&gt;mahram. Kalau Fika betul-betul hajatkan bimbingan, Fika carilah seorang&lt;br /&gt;pelajar bernama Asiah Yusro. Abang yakin dia boleh bimbing Fika. Kalau tak&lt;br /&gt;silap abang, dia selalu hadiri kuliyah Tazkiyatul Nafs oleh Dr. Azmin&lt;br /&gt;setiap Ahad malam di department abang,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;                *********************************************************&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Banna, ana tak tahan bila selalu dipujuk Fika. Ana kasihan kat dia. Ana&lt;br /&gt;rasa nak kahwin dengan dia,'' Umar meluahkan kepada Banna ketika menziarahi&lt;br /&gt;Banna di biliknya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Umar, ana tengok nta tak pernah nak berkongsi dengan mas'ul kita tentang&lt;br /&gt;masalah nta ni tiapkali diadakan smart group. Kejap lagi Dr Azmin  datang.&lt;br /&gt;Masalah nta ni rumit. Nta perlu ada  syuur perkongsian dengan mas'ul kita.&lt;br /&gt;Insyaallah dia boleh bantu,''. Smart group minggu ini diadakan di bilik&lt;br /&gt;Banna. Selang beberapa minit mereka asyik berbual, Dr Azmin pun datang.&lt;br /&gt;Mereka bersalam berpelukan.  Tidak lama kemudian Hanif, Hizbi, Syamil dan&lt;br /&gt;Faizi turut menyusul. Kali ini, Umar berkongsi masalahnya dengan&lt;br /&gt;sahabat-sahabatnya dalam smart group. Setelah mendengar luahan Umar,&lt;br /&gt;masing-masing tampil memberikan hujah bernas untuk menolong Umar&lt;br /&gt;menyelesaikan masalahnya. Umar terharu dengan pandangan-pandangan ikhlas&lt;br /&gt;sahabat-sahabatnya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Umar, kita kena sedar matlamat kita yang nak dicapai. Perjalanan kita&lt;br /&gt;masih terlalu jauh dan berliku. Untuk mencapai matlamat mardhotillah yang&lt;br /&gt;kita idam-idamkan, kita perlukan teman yang solehah dalam membina baitul&lt;br /&gt;da'wah. Generasi yang nak dilahirkan adalah generasi yang boleh mewarisi&lt;br /&gt;da'wah kita ini,'' Syamil berhujah matang.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Kenapa nak cari orang luar sedangkan sahibah kita ramai yang tak kahwin&lt;br /&gt;lagi?'' Faizi menduga.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Sebenarnya, ana dah cubatackle sorang sahibah, tapi dia langsung tak&lt;br /&gt;layan. Ana tahu ana tak layak untuk sahibah tu. Dia terlalu baik untuk ana.&lt;br /&gt;Ana ni siapa, banyak dosa! Ana betul-betul serik nak tackle sahibah lagi.&lt;br /&gt;Mereka semua wanita mulia,'' wajah Asiah Yusro bermain di minda Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Nta terlalu cepat membuat kesimpulan daripada pengalaman yang nta lalui.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Mungkin cara nta tak berapa kena membuatkan sahibah tu belum terbuka lagi&lt;br /&gt;untuk menerima nta saat tu. Nta patut cubalagi dengan perantaraan mas'ul&lt;br /&gt;kita atau ibubapa. Mungkin cara tu lebih syaro' dan boleh diterima&lt;br /&gt;olehnya,'' Banna menasihatkan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Ye, kita kena jaga syaro'. Lelaki tak boleh dekati perempuan dan&lt;br /&gt;perempuan tak boleh dekati lelaki terlalu rapat walaupun dah bertunang&lt;br /&gt;sekalipun. Hanya perkahwinan yang menghalalkan semua tu.'' Faizi menyokong.&lt;br /&gt;Umar terdiam seketika.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Ana sedar. Itulah dosa yang ana buat dengan Fika. Semuanya setelah ana&lt;br /&gt;putus asa tackle sahibah tu. Kalaulah ana masih di Sekolah Taman Islam,&lt;br /&gt;tentu ana tak jadi macam ni,'' sesalan Umar tidak sirna.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Umar, kat sini baru kita boleh nampak kualiti sebenar diri kita. Kita&lt;br /&gt;harus sedar bahawa kita takkan selamanya berada dalam suasana seperti di&lt;br /&gt;Taman Islam. Di sinilah kita perlu berperanan untuk mengubah apa jua&lt;br /&gt;suasana yang kita lalui dan menjadikannya sebagai suasana mendidik, suasana&lt;br /&gt;tarbiyyah. Kita tak nak larut dengan suasana, seterusnya menjadi sembelihan&lt;br /&gt;kepada sistem,'' Syamil tak lupa memainkan peranannya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Ana rasa nta tak boleh go on dengan Fika walaupun dia kata dia nak&lt;br /&gt;berubah. Nta ibarat permata yang gemilang untuk Islam. Nta kena cari&lt;br /&gt;sahibah,'' Hizbi mengemukakan pendapat peribadinya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Apa pendapat Dr.?'' Hizbi bertanya pendapat Dr. Azmin yang cuma diam&lt;br /&gt;berfikir. Mas'ul sudah tentu banyak pengalaman.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Ana malu nak menyuruh nta cari sahibah kerana ana sebagai mas'ul pun cari&lt;br /&gt;orang luar dulu. Tapi Alhamdulillah, dia dah mula ada kesedaran tarbiyyah&lt;br /&gt;dan da'wah. Tambah-tambah lagi bila ana kahwin lagi satu dengan seorang&lt;br /&gt;sahibah. Banyak dia dapat manfaat daripada isteri kedua ana. Alhamdulillah&lt;br /&gt;mereka boleh hidup rukun damai, sama-sama berusaha mencetak pewaris da'wah&lt;br /&gt;daripada zuriat kami,'' mas'ul mereka meluahkan. Mereka semua memandang&lt;br /&gt;tepat anak mata Dr Azmin yang jernih berkaca.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Walaubagaimanapun, ana sangat-sangat bersetuju dengan saranan untuk&lt;br /&gt;mencari sahibah sebagai sayap kiri perjuangan. Ana dah lalui, kahwin dengan&lt;br /&gt;orang luar dan sahibah ni banyak bezanya. Bayangkan wanita yang tak lalui&lt;br /&gt;tarbiyyah dan kurang persiapan Islam menyebabkan beban da'wah kita lebih&lt;br /&gt;berat dalam baitul da'wah. Tarbiyyah untuk zuriat kita pun akan turut&lt;br /&gt;tergugat. Siapa lagi kalau bukan kita yang terpaksa pikul semua tu?'' Dr&lt;br /&gt;Azmin berkongsi pengalaman berharga.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Sekarang ni pun, ada beberapa orang sohibah kita yang masih tak kahwin.&lt;br /&gt;Siapa lagi yang nak selamatkan mereka daripada terlepas ke tangan orang&lt;br /&gt;yang tak faham tarbiyyah dan da'wah kalau bukan kamu semua?'' Masing-masing&lt;br /&gt;terdiam.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Antum semua dah di tahun akhir. Perkahwinan makin dekat dengan antum.&lt;br /&gt;Sekarang ni, ada seorang sohibah yang dipaksa kahwin oleh orangtuanya yang&lt;br /&gt;kurang faham. Dia lebih tua dari antum. Orangnya tak de rupa sangat, tapi&lt;br /&gt;agamanya, Masyallah?.. Adayang sanggup?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Ana!'' serentak Syamil, Faizi dan Hizbi menyanggupi. Banna, Umar dan&lt;br /&gt;Hanif terdiam seolah-olah sudah ada pilihan hati. Dr Azmin tersenyum.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Bagus. Ramai yang sanggup. Ramai sahibah yang kanterselamat jika sahabat&lt;br /&gt;seperti kamu sanggup mengorbankan kepentingan diri. Kita tak boleh memilih&lt;br /&gt;dengan mengikut suara nafsu. Nafsu sudah tentu nakkan yang cantik dan&lt;br /&gt;pandai menggoda sahaja. Di mana kita letakkan matlamat kita ketika tu?'' Dr&lt;br /&gt;Azmin membuka minda mereka.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Ana sebenarnya bukan tak nak kahwin sahibah tapi?'' Hanif meluahkan isi&lt;br /&gt;hati sambil memandang wajah Banna. Sudah lama dia memendam rasa tidak puas&lt;br /&gt;hati apabila keluarganya merisik adik kembar Banna untuknya. Banna&lt;br /&gt;mengkeriukkan dahi. Hanif faham Banna pelik dengan kenyataannya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Teruskan Hanif?.'' Sambung Banna, penuh minat untuk tahu.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Entahlah, ana tak sangka keluarga ana berkenan dekat Maziah, adik Banna.&lt;br /&gt;Zaman kecil-kecil dulu, ketika keluarga kami saling menziarahi, ana selalu&lt;br /&gt;ejek Maziah sebab selalu pakai baju terbalik. Pakai kain pulak senget. Masa&lt;br /&gt;zaman sekolah menengah pulak, ana tahu Maziah jenis tak suka belajar masak.&lt;br /&gt;Kebanyakan sahibah ni aktif, tentu ramai yang tak pandai masak. Rasa tak&lt;br /&gt;percaya bila ana kena jadi suaminya,'' Hanif mengkritik tanpa berselindung.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Fathil separuh gila sukakan Maziah, dia ni pulak nak sia-siakan peluang.&lt;br /&gt;Entah, tak faham aku dengan dunia ni!)hati Umar berbisik.'&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Takkan itu alasan nta untuk menolak seorang sahibah, tak bersangkut paut&lt;br /&gt;langsung dengan maslahah da'wah. Itu zaman kecil. Nta pun apa kurang&lt;br /&gt;nakalnya. Nta terlalu banyak berprasangka negatif. Kalau sekarang ni pun&lt;br /&gt;nta masih tak puas hati dengan sebarang kekurangan Maziah, nta perlu&lt;br /&gt;selidik dan nta perlu cari jalan untuk menegur secara hikmah. Ana yakin&lt;br /&gt;adik ana boleh menerima teguran kerana dia seorang wanita yang ditarbiyyah.&lt;br /&gt;Ana boleh menjadi perantaraan nta dan Maziah,'' Banna membetulkan persepsi&lt;br /&gt;kolot Hanif terhadap seorang sahibah. Bukan kerana sohibah itu adiknya tapi&lt;br /&gt;itulah hakikat yang perlu disampaikan. Dia lebih kenal Maziah.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Ana tahu Maziah tiada kurangnya. Sebenarnya, ana ada sebab lain. Ana rasa&lt;br /&gt;suka kat seorang sahibah yang ana rasa mustahil ana boleh dapat dia. Terus&lt;br /&gt;ana rasa tak de mood nak cari sahibah,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Nta ni Hanif?kenapa buat kesimpulan sebelum berbincang. Cepat benar nta&lt;br /&gt;kata mustahil. Nta kanada mas'ul. Kenapa tak bagitahu ana? Ana boleh&lt;br /&gt;aturkan,''Dr Azmin bersuara.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Tak.Ana rasa ana memang tak layak untuk dia. Dia cantik, ana tak. Dia&lt;br /&gt;putih, ana hitam. Dia?.''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Huh, cantik jugak yang dipandangnya dulu. Itu suara nafsu nta, Hanif,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Maksud ana dia ada segalanya, cukup 4 ciri wanita yang Rasulullah&lt;br /&gt;sebutkan?.malah, kuat pegangan agama dan beramal dengannya! Ana sedar ana&lt;br /&gt;tak layak untuknya,'' Hanif membela hujahnya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Siapa?'' Dr Azmin ingin tahu.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Asiah Yusro?'' Hanif tidak segan silu memberitahu. Mata Banna dan Umar&lt;br /&gt;terbeliak.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Asiah Yusro???) hati mereka seakan tidak percaya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Dr. Azmin memandang Banna. Banna sudah terlebih awal memberitahunya bahawa&lt;br /&gt;dia sukakan gadis itu. Malah, Dr. Azmin sudahpun berbincang perkara itu&lt;br /&gt;dengan mas'ulah Asiah Yusro iaitu Dr. Sal.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Jam menunjuk tepat angka 11 malam. Kuliyah Tazkiyatul Nafs yang&lt;br /&gt;dikendalikan oleh Dr. Azmin baru sahaja berakhir. Mata Fika sejak tadi liar&lt;br /&gt;memerhati Fathil dan Umar yang turut menghadiri kuliyah itu. Seorang lelaki&lt;br /&gt;yang duduk di sebelah Fathil menarik perhatiannya. Dia menjeling beberapa&lt;br /&gt;kali wajah lelaki itu dan kemudian menjeling wajah seorang gadis di&lt;br /&gt;sebelahnya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Wah, mirip benar! Dah lah sama hensem dan cantik. Adik beradik kembar ke&lt;br /&gt;ni?) fikiran Fika jauh mengelamun sejak tadi. Sedikit pun pengisian Dr.&lt;br /&gt;Azmin tidak dihiraukannya. Dia menghadiri program tapi hatinya tak hadir&lt;br /&gt;sama, akibatnya tarbiyyah tak berjalan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Entahlah kenapa aku datang ke sini, mungkin kerana Umar? atau kerana Asiah&lt;br /&gt;Yusro yang Umar katakan .Aku sorang je yang pakai seluar. Ni bukan tempat&lt;br /&gt;yang sesuai untuk orang macam aku!!!)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Eh, nampak intim je Fathil dengan lelaki tu. Kalau dulu aku kenal Umar&lt;br /&gt;kerana Fathil, kali ni, aku mesti goda Fathil supaya kenalkan aku dengan&lt;br /&gt;lelaki ni pulak. Bolehlah lelaki ni jadi back up andai satu ketika Umar&lt;br /&gt;tinggalkan aku)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Fathil memang menjadi intim dengan Banna selepas peristiwa pergaduhan&lt;br /&gt;mereka. Mungkinkah ada udang di sebalik batu atau hatinya terpaut dengan&lt;br /&gt;peribadi mulia Banna?&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Tatkala menyedari pelajar-pelajar yang menghadiri kuliyah itu mula bangun&lt;br /&gt;beredar , Fika memberanikan diri menegur gadis di sebelahnya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Maaf, tumpang tanya. Err, saya Fika. Awak kenal Asiah Yusro dalam bilik&lt;br /&gt;kuliyah ni?'' Maziah tersenyum.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Saya Maziah. Asiah Yusro?.hah, yang baru bangun dari kerusi depan tu,''&lt;br /&gt;Maziah menunding jari. Senyumannya masih tak lekang. Gembira dapat&lt;br /&gt;menolong.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Oh, yang pakai tudung labuh warna kelabu tu?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Err, macam ustazah!)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''A'ah. Jom! Boleh saya kenalkan awak dengannya..''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Err, tak pe lah. Saya?.'' Fika segan melihat perwatakan Asiah Yusro.&lt;br /&gt;Namun hatinya mendesak untuk berhadapan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Alah, jangan risau. Dia baik, jom?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(keranamu Umar?) Fika akur dengan ajakan Maziah. Maziah lantas&lt;br /&gt;mempertemukan Fika dan Asiah Yusro.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Asiah Yusro tersenyum ramah menerima perkenalan yang tidak disangka itu.&lt;br /&gt;Maziah beredar meninggalkan mereka. Dia ingin berjumpa abangnya Banna&lt;br /&gt;kerana ada urusan peribadi.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Tak sangka boleh jumpa awak?'' Fika memulakan perbualan selepas saling&lt;br /&gt;berkenalan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Saya pun terharu sebab awak sudi nak berkenalan dengan saya. Semua ni&lt;br /&gt;aturan Allah. Macam mana awak boleh kenal saya?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Asiah Yusro, unik nama kau. Orangnya pun manis. Patutlah Umar tak berapa&lt;br /&gt;nak layan aku lagi. Mungkin gara-gara kau, perempuan perampas!)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Awak kenal Umar Al-Mujahid?'' Fika bertanya, mengabaikan persoalan Asiah&lt;br /&gt;Yusro.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Awak kenal Umar Al-Mujahid?" Fika bertanya, mengabaikan persoalan Asiah&lt;br /&gt;Yusro.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Kenal," ringkas jawapannya. Asiah Yusro kehairanan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Macam mana boleh kenal?" lagak Fika bagaikan seorang peguam sedang&lt;br /&gt;menyoal pesalah di kandang saksi. Nadanya mendatar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Dia satu sekolah dengan saya dulu,"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Takkan kenal sebagai kawan satu sekolah je kot..awak bercinta dengannya?"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Err.." Asiah Yusro teragak-agak menjawab soalan itu. Pelik!&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Mm, awak tak perlu jawab soalan tu. Dari riak wajah awak pun saya tahu&lt;br /&gt;awak memang bercinta dengannya..". Asiah Yusro menafikan tuduhan yang tidak&lt;br /&gt;berasas itu. Gosip liar ini boleh mencemar nama baiknya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Ya, aku sukakan Umar. Tapi, kami tak pernah bercinta..)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt; Fika terus bertindak berani melemparkan tuduhan yang dicipta oleh&lt;br /&gt;mindanya. Semuanya satu sangkaan semata-mata.  Malah, dihamburkan dengan&lt;br /&gt;kata-kata berbaur fitnah yang menyakitkan. Dia cukup cemburu dan curiga&lt;br /&gt;dengan gadis itu. Baginya, perempuan yang terpancul namanya di mulut Umar&lt;br /&gt;ini telah meracuni cintanya. Kehadirannya boleh mengancam kebahagiaan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Cis, kau suruh aku mendapat bimbingan daripada si perampas ni, Umar?!&lt;br /&gt;Mustahil! Aku tak perlukan bimbingan sesiapa hatta diri kau sendiripun,&lt;br /&gt;Umar. Aku sudah seronok dengan gayahidupku. Tak ada sesiapa berhak&lt;br /&gt;mengajarku!) Fika sebenarnya langsung tidak berminat untuk mendapat&lt;br /&gt;bimbingan sesiapa. Kata-katanya di hadapan Umar cumalah madah berhelah&lt;br /&gt;semata-mata. Pada malam itu, Asiah Yusro dijadikan mangsa untuknya&lt;br /&gt;melepaskan tekanan perasan yang meluat-luat dengan kerenggangan&lt;br /&gt;perhubungannya dan Umar. Asiah Yusro tenang menghadapi semua itu. Walaupun&lt;br /&gt;teruk dihina dan dinista namun dia masih mampu tersenyum kerana meyakini&lt;br /&gt;Allah Maha Mengetahui segala-galanya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Kasihan dia. Entah dari mana didengarnya cerita yang bukan-bukan ni. Tak&lt;br /&gt;mengapalah, aku yakin Allah sengaja datangkan semua ni untuk mengujiku.&lt;br /&gt;Ujian itu tanda sayangnya Allah padaku) Asiah Yusro terus tabah. Hatinya&lt;br /&gt;tak putus-putus berzikir, berbaik sangka dengan ujian Allah.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Gila perempuan ni! Kenapa kau senyum pula? Kerana kau puas merampas Umar&lt;br /&gt;daripada aku? Huh, jangan mimpi lah perempuan. Umar tetap akan jadi hak&lt;br /&gt;aku)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Bang, Fika terseksa bila abang buat Fika macam ni. Fika ajak abang jumpa&lt;br /&gt;kejap pun abang tolak. Dah lah tu, abang jarang-jarang je jawab panggilan&lt;br /&gt;Fika. Abang dah benci Fika ke?"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Fika, abang nak kembali pada kehidupan bersama kawan-kawan abang. Abang&lt;br /&gt;rasa lebih tenang bersama mereka. Dulu, abang cubatinggalkan mereka tapi&lt;br /&gt;hidup abang jadi tak tenteram,".&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Mereka lebih penting daripada Fika?". Umar terdiam. Sukar bibirnya&lt;br /&gt;melepaskan ucap.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Abang akui, abang tak boleh lupakan Fika,".&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Abang, jawab soalan Fika! Mereka lebih penting daripada Fika?"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Ya, Fika!" terperanjat Fika dengan jawapan yakin Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Menyampah! Fika benci abang! Fika benci semua lelaki! Fika boleh jadi&lt;br /&gt;gila kalau macam ni. Jangan terkejut kalau Fika bunuh diri."&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Fika, jangan jadi bodoh! Fika ingat bunuh diri tu boleh selesaikan&lt;br /&gt;masalah? Berlambak lagi masalah dalam alam barzakh. Fika cakap, Fika nak&lt;br /&gt;berubah dan perlukan bimbingan. Fika dah cari Asiah Yusro seperti yang&lt;br /&gt;abang suruh?"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Abang, kenapa Fika perlu cari perempuan tu? Fika tahu, kawan yang lebih&lt;br /&gt;penting dari Fika yang abang maksudkan tadi ialah dia. Abang tak perlu&lt;br /&gt;berdalih lagi. Abang sengaja nak sakitkan hati Fika. Abang suruh Fika&lt;br /&gt;mencari orang yang telah merampas abang dari Fika?! Kalau Fika cari pun,&lt;br /&gt;Fika akan ajar dia!" hati yang sarat dendam tersurat daripada kata-kata&lt;br /&gt;Fika.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Astargfirullah. Fika, tak baik sangka yang bukan-bukan. Abang cuma&lt;br /&gt;berharap agar Fika boleh menerima bimbingan darinya...untuk kebaikan Fika&lt;br /&gt;juga,"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Kenapa dia yang harus bimbing Fika? Kenapa tidak abang?"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Perempuan ni sebenarnya belum bersedia ditarbiyyah. Dia ada niat lain.&lt;br /&gt;Hatinya berajakan nafsu. Ini boleh menjadi hijab untuknya menerima hidayah.&lt;br /&gt;Dia perlu ada kesediaan hati dan keikhlasan niat)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Fika, Fika perlu ikhlaskan niat kalau nak kebaikan. Ini bukan nokhtah&lt;br /&gt;bidayah  atau titik mula yang betul untuk berubah. Matlamat tak&lt;br /&gt;menghalalkan cara. Abang tak boleh nak bimbing Fika sebab fitnah bagi hati&lt;br /&gt;abang dan Fika jauh lebih hebat nanti. Jalan ni tak syaro'. Kita juga yang&lt;br /&gt;terhijab dari hidayah Allah, rugilah kita!"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Tapi bang, Fika dah pun berjumpa Asiah Yusro. Dia tak sanggup terima Fika&lt;br /&gt;untuk dibimbing. Fika ni terlalu kotor pada pandangannya. Macam-macam&lt;br /&gt;dihinanya Fika. Dia seakan jijik melihat pakaian Fika. Fika tahu Fika tak&lt;br /&gt;semulia dia, tapi salahkah Fika mengharapkan bimbingannya? Bang, hati Fika&lt;br /&gt;benar-benar terguris dengan sikapnya. Fika tak nak jumpa dia lagi. Fika&lt;br /&gt;serik," Fika berbohong dengan esak tangis yang dibuat-dibuat untuk&lt;br /&gt;mencairkan hati Umar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Boleh percaya ke perempuan ni?) Umar ragu-ragu.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Bang, kasihanlah pada Fika. Fika benar-benar ikhlas perlukan bimbingan.&lt;br /&gt;Abang bimbinglah Fika. Fika akan sanggup lakukan apa saja yang abang suruh.&lt;br /&gt;Kalau abang nak suruh Fika pakai pakaian macam Asiah Yusro pun, Fika akan&lt;br /&gt;pakai. Fika hanya perlukan bimbingan abang!"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Ahh, jangan buat sesuatu kerana abang! Semua amal kena ikhlas kerana&lt;br /&gt;Allah. Kalau Fika nak ubah cara berpakaian Fika pun, perlu dengan ilmu dan&lt;br /&gt;hujjah, bukan ikut-ikutan atau disuruh orang,"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Bang, Fika akui Fika jahil tentang semua tu. Bagaimana Fika boleh berubah&lt;br /&gt;tanpa bimbingan orang seperti abang? Bang, tolonglah.. Fika rasa Fika perlu&lt;br /&gt;sangat-sangat jumpa abang. Fika nak pinjam buku-buku agama yang abang&lt;br /&gt;miliki. Fika betul-betul nak berubah, bang! Jangan biarkan Fika hanyut.&lt;br /&gt;Kasihanilah Fika.."&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Pujuk rayu Fika berjaya juga mengusik hati Umar. Dia tewas untuk kesekian&lt;br /&gt;kalinya. Pertemuan akhirnya diatur dengan Fika.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Kenapa rasa tak sedap hati ni? Asyik nampak muka Banna dan yang lain-lain&lt;br /&gt;je. Ucapan-ucapan aku kat Sekolah Taman Islam pula, selalu kedengaran kat&lt;br /&gt;telinga ni. Adaapa-apa yang akan berlaku ke nanti? Allah redho ke tak ni?)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Alah, aku jumpa Fika pun untuk bantunya pada kebaikan. Sekejap je. Bukan&lt;br /&gt;nak buat apa-apa yang tak baik)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Hati Umar sedang diperangi bisikan-bisikan antara syaitan dan malaikat.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Umar mencari-cari kelibat Fika. Kedudukan orang ramai berselerak di sungai&lt;br /&gt;Ulu Yam menyukarkannya menemui Fika. Sudah setengah jam Umar menanti. Dia&lt;br /&gt;membuka beg galas yang disandangnya, mencari handset. Dia ingin membuat sms&lt;br /&gt;kepada Fika. Namun, handsetnya tiada.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Eh, macam mana boleh hilang?) Otak Umar ligat berfikir. Dia cubamengimbas&lt;br /&gt;kembali kali terakhir dia memegang handsetnya. Memang sah, dia&lt;br /&gt;meletakkannya di dalam beg itu.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Peliknya..macam mana boleh hilang? Dicuri penyeluk saku kah?)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Astargfirullah. Mungkin ini balasan Allah. Handset tu selalu aku gunakan&lt;br /&gt;untuk tujuan maksiat. Aku dah salah gunakan teknologi sms. Allah Maha Halus&lt;br /&gt;ujian-Nya, mungkin Dia tak nak aku buat maksiat lagi...mungkin inilah tanda&lt;br /&gt;cinta-Nya) Umar terkenang akan dosa-dosanya. Di saat-saat susah begitu,&lt;br /&gt;Umar pantas teringatkan Allah. Dadanya sebak mengenangkan cinta Allah yang&lt;br /&gt;sentiasa hadir bersamanya walaupun dia cubamenderhaka lagi. Penyayang-Nya&lt;br /&gt;Allah.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Semakin jauh ku dari-Mu, semakin dekat pula Kau menghampiri daku..&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Oh, Tuhan Yang Maha Pengasih, siapalah diriku di pandangan-Mu.." Lidah Umar&lt;br /&gt;mengungkap sepotong nasyid. Kemudian, Umar termenung di tepi sungai Ulu&lt;br /&gt;Yam, di atas sebuah batu besar. Dia tidak lagi terfikir untuk mencari Fika.&lt;br /&gt;Wajahnya kelihatan risau.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Handset hilang. Pedih menerima satu kehilangan.  Hati jadi sedih. Ahh,&lt;br /&gt;bodohnya aku! Kenapa aku tak merasai kehilangan seperti ini ketika aku&lt;br /&gt;cubalari dari hidayah Allah dulu??? Bertahun-tahun hidupku tak keruan. Aku&lt;br /&gt;tak menyumbang apa-apa untuk agama Allah. Siapa yang nak bayar harga&lt;br /&gt;kerugian itu? Aku kehilangan rahmat dan hidayah Allah kerana aku sendiri&lt;br /&gt;cuai menjaganya. Baru aku sedar bahawa aku tak cukup ikhlas mencari hidayah&lt;br /&gt;Allah di Taman Islam. Hatiku ada hijab. Aku lebih mendamba cinta Asiah&lt;br /&gt;Yusro daripada cinta Allah.  Aku remehkan soal keikhlasan hati dan mazmumah&lt;br /&gt;yang ada tak sepenuhnya kukikis. Kubiarkan ia bersarang. Akhirnya, ia&lt;br /&gt;merebak dan meracuni hati.Lalu, Allah asingkan aku dari rahmat-Nya&lt;br /&gt;seketika. Azab rasanya! Aku lemas dalam lautan cinta buta yang sementara.&lt;br /&gt;Mujurlah, Dia masih sudi memimpinku kembali. Aku tahu, cinta-Nya padaku tak&lt;br /&gt;pernah bertepi. Cuma aku yang tak menghargai.Cukuplah...aku tak mahu&lt;br /&gt;kehilangan lagi. Ya Allah, Kaulah cintaku!) Hati Umar bermadah pilu. Rasa&lt;br /&gt;kehambaan berkunjung datang. Rahmat Tuhan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Tiba-tiba...&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Tiba-tiba...&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Uwarghhhhhhhh...." Fika menyakat Umar dari belakang. Wajahnya ceria.&lt;br /&gt;Pakaiannya seksi menggoda. Rambutnya lurus melepasi bahu, diwarnakan&lt;br /&gt;perang. Kedua-dua tangannya erat memegang bahu Umar. Umar segera menepis&lt;br /&gt;kasar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Hey, tak boleh sentuh lah!"&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Alah, bang! Fika tak sentuh kulit abang pun, kena baju je," Fika merengek&lt;br /&gt;manja.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Perbuatan tu tetap berdosa! Fika tak takut Allah?" suara Umar meninggi.&lt;br /&gt;Setinggi suaranya mengeluarkan arahan sebagai Ketua Pengawas di Sekolah&lt;br /&gt;Taman Islam dulu. Dia tidak mahu tertewas lagi.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Abang marah Fika? Fika dah tekad, Fika nak bunuh diri!" Fika terus&lt;br /&gt;bertindak melompat ke dalam sungai Ulu Yam dan mula terkapai-kapai meminta&lt;br /&gt;tolong. Umar panik. Tanpa berfikir panjang, dia terus terjun untuk&lt;br /&gt;menyelamatkan Fika. Fika memeluk erat tengkuk Umar sambil ketawa&lt;br /&gt;berdekah-dekah.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha.. Hari tu abang kata Fika bodoh sebab nak&lt;br /&gt;bunuh diri. Tengok hari ni, abang pun bodoh jugak sebab percaya Fika lemas.&lt;br /&gt;Sungai Ulu Yam ni ceteklah, bang. Mana boleh lemas!".&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Umar tertipu. Dia bertekad untuk bertindak tegas dengan gadis itu kali ini.&lt;br /&gt;Dia cubamelepaskan dirinya daripada pelukan Fika.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Biar abang rasakan hangatnya cinta Fika. Fika takkan lepaskan abang kali&lt;br /&gt;ni. Tak de lelaki yang pernah menang dengan pelukan Nur Syafika. Ha ha ha&lt;br /&gt;ha  ha haâ" pelukan Fika semakin erat. Mereka bergelut di dalam air.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Fika, jangan paksa abang berkasar dengan perempuan," Umar memberi amaran.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Abang, jangan tipu diri sendiri. Dengar suara hati..abang bahagia dipeluk&lt;br /&gt;Fika macam ni, kan?! Ha ha ha ha ha". Umar hilang kawalan. Dia geram lalu&lt;br /&gt;menampar pipi Fika sekuat hati. Tenaga lelakinya membuatkan mulut Fika&lt;br /&gt;berdarah. Fika terkesima, terdiam dari tawanya. Umar segera mencari&lt;br /&gt;daratan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Mulai saat ni, aku tak nak lagi kau ada dalam hidup aku. Syaitan!" Umar&lt;br /&gt;mampu berkata 'tidak' kepada nafsunya kali ini.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Abang.."Fika menangis teresak-esak. Fika berlari dari dalam air lantas&lt;br /&gt;mengejar Umar. Pakaiannya yang agak ketat semakin melekat di badan kerana&lt;br /&gt;basah kuyup. Tergoda iman lelaki.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Fika berjaya mendapatkan Umar lalu dipeluknya kaki Umar seerat mungkin.&lt;br /&gt;Badannya direbahkan ke tanah. Umar tidak dapat meneruskan langkah. Dia&lt;br /&gt;tidak sampai hati menolak Fika dengan kakinya. Di tambah pula dengan&lt;br /&gt;tangisan Fika berjaya melembutkan hatinya daripada berkasar lagi. Dia&lt;br /&gt;menyesal kerana mencederakan gadis itu. Aksi itu menjadi tarikan&lt;br /&gt;pelawat-pelawat yang lain. Fika tidak menghiraukan mata-mata yang asyik&lt;br /&gt;memerhati. Dia masih menangis dan terus memujuk rayu.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Fika, abang minta maaf kerana tampar Fika. Abang tak patut buat macam&lt;br /&gt;tu!" Umar melembutkan suara.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Abang, Fika tak kisah semua tu. Kalau abang nak bunuh Fika sekalipun,&lt;br /&gt;Fika akan menyerah diri. Fika cuma sayangkan abang. Abang, dengarlah suara&lt;br /&gt;hati Fika ni, Fika cintakan abang.." tangisan Fika terus berlagu hiba.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Ahh, aku kena kuat untuk berkata 'tidak'.)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Fika, bangunlah..." Fika akur dengan suruhan Umar. Hatinya menyangka Umar&lt;br /&gt;telah termakan pujukan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Fika, dengar sini..abang terpaksa buat dua pilihan antara cinta Fika dan&lt;br /&gt;cinta Allah. Abang memilih cinta Allah! Abang harap, abang akan bebas dari&lt;br /&gt;bayangan Fika. Abang tak nak jumpa Fika lagi. Cukuplah dengan dosa-dosa&lt;br /&gt;kita selama ni. Pesan abang yang terakhir, ingatlah...cinta Allah takkan&lt;br /&gt;mengecewakan!" Umar berlalu meninggalkan Fika.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Tangisan Fika semakin teresak-esak kedengaran.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Bang Umar, sampai hati abang! Fika tetap sayangkan abang sampai&lt;br /&gt;bila-bila" laungan Fika tersekat-sekat dalam esak tangisnya. Umar memejam&lt;br /&gt;mata seketika. Hati Umar sangat simpati terhadap Fika.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Ah, tidak! Tidak! Tidak!) nafsunya dibantah tegas. Kakinya laju melangkah&lt;br /&gt;tanpa sedikit pun menoleh ke belakang.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Abang, Fika perlukan abang. Fika cintakan abang..." Fika menjerit tak&lt;br /&gt;keruan. Bagaikan orang gila lagaknya. Tiba-tiba langkah Umar terhenti.&lt;br /&gt;Perlahan-lahan dia menoleh ke belakang. Kakinya melangkah kembali kepada&lt;br /&gt;Fika. Adakah Umar kantewas lagi?&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Fika tersedu-sedan melihat Umar berpatah balik menuju ke arahnya. Bibirnya&lt;br /&gt;cubamencipta senyuman. Air mata yang laju membanjiri pipi cubaditahan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Abang, Fika tahu abang kankembali pada Fika. Cinta kita cinta sejati.."&lt;br /&gt;Fika tak nak kehilangan abang lagi." Fika terharu. Tangannya dibuka untuk&lt;br /&gt;menyambut kepulangan Umar ke sisinya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Abang...baliklah pada Fika. Fika cintakan abang!" lidahnya terus merayu.&lt;br /&gt;Langkah Umar semakin menghampirinya. Fika memejamkan mata dan tanganya&lt;br /&gt;masih terbuka supaya Umar boleh masuk ke dalam dakapannya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Fika, buku-buku ni untuk Fika! Selepas ni, abang langsung tak mengenali&lt;br /&gt;Fika yang buruk perangainya seperti ini. Abang harap Fika boleh berubah&lt;br /&gt;menjadi Nur Syafika yang baru. Carilah cinta Allah...di situlah Fika&lt;br /&gt;kantemui cinta sejati yang Fika cari-cari selama ini.." selepas itu langkah&lt;br /&gt;Umar tidak terhenti lagi.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Arghhhhhhhhhhh. Abang..Fika cintakan abang!" Fika menjerit sekuat hati.&lt;br /&gt;Dilemparkan semua buku-buku pemberian Umar ke dalam sungai. Umar tidak&lt;br /&gt;menghiraukan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Langkahku kali ini langkah Mujahid, pantang berundur! Ya Allah, terima&lt;br /&gt;kasih kerana memberikan aku kekuatan ini. Kekuatan yang pernah Kau berikan&lt;br /&gt;kepada Yusof menghadapi Zulaikha. Aku memang hajat pada tarbiyyah&lt;br /&gt;berterusan untuk terus mendapat kekuatan. Dunia ini terlalu dusta dan&lt;br /&gt;menggoda, hanya jalan tarbiyyah boleh menyelamatkan aku dari murka-Mu. Ya&lt;br /&gt;Allah, aku takut mengahdapi ujian hari esok. Tolonglah berikanku kekuatan,&lt;br /&gt;aku tidak mahu tewas lagi. Aku berjanji takkan cubameninggalkan jalan&lt;br /&gt;tarbiyyah dan da'wah ini seperti dulu. Cukuplah sekali aku pernah tertipu&lt;br /&gt;dek nafsu. Akan kuperangi suara nafsu habis-habisan sebagai seorang mujahid&lt;br /&gt;laksana garangnya Umar di medanperang. Akulah Umar Al-Mujahid!)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Umar, Dr. Sal kirim suratkat nta," Banna menghulurkan sepucuk surat.&lt;br /&gt;Selepas itu dia masuk ke compartment Fathil dan rancak berbual-bual.&lt;br /&gt;Persahabatan Banna dan Fathil makin erat terjalin saban hari. Umar&lt;br /&gt;mengkeriukkan dahi. Keningnya diangkat. Dia membuka lipatan suratitu dengan&lt;br /&gt;berhati-hati.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Apasal pulak Dr. Sal tulis suratkat aku?)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;KEBABASAN ADALAH UJIAN KETAHANAN IMANMU&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Kau maukan seseorang&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Memenuhi hatimu&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Kerana kini kau bebas tidak seperti dulu&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Dulu kau disekat dijaga&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Maka kau pun boleh jaga juga&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Tetapi kini kau bebas&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Tak boleh jaga nampaknya&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Satu demi satu tersungkur&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Atau sekurang-kurangnya tumbang&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Atau sekurang-kurangnya kecundang&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Tidak ramai yang boleh jaga&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Cinta bermaharajalela&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Tiada tujuhala&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Ingatlah kau dari sekolah mana&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Sbt sbh mempunyai harapan yang tinggi&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Kami mempunyai impian&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Yang kami mahukan kamu semua memahaminya&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Kami mahukan anak-anak semua&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Meneruskan kegigihan kami&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Menegakkan kalimah itu&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Jangnlah leka nak&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Janganlah kau ikutkan nafsu nak&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Kau belum tahu penanganan dunia ini&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Bukankah kau selalu mendengar nasihat di sekolah itu&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Telah lupakah kau?&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Semuanya?&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Kanbelum lama kau keluardarinya&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Di merata tempat&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Disana sini&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Ramai wakil-wakil kami&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Yang ingin membantumu&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Apakah responmu semua?&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Positivekah?&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Atau kau yang mengelak?&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Hati Mama luka&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Jika kau tidak memikirkan DIA&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Dalam melayani nafsu muda yang menggila&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Mama lakukan yang terbaik&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Kerana mencari kerethoan NYA&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Anak-anak Mama tentu lebih faham dari Mama&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Kerana Mama tidak belajar di sekolah itu&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Anak-anak Mama sayang&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Letaklah DIA dalam hatimu&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Penuhilah hatimu dengan cinta terhadapNYA&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Bukan cinta kepada dia yang sementara&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Yang digelar infatuations&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Tidak bermakna&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Cinta kepada dia&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Jika membelakangkan DIA&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Mama Sal...&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Umar menelan liur. Sajak itu tembus menusuk kalbu.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Terima kasih Mama..." hatinya mesra dengan panggilan itu buat seorang&lt;br /&gt;mas'ulah yang amat dikagumi. Umar menatap lagi sajak itu. Kemudian dia&lt;br /&gt;melipat helaian itu dan dimasukkan ke dalam sampul.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;"Eh, masih ada tulisan lain?" dia mendapati di dalam sampul itu masih&lt;br /&gt;terselit satu lipatan kertas.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Umar membuka lipatan itu. Hatinya berdegup kencang...&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Assalamualaikum?&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Akhi Umar Al-Mujahid yang ana hormati,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Ana harap suratana ini bebas daripada fitnah dan prasangka. Semoga, setiap&lt;br /&gt;patah kata di dalamnya dinaungi panji keredhaan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Baru-baru ini, ana didatangi seorang gadis bernama Nur Syafika selepas&lt;br /&gt;selesai kuliyah Dr. Azmin. Dia mendakwa ana telah merampas nta daripadanya.&lt;br /&gt;Ana keliru denagn kenyataanya dan ana yakin nta pun akan turut keliru.&lt;br /&gt;Hanya Allah dan kita berdua yang tahu hakikat sebenarnya kita tak pernah&lt;br /&gt;bercinta.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Jiwa ana dapat merasakan bahawa gadis itu terlalu mendalam cintanya kepada&lt;br /&gt;nta. Ana takkan sesekali menghalang jika dialah pilihan terbaik untuk nta.&lt;br /&gt;Namun, menyedari bahawa kita masing-masing mempunyai misi baitul da'wah&lt;br /&gt;yang perlu dilaksanakan demi Islam, ana mendoakan nta dimiliki oleh seorang&lt;br /&gt;sohibah yang faham tarbiyyah.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Justeru, ketahuilah?&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Ana menghargai kehadiran risikan nta dalam hidup ana. Ana tak sangka diri&lt;br /&gt;ana mempunyai tempat di hati nta. Entahlah samada tempat ana itu telah&lt;br /&gt;sedia dipenuhi yang lain atau tidak. Bagi pihak ana, dari dulu sampai&lt;br /&gt;sekarang, keyakinan ana kepada agama nta tak pernah berubah. Maafkan ana&lt;br /&gt;kerana terlalu lama membiarkan nta dalam penantian. Ana takut pada maksiat&lt;br /&gt;hati yang bakal mendatang andai terlalu cepat memberi jawapan. Kini, ana&lt;br /&gt;telah bersedia. Ana sedia dipetik?.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;ASIAH YUSRO.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Umar membaca suratitu berulang kali. Dia bagaikan tidak percaya. Setelah&lt;br /&gt;bertahun-tahun lamanya, baru sekarang Asiah Yusro memberi jawapan untuk&lt;br /&gt;risikannya. Selama ini, Asiah Yusro benar-benar membuatkan dirinya terseksa&lt;br /&gt;dibebani beribu persoalan dan penantian. Sehinggalah baru sekarang&lt;br /&gt;penantiannya berakhir. Dalam menanti jawapan itu, dia pernah tersungkur di&lt;br /&gt;pintu cinta Nur Syafika. Nur Syafika menjadi penawar untuk mengubat beban&lt;br /&gt;penantiannya. Namun, cinta Fika mencampakkannya jauh dari hidayah Allah.&lt;br /&gt;Jiwanya sering diburu bisikan-bisikan iman yang masih berbaki. Bisikan itu&lt;br /&gt;merupakan kesan daripada tarbiyyah yang pernah dilalui di Taman Islam.&lt;br /&gt;Suara iman itulah yang menyelamatkannya daripada terus kehilangan hidayah&lt;br /&gt;Allah.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Ya Allah! Cinta-Mu tak mengecewakan? Kau terlalu Maha Penyayang. Aku&lt;br /&gt;yakin, kehadiran cinta Asiah Yusro adalah tanda hadirnya cinta-Mu. Aku&lt;br /&gt;hamba yang derhaka namun Kau tak putus-putus memberikan rahmat-Mu. Ya&lt;br /&gt;Allah, layakkah aku yang penuh dosa ini untuk insan semulia Asiah Yusro?&lt;br /&gt;Sedangkan Hanif merasakan dirinya tidak layak, inikan pula diriku? Asiah&lt;br /&gt;Yusro, kau bintang agama sedangkan aku, lumpur yang hina. Aku masih&lt;br /&gt;merangkak mencari kemulian seperti mana yang kau raih di sisi-Nya. Hatiku&lt;br /&gt;milik siapa?Ya Allah, hatiku milik-Mu!)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Bang Fathil, Fika nak tanya sikit?'' Fika berjaya mencari nombor baru&lt;br /&gt;handset Fathil setelah puas mencuba pelbagai cara. Akhirnya, dia&lt;br /&gt;mendapatkannya setelah memujuk Joe.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Kau nak tanya apa lagi Fika? Kita dah tak de apa-apa?'' keluh Fathil.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Abang masih sayangkan Fika?''Fika cubamemujuk Fathil.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Aku tak berminat dengan perempuan murahan. Kau ingat aku tak tahu kau&lt;br /&gt;pernah puaskan nafsu kau dengan berpuluh lelaki? Aku menyesal kerana&lt;br /&gt;libatkan kawan aku sendiri menjadi mangsa kau,'' Fathil bertegas. Ketika&lt;br /&gt;itu, Umar masuk ke compartment Fathil sambil membawa sebuah majalah Haluan.&lt;br /&gt;Apabila melihat teman sebiliknya itu sedang bercakap melalui telefon, dia&lt;br /&gt;keluar dan kembali masuk ke compartmentnya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Abang, itu dulu. Fika dah berubah. Bagilah Fika peluang. Fika dah kecewa&lt;br /&gt;dengan cinta Umar sebab jiwa Fika tetap rindukan abang. Bang Fathil tetap&lt;br /&gt;satu-satunya lelaki di hati Fika,'' madah berhelah Fika cukup beracun.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Sudahlah Fika. Aku dah cukup muak dengar tu semua. Aku tak nak lagi jadi&lt;br /&gt;lelaki bodoh yang boleh terpedaya dengan kau. Perempuan murahan!'' Fathil&lt;br /&gt;semakin matang.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Woii, jaga skit mulut kau tu Fathil! Kau ingat kau tu mahal sangat?  Aku&lt;br /&gt;sebenarnya tak ingin pun dengan kau. Aku dah muak dengan perangai playboy&lt;br /&gt;kau tu. Saje je nak test tadi?''. Fika pula yang mengenakan Fathil.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Dah puas cakap? Adaapa-apa lagi?'' Fathil menyindir. Fika menarik nafas&lt;br /&gt;panjang-panjang.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt; ''Err, izinkanlah Fika tanya sesuatu?'' suara Fika kembali dilunakkan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Fika janji ini soalan Fika yang terakhir, Fika takkan ganggu kau err&lt;br /&gt;abang lagi lepas ni,'' .Fathil terfikir seketika.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Boleh percaya ke dengan janji kau!''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Sumpah, bang. Ni soalan terakhir Fika!''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Apa dia?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Err, boleh Fika tahu serba sedikit tentang lelaki yang duduk sebelah&lt;br /&gt;abang malam tu. Alah, malam kuliyah Dr. Azmin tu?'' Fika ingin mencuba&lt;br /&gt;mangsa barunya. Fathil ketawa menyindir.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Fika, aku nasihatkan kau bertaubatlah?.kau tak bosan hidup jadi playgirl&lt;br /&gt;ke? Aku dah bosan jadi playboy?tak de faedahnya!'' Fathil sudah pandai&lt;br /&gt;memberi nasihat.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Eh, siapa kau nak ajar-ajar aku? Mak bapak aku pun tak ajar, kau memandai&lt;br /&gt;pulak suruh orang bertaubat?''. Fathil mengakhiri perbualan dengan&lt;br /&gt;tiba-tiba. Malas dilayannya lagi gadis itu. Dia masuk ke compartment Umar.&lt;br /&gt;Dia tahu Umar masuk ke biliknya tadi untuk mengajak berbual. Fathil&lt;br /&gt;menceritakan gelagat Fika yang merimaskannya. Umar cuma mendengar tanpa&lt;br /&gt;menyampuk. Kemudian, Umar menyerahkan majalah Haluan kepada Fathil.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Tadi kat café, aku jumpa Banna. Dia kata nak datang sebab nak hadiahkan&lt;br /&gt;kau buku ni, tapi tiba-tiba dia ada urusan lain pulak. Dia kirim kat aku je&lt;br /&gt;lah,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Majalah apa ni? Tak pernah pun aku dengar?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Ini majalah kegemaran Banna. Isinya boleh membantu membina peribadi&lt;br /&gt;Muslim,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Patutlah Banna baik. Aku memang tak pernah jumpa orang baik macam dia,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Habis tu, aku ni tak baik?'' Umar mengacah.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Kau? Masa mula-mula aku kenal kau, aku ingat kau waro' tapi rupa-rupanya&lt;br /&gt;gila-gila macam aku jugak. Sekarang ni, aku tengok kau jadi waro' balik.&lt;br /&gt;Aku pun tak faham dengan kau,'' Umar tersenyum. Fathil yang dikenalinya&lt;br /&gt;dulu juga banyak perubahan sejak dia intim dengan Banna. Memang benar,&lt;br /&gt;seorang kawan terlalu mempengaruhi hidup seseorang. Sebab itulah Rasulullah&lt;br /&gt;menyuruh berhati-hati memilih kawan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Oh, ya. Banna juga kirimkan kad jemputan kahwin ni,''. Fathil mencapai&lt;br /&gt;kad wangi yang diserahkan oleh Banna. Dia mendengus. Umar faham perasaan&lt;br /&gt;Fathil ketika itu lalu mengalih topik perbualan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Fathil, cubakau tengok sajak kat cover belakang majalah tu. Aku&lt;br /&gt;sukalah?''. Fathil lantas membelek.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Puas sudah,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Kucari kebahagian,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Di sisi teman-teman,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Kudapat hanya kelalaian,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Ku cari lagi,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Di hati seorang kekasih,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Kudapat hanya kekecewaan,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Dan ku terus mencari,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Dalam meniti hari,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Penuh kekosongan?&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Oh, di mana lagi harus ku mencari,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Membawa sekeping hati,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Yang sarat kerinduan,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Rindu yang tiada haluan,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Aku keliru sendiri,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Apa yang kucari,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Apa yang kuperlukan&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Aku masih tak bisa mengerti,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Yang pasti,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Kekosongan hati ini minta diisi..&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Sejenak ku tersedar,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Aku mencari cinta agung,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Buat jiwaku yang merindukan,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Hakikat kebenaran,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Cahaya yang membelah kegelapan,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Melimpah cemerlang mengisi kekosongan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Ku sedar,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Destinasi pencarianku di sini,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Ku mencari-Mu Tuhan,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Mengharap keredhaan,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Menagih kebahagiaan,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Dari sinar cahaya iman&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Khazinatul Asrar, TamanIslam.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Umar, aku pun suka?'' Fathil berkeringsing. Kali pertama dalam hidupnya&lt;br /&gt;menyukai sajak. Sebelum ini, baginya, sajak terlalu puitis, sesuai untuk&lt;br /&gt;jiwa perempuan sahaja.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Nti dah sedia menerima rombongan meminang minggu depan?'' Asiah tertunduk&lt;br /&gt;malu dengan soalan Dr. Sal. Wajah solehah seorang mas'ulah di depannya tak&lt;br /&gt;berani direnung.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Insyallah!'' Ringkas jawapan Asiah Yusro.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Ana dengar, sebulan bertunang nti akan terus kahwin. Umi nti yang cakap.&lt;br /&gt;Baguslah tu! Bertunang lama-lama pun banyak mudhoratnya,''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;'' Dr. Sal, janganlah sentuh hal ni lagi. Ana malu. Dengan umi pun ana malu&lt;br /&gt;nak bualkan hal ni. Biarlah hal ni menjadi hal orang tua. Ana pasrah&lt;br /&gt;saja?'' pipinya menjadi kemerah-merahan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Tepat seperti hari yang dijanjikan, Asiah Yusro kelihatan berseri-seri&lt;br /&gt;mengenakan baju pertunangan serba pink. Tudung labuh kain satin dengan&lt;br /&gt;jubah potongan moden menjadi pilihan umi. Nampak ringkas tapi tetap&lt;br /&gt;menawan. Terserlah gayaanggun seorang muslimah di hari bahagia. Menutup&lt;br /&gt;aurat dengan sempurna pun masih nampak jelita.Pakaian Islam tak pernah&lt;br /&gt;lapuk menyusuri zaman.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Hati Asiah Yusro kian dilanda debaran. Sanak-saudara  dan jiran-jiran&lt;br /&gt;terdekat sudah siap sedia menyambut ketibaan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Ramai sangat tetamu yang umi jemput padahal ni majlis tunang je. Tak pe&lt;br /&gt;lah, apa salahnya meraikan semua jiran dan sanak-saudara)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Tidak lama kemudian, tujuh buah kereta tiba di perkarangan rumah Asiah&lt;br /&gt;Yusro. Rombongan lelaki itu disambut dengan solawat. Debaran makin&lt;br /&gt;bertambah apabila umi dan kakak mula memimpinnya keluar daripada bilik.&lt;br /&gt;Ruang dalam rumahnya sudah dipenuhi rombongan lelaki.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Asiah Yusro mengangkat wajah mencari Maziah. Maziah memberitahu bahawa dia&lt;br /&gt;akan datang bersama rombongan lelaki. Tatkala itu, dia bertembung mata&lt;br /&gt;dengan Umar Al-Mujahid yang duduk di tepi Hassan Al-Banna dan Dr. Azmin.&lt;br /&gt;Fathil pun ada sekali. Cepat-cepat dielakkan pandangannya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Astargfirullah. Aku dan dia tak kahwin lagi, mana boleh main-main mata.&lt;br /&gt;Mungkin dia pun tak sengaja. Astargfirullah)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Hah, itu pun Maziah disisi Hanif. Wah, makin ceria lepas balik berbulan&lt;br /&gt;madu di Mekkah. Tak sangka dia mendahului abangnya. Fathil tentu pasrah?)&lt;br /&gt;Asiah Yusro gembira dapat melihat temannya di celah rombongan lelaki.&lt;br /&gt;Inilah kali pertama dia bersua muka selepas Maziah berumah tangga.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Sejurus kemudian, wakil keluarga Banna tampil menyuarakan hasrat menyunting&lt;br /&gt;mawar di taman larangan. Suasana ceria ketika itu. Namun, Asiah Yusro&lt;br /&gt;terkejut besar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Kenapa ayah Maziah yang melamar, kenapa bukan ayah Umar Al-Mujahid?) Baru&lt;br /&gt;sekarang dia tahu bahawa rombongan meminang itu adalah daripada keluarga&lt;br /&gt;Banna bukan Umar seperti sangkaannya. Air matanya menitis tanpa disedari.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Umar, sekian lama kutepis rindu ini. Kunantikan syariat menghalalkan untuk&lt;br /&gt;kuluahkan segala kerinduan. Hatiku milikmu, Umar!) Hatinya pedih merintih.&lt;br /&gt;Dia cubamengumpul segenap ketabahan namun tidak terdaya. Air matanya terus&lt;br /&gt;membanjiri pipi. Asiah Yusro sudah jatuh cinta. Cinta yang kudus&lt;br /&gt;terpelihara untuk Umar rupanya bukan milik Umar. Sukar untuknya menelan&lt;br /&gt;pahitnya realiti. Air matanya meluahkan segala?&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Bagi pihak kami, insyaallah tiada halangan. Tapi, kena tanya juga empunya&lt;br /&gt;diri,'' suara ayah Asiah Yusro kedengaran bersulam keceriaan. Semua mata&lt;br /&gt;beralih fokus kepada Asiah Yusro. Senyuman yang tadinya ceria sudah pudar&lt;br /&gt;di wajah itu. Air mata Asiah Yusro memberi jawapan. Namun mempunyai dua&lt;br /&gt;tafsiran di minda tetamu, sedih atau terharu. Wajahnya diangkat dan&lt;br /&gt;memandang Umar Al-Mujahid seketika. Adasinar pengharapan di matanya.&lt;br /&gt;Kemudian dia menunduk lagi, melayan murahnya tangisan. Hati Umar terusik,&lt;br /&gt;jiwanya bergetar.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Tidak!Tidak!Tidak! Aku mesti ada kemampuan berkata tidak! Maafkan aku&lt;br /&gt;Asiah Yusro. Aku memang tak layak untukmu. Kau memang bertuah kerana bakal&lt;br /&gt;dimiliki oleh Banna, lelaki soleh yang kukagumi. Pilihan Allah Maha Adil&lt;br /&gt;untukmu. Banna 1000 kali jauh lebih baik dariku)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Perempuan ni, bila diam tanda setuju, bila menangis tanda terharu. Tapi,&lt;br /&gt;berkatalah walau sepatah samada suka atau tidak,'' mudah ayah Asiah Yusro&lt;br /&gt;mencipta pepatah. Hati umi Asiah Yusro pula dirundum resah melihat keadaan&lt;br /&gt;puterinya. Jiwa seorang ibu lebih memahami emosi anaknya. Itu teori&lt;br /&gt;psikologi yang banyak dibuktikan oleh realiti.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Takkan tangisan terharu sampai cam ni sekali. Ish, pelik!)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Kalau malu, bolehlah berbisik kepada umi. Setuju ke tidak?'' ayahnya&lt;br /&gt;bertanya lagi. Dia berusaha mengekalkan keceriaan suasana. Namun, tangisan&lt;br /&gt;Asiah Yusro mula berlagu hiba bila soalan itu ditanya lagi. Semua tetamu&lt;br /&gt;kehairanan. Ayah Asiah Yusro juga baru dapat menduga kelainan anaknya.&lt;br /&gt;Sebelum ini, bila ditanya soal perkahwinan, anaknya itu sering mengelak dan&lt;br /&gt;menjawab ringkas,&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Yusro pasrah je. Tak kira lah siapa yang masuk dulu?''&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Asiah Yusro sedar dia mencipta persoalan. Persoalan yang menyebabkan semua&lt;br /&gt;orang keliru. Persoalan yang pernah menyiksa hidup Umar suatu ketika dulu.&lt;br /&gt;Sebaknya cubaditahan. Dia tak berdaya lagi menahan sedu-sedan, irama sebuah&lt;br /&gt;tangisan. Dia tak tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi begitu.&lt;br /&gt;Baginya, ini soal hidup dan mati, rumahtangga yang bakal dibina bukan&lt;br /&gt;barang mainan.Dia bingkas, melangkah sopan masuk ke biliknya. Suasana&lt;br /&gt;bagaikan dipukau seketika. Suspen sekali?&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;" Err, mungkin saya kena betulkan kata-kata tadi, perempuan bila diam, kita&lt;br /&gt;masih tak tahu, bila menangis, mungkin tanda tak setuju?'' sempat ayah&lt;br /&gt;Asiah Yusro berlawak. Tetamu di sekitarnya ketawa kecil. Pandai dia&lt;br /&gt;menghidupkan suasana. Banna memandang Umar penuh tanda tanya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Umar, dia pandang nta tadi.Mungkin hatinya untuk nta. Kalau antum berdua&lt;br /&gt;sudah suka sama suka, ana rela gantikan nta di tempat ana. Ana takkan&lt;br /&gt;menyesal, malah ana akan bangga dapat menyatukan dua hati yang bercinta&lt;br /&gt;kerana Allah,'' Hassan Al-Banna cekap mentafsir suasana. Umar terdiam.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Ah, baiknya kau Banna!)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Sementara Asiah Yusro cubamelawan perasaan sedaya upaya. Air matanya tumpah&lt;br /&gt;juga, tak henti-henti. Dia perlukan ketenangan. Penawarnya ada di sisi.&lt;br /&gt;Al-Quran tafsif dibukanya dengan memejam mata. Mata yang makin sarat dengan&lt;br /&gt;tangisan. Air mata itu terus menitis laju membasahi satu ayat di dalam&lt;br /&gt;al-Quran. Asiah Yusro mengesat air matanya yang menodai lembaran suci&lt;br /&gt;al-Quran. Baris ayat yang basah itu memikatnya. Dia membaca ayat itu&lt;br /&gt;berulang kali sambil diperhati oleh umi yang berada di sisi, menemani.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Masyallah. Indahnya ayat 216, Surah Al-Baqoroh ini. Kurasakan seolah-olah&lt;br /&gt;Allah sedang berinteraksi denganku. Mungkin, inilah keajaiban al-Quran.&lt;br /&gt;Terima- kasih Tuhanku, Kau hadir saat aku memerlukan.Ku pasrah pada&lt;br /&gt;ketentuan-Mu. Dengan cinta-Mu, Kau akan beri yang terbaik untukku. Aku&lt;br /&gt;yakin dengan-Mu Tuhan. Hatiku milik-Mu) Resah di hati Asiah Yusro terubat&lt;br /&gt;sudah. Allahlah teman yang menghiburkannya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Umi keluar dengan wajah ceria. Hampir sejam tetamu menanti. Masing-masing&lt;br /&gt;masih tercengang, tertanya-tanya. Namun, tiada seorang pun yang bangun&lt;br /&gt;mengundur diri. Semuanya bagaikan sabar menanti bagaimana episod itu akan&lt;br /&gt;berakhir. Sebentar kemudian, Asiah Yusro keluar dengan wajah yang tenang.&lt;br /&gt;Tangannya mendakap al-Quran. Tiada air mata lagi bersisa di kelopak mata.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Yusro, kalau tak setuju, katakan tidak. Abi dan ummi takkan sesekali&lt;br /&gt;memaksa,'' Ayahnya cubamendalami perasaan puteri tercinta. Asiah Yusro&lt;br /&gt;tidak memberi sebarang jawapan. Dia sedang mengumpul kekuatan untuk&lt;br /&gt;berbicara.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Tiba-tiba Banna memecahkan kesunyian.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Maafkan saya. Mungkin kita boleh lupakan rombongan pinangan yang tadi.&lt;br /&gt;Anggaplah saya datang sebagai rombongan kedua untuk menyunting si mawar&lt;br /&gt;berduri yang mekar di Taman Islam rumah ini buat Umar Al-Mujahid,''. Berani&lt;br /&gt;Banna menyusun bicara. Umar sendiri terkejut dengan tindakannya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Bagaimana di pihak perempuan?'' ayah Asiah Yusro memandang anaknya sarat&lt;br /&gt;harapan. Moga-moga, lamaran kedua ada jawapannya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''A'uzubillahi mina syaitonirrojim. Boleh jadi kamu membenci sesuatu,&lt;br /&gt;padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal&lt;br /&gt;ia amat buruk bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui,''&lt;br /&gt;Asiah Yusro membacakan kembali tafsiran ayat 216, Suroh Al-Baqoroh. Allah&lt;br /&gt;telah memberikannya jawapan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Abi, Yusro terima lamaran Hassan Al-Banna,'' jawabnya. Namun, jawapan itu&lt;br /&gt;masih sarat tandatanya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;'' Pinangan pertama untuk Hassan Al-Banna. Pinangan kedua, dari Hassan&lt;br /&gt;Al-Banna untuk Umar A-Mujahid. Yang mana satu maksud diberi?''ayahnya minta&lt;br /&gt;kepastian. Asiah Yusro terdiam lagi. Beratnya menjawab soalan itu. Oh,&lt;br /&gt;Tuhan! Dia menatap sekali lagi ayat 216. Jiwanya nekad membuat pilihan.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Hati saya rasa, Allah ingin jodohkan saya dengan Hassan Al-Banna?'' Asiah&lt;br /&gt;Yusro tertunduk malu selepas membuat pengakuan itu. Berakhirlah sebuah&lt;br /&gt;episod tanda tanya?&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Alhamdulillah..'' suasana ceria kembali. Majlis pertunangan kembali&lt;br /&gt;berjalan lancar. Kata-kata Asiah Yusro sangat berbekas di hati Umar.&lt;br /&gt;Biarlah ia meninggalkan parut kenangan buat selamanya.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Pergilah?pergilah cinta Asiah Yusro! Aku tak perlukan cintamu. Ya Allah,&lt;br /&gt;hanya Kau yang kudambakan bukan sesiapa di kalangan makhluk-Mu. Hatiku&lt;br /&gt;hanya milik-Mu) Umar memujuk hatinya agar tenang menerima suratan. Luka&lt;br /&gt;lamanya membengkak kembali. Dia cubamenyembunyikan segala kepedihan dan&lt;br /&gt;kekecewaan di hati. Cinta Fika sesekali melambai datang, ditepisnya sejauh&lt;br /&gt;mungkin. Cinta Asiah Yusro yang menjadi idaman, hadir ketika dirinya&lt;br /&gt;teraba-raba mencari jalan pulang.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Cukuplah selama ini aku telah banyak menzalimi diri sendiri. Asiah Yusro&lt;br /&gt;tak patut dimiliki orang sepertiku. Potensi da'wahnya akan terhalang! Demi&lt;br /&gt;Islam, kuredho kau bukan milikku. Ku sedar, sekalipun kita tidak berada di&lt;br /&gt;atas penyatuan cinta namun kita tetap berada di atas penyatuan cita-cita.&lt;br /&gt;Ya, kita takkan selamanya rebah dalam kemelut rasa. Kita akan sama-sama&lt;br /&gt;bangkit kembali memikul beban tarbiyyah dan da'wah yang sarat perjuangan&lt;br /&gt;ini).&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;'Umar, sohibah tu lah yang dipaksa kahwin oleh keluarganya. Kasihan dia.&lt;br /&gt;Usianya dah menjangkau lebih 30 tahun. Ibubapa mana yang tidak risau?'' Dr.&lt;br /&gt;Azmin mematikan lamunan Umar. Tangannya menunjuk kepada seorang sahibah.&lt;br /&gt;Mata Umar melirik kepada arah yang ditunjukkan. Seorang sahibah berwajah&lt;br /&gt;gelap dengan pipinya dipenuhi parut-parut bekas jerawat, sopan bersimpuh di&lt;br /&gt;satu penjuru. Tudung labuh dan jubahnya tetap memikat kalbu daripada&lt;br /&gt;kacamata iman seseorang.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Dia wanita yang ditarbiyyah, wanita mulia! Layakkah dia untuk ana?'' Umar&lt;br /&gt;berbisik kepada Dr,Azmin.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Umar, selamatkanlah dia?.'' Balas Dr. Azmin menyebabkan Umar tersenyum,&lt;br /&gt;senyuman yang tersirat makna.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;''Err, saya pun boleh jadi hero penyelamatnya,'' terjulur kepala Fathil&lt;br /&gt;yang tiba-tiba muncul di celah Dr. Azmin dan Banna. Mereka tersenyum ceria.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Fathil tak pandang kecantikan lagi ke? Mungkin imannya dah boleh&lt;br /&gt;berbicara)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;Umar Al-Mujahid takjub dengan kuasa iman. Iman mengubah hati insan,&lt;br /&gt;menjadikan pemikiran seseorang tunduk pada kebenaran. Jalan tarbiyyah dan&lt;br /&gt;da'wah ini lah yang banyak memberi bekalan iman.&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;(Cinta tarbiyyah da'wah,hatiku milikmu!)&lt;/p&gt; &lt;p class="mobile-post"&gt;-Tamat-&lt;/p&gt; &lt;div style="clear: both; padding-bottom: 0.25em;"&gt;p/s: jgn lupe bc seindah mawar berduri n tautan hati.bru publish kat pasaran.harganye rm29.90.dlm novel tu ade smbungn cerpen hatiku milik-Mu.kalau nk tau ape kesudahan crite hatiku milik-Mu..beli la tautan hati.huhu =)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-1048533566315479882?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/1048533566315479882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=1048533566315479882' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/1048533566315479882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/1048533566315479882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2009/06/hatiku-milik-mu.html' title='HATIKU MILIK-MU'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_sLyUUvAVtFc/RmzVH95Np1I/AAAAAAAAAIE/I3adXWsbx9Q/s72-c/TAUTANHati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-7282088981037601565</id><published>2009-06-14T11:44:00.003+08:00</published><updated>2009-06-14T12:08:01.434+08:00</updated><title type='text'>Selamat Hari Bapa</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_i5-K4MLrko0/SjRSnSU4JgI/AAAAAAAAJEA/dqEEFgZEPKs/s1600-h/bapa.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346989492483401218" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 400px; height: 346px; text-align: center;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_i5-K4MLrko0/SjRSnSU4JgI/AAAAAAAAJEA/dqEEFgZEPKs/s400/bapa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ramai orang dok sambut dan ingat HARI IBU. Macam-macam sambutan dan anugerah depa pi buat. Memang meriah sungguh, bangga betui wanita-wanita yang bergelar ibu. Tapi kalian jangan lupa juga, HARI BAPA. Ada orang kisah dan ada yang tak kisah sangat pun. Kekadang tu terasa la jugak, macamlah bapa ni tak banyak sumbangan atau agaknya pasai peribahasa setakat sebut B&lt;em&gt;APAK BOREK, ANAK RINTIK&lt;/em&gt; berbanding tentang ibu, &lt;em&gt;SYURGA DI BAWAH TAPAK KAKI IBU.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kadang-kadang tu bila anak dok buat silap atau salah, biasanya mak akan kata pada bapak, “&lt;em&gt; Haaa….tengok tu perangai anak awak, sama macam pak dia…”&lt;/em&gt;. Tapi bila anak dapat pujian, mulalah mak kata, “&lt;em&gt; Aiii…anak sapa, tengokla mak dia…”. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apapun itu antara senario yang kadang-kadang kita lihat. Tapi saya percaya kita semua tak amal la perangai macam tu. Bagi saya mak atau ayah, depa semua sama. Hari ini kita kena balas balik semua pengorbanan dan jasa mereka, kerana kita juga akan jadi bapa dan punyai anak. Tentunya kita jugak mahu anak-anak kita jadi manusia yang tahu membalas budi dan berjasa pada kedua ibubapa.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="commenttext"&gt;    &lt;p&gt;SEDAR TAK KITA TELAH MELAKUKAN KESILAPAN ………..APABILA KITA TELAH ADA PASANGAN HIDUP SENDIRI …………(ISTERI).        &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila seronok, kita cari….pasangan&lt;br /&gt;Bila sedih, kita cari….ayah   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila berjaya, kita ceritakan pada….pasangan&lt;br /&gt;Bila gagal, kita ceritakan pada….ayah       &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila bahagia, kita peluk erat….pasangan&lt;br /&gt;Bila berduka, kita peluk erat…ayah   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila nak bercuti, kita bawa….pasangan&lt;br /&gt;Bila sibuk,kita hantar anak ke rumah….ayah   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila sambut valentine.. kita bagi hadiah pada pasangan&lt;br /&gt;Bila sambut hari bapa…kita cuma dapat ucapkan “Selamat Hari bapa” &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selalu.. kita ingat pasangan&lt;br /&gt;Selalu.. ayah ingat kat kita   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila-bila… kita akan talipon pasangan&lt;br /&gt;Entah bila… kita nak talipon ayah &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selalu…kita belikan hadiah untuk pasangan&lt;br /&gt;Entah bila…kita nak belikan hadiah untuk ayah        &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Renungkan:&lt;br /&gt;Ayah tak pernah kata, “Kalau kau sudah habis belajar dan berkerja… bolehlah kau kirim wang untuk ayah”         &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi kita selalu minta pada ayah.. itu dan ini…malah macam-macam!&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kesimpulannya disini, hari bapa adalah satu cara untuk bagaimana anak2 yang tidak pernah merasai atau tersedar tanggungjawab mereka kepada ibu bapa teringat kembali akan mereka berdua. Hari bapa bukan sahaja sekadar untuk hari2 tertentu, sepatutnya setiap hari adalah hari bapa. setiap hari adalah hari ibu. Sekurang2nya dengan adanya hari bapa ini, mereka2 yang mengejar sesuatu yang lain sambil mengutamakan perkara lain dari ibu bapa dapat sedar dan insaf dengan perkara apa yang mereka lakukan. Hak ayah ibu terletak selepas Hak Allah dan Rasul. Hak mereka yang patut di utamakan. Sampaikan dalam perkara talak isteri pun, ibubapa didahulukan. Mentaati mereka adalah perkara asas sebelum kita menyayangi anak dan isteri.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Disini juga saya ambil kesempatan nak ucap SELAMAT HARI BAPA kepada semua kaum adam yang sudah menjadi bapa. Moga kita mampu menjadi contoh terbaik kepada anak-anak kita.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-7282088981037601565?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/7282088981037601565/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=7282088981037601565' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/7282088981037601565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/7282088981037601565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2009/06/selamat-hari-bapa.html' title='Selamat Hari Bapa'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_i5-K4MLrko0/SjRSnSU4JgI/AAAAAAAAJEA/dqEEFgZEPKs/s72-c/bapa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-2025843158737224476</id><published>2009-06-08T20:57:00.003+08:00</published><updated>2009-06-08T21:29:57.716+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritanya'/><title type='text'>Masa lampau</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka telah sebulan 9 hari aku di bumi anbia' ini, menghitung hari-hari yang tinggal untuk aku pergunakannya di sini sebaiknya. Bukan senang untuk menjejak kaki di bumi ini. Ia memerlukan keinginan plus semangat plus usaha untuk betul2 kite mengkikis ilmu yang berada di bibir2 pada syeikh dan syeikhah di sini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak semua orang yang berkemampuan dapat menghabiskan ilmu nya disini, kadang2 bila diluaskan rezeki, akan disempitkan masanya. Bila diperlapangkan masa, maka di sempitkan rezekinya. Dan itulah aturan dunia, sunnatullah, sentiasa berpusing2. Sedikit benar yang dapat menggarap kesemua peluang yang terhidang. Selama sebulan di sini memang seperti tiada apa yang dapat ku kutip illa ilmu dari madah yg ku bawa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama kali kedatanganku ke Mesir, membawa pelbagai kisah dan cerita, antara suka dan duka. Mengajarkan aku erti membuat keputusan dengan tepat. Pilihan demi pilihan, dan antara pilihan tersebut telah memberikan aku kebahagiaan dan cahaya untuk meneruskan hidup. Dan tahun 2006 adalah tahun yang mana menyaksikan kisah2 tersebut, dimana 'jatuh ' sama2, sedih sama2, ketawa sama2, belajar sama2, jalan sama2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, hanya dihantarkan seorang sahaja ke sini untuk menyelesaikan perkara pokok yang menjadi tujuan kebanyakan pelajar-pelajar asing mesir datang ke sini. Alhamdulillah selesai sudah perkara2 tersebut pada 4/6/9 bersamaan hari khamis lepas. Hanya doa dan munajat dipanjangkan untuk mendapat keberkatan doktor2. Didoakan agar jawapan yang telah dijawab adalah jawapan terbaik dan yang paling tepat diminta oleh doktor. Didoakan segala usaha dan pengorbanan yang dilakukan akan dilihat olehNya menjadikan ia kayu pengukur kepada usaha dan ikhtiar yang dibuat oleh hambaNya yang hina ini. Didoakan juga semoga ketika doktor menanda kertas peperiksaan kita, dalam keadaan yang tenang dan gembira serta memahami maksud yang dipinta. Semoga semua dipermudahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai sudah isu peperiksaan, kini kembara jalanan menyusul, lepas satu, satu dibereskan, kerana belum tentu lagi selepas ini akan aku kembali ke bumi mesir ini. Datang ke Mesir pun sebagai pelancong sahaja... belum tentu... Perjalanan pertama selepas selesai peperiksaan adalah ke Kaherah kerana menemani sahabatku ammu jam bertemu sahabatnya yang menjadi musyrif pelancong2 yang ingin ke Mekah untuk menunaikan umrah...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-2025843158737224476?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/2025843158737224476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=2025843158737224476' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/2025843158737224476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/2025843158737224476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2009/06/masa-lampau.html' title='Masa lampau'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-623523190694110670</id><published>2009-06-07T17:41:00.003+08:00</published><updated>2009-06-07T18:00:39.251+08:00</updated><title type='text'>Tiket abis?</title><content type='html'>Untuk makluman umum Tiket Egypt Air pada bulan 6 dan 7 kebanyakannya sudah habis... tinggal ittihad, dan gulf air je... jadi kepada sesiapa yang ingin menaiki ittihad one way L.E 2400 dan gulf air ulang alik L.E 3500&lt;br /&gt;sekian untuk makluman...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-623523190694110670?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/623523190694110670/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=623523190694110670' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/623523190694110670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/623523190694110670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2009/06/tiket-abis.html' title='Tiket abis?'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-5091986359816335127</id><published>2009-05-28T20:40:00.002+08:00</published><updated>2009-05-28T20:48:10.770+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritanya'/><title type='text'>Tiket : Siapa Cepat...</title><content type='html'>Alhamdulillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampak gayanye ana kena buat makluman sikit, tiket yang di warwarkan tu sekarang da tinggal sikit, mungkin akibat "murah gaknye"... ana pn tak tau antum semua yang menilainya... ok... untuk pengetahuan semasa... tiket yang tinggal adalah pada tarikh berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbangan: Egypt Air&lt;br /&gt;Tarikh: 22 dan 29 jun, 1, 11, 25 julai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pun ikut siapa cepat die dapat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk makluman semua, tiket untuk bulan lapan ke atas telah dinaikkan, ana tak pasti berapa, tp nnt ana confrimkan. Jadi kepada sesiapa yang sudah bertiket, enjoy your journey....&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAdmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAdmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAdmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-5091986359816335127?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/5091986359816335127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=5091986359816335127' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/5091986359816335127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/5091986359816335127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2009/05/tiket-siapa-cepat.html' title='Tiket : Siapa Cepat...'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-798521575567155501</id><published>2009-05-24T20:40:00.004+08:00</published><updated>2009-05-24T21:00:54.748+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritanya'/><title type='text'>Tiket Harga Student...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/ShlEG_0sJ-I/AAAAAAAAAPY/HGcCdUdw7xA/s1600-h/Egyptair.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/ShlEG_0sJ-I/AAAAAAAAAPY/HGcCdUdw7xA/s320/Egyptair.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339373720226768866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salam kepada semua Warga Malaysia yang tinggal di Mesir, yang belajar di Mesir... yang ingin pulang menziarahi ayah dan ibu, yang ingin balik terus (Jgn Pandang Belakang)... ade sedikit berita untuk antum semua. Ada yang baik dan kurang bernasib baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firstly yg baik la :Disini ada menyediakan perkhidmatan untuk membeli tiket Egpyt Air dari Mesr ke Malaysia. Harga insyaAllah berpatutan untuk kita sama2 pulang ke tanah air kita... di bawah saya senaraikan harga tiket yang boleh di beli..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misr Tairan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/ShlEHNUeeWI/AAAAAAAAAPo/pDU9UREQq5A/s1600-h/2754343826_db33f71a96.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 120px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/ShlEHNUeeWI/AAAAAAAAAPo/pDU9UREQq5A/s320/2754343826_db33f71a96.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339373723849750882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sehala: L.e 2,300&lt;br /&gt;Ulang Alik: L.e 3,350&lt;br /&gt;Tempoh Ulang Alik: setahun&lt;br /&gt;Berat Barang :40kg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklumat Lanjut:&lt;br /&gt;Hp: 0144351154 (Abu Dzarr)&lt;br /&gt;YM: kakashi_bug@yahoo.com (offline pun boleh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/ShlEGxMHUFI/AAAAAAAAAPg/qzu_UXgYm6Q/s1600-h/3253027768_68d154c701.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 301px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/ShlEGxMHUFI/AAAAAAAAAPg/qzu_UXgYm6Q/s320/3253027768_68d154c701.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339373716298485842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kurang baik, tawaran ini sah sehingga akhir bulan jun sahaja :(, apa2 hal... ana akan cuba untuk selepas itu... kerana akhir bulan enam ni pn ana kan pulang ke tanah air... huhuhu... jd nasihat penaja tempah la awal2 yer.. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempahan dibuka sekarang... Salam Imtihan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-798521575567155501?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/798521575567155501/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=798521575567155501' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/798521575567155501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/798521575567155501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2009/05/tiket-harga-student.html' title='Tiket Harga Student...'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/ShlEG_0sJ-I/AAAAAAAAAPY/HGcCdUdw7xA/s72-c/Egyptair.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-8239996866203279092</id><published>2009-05-21T00:27:00.003+08:00</published><updated>2009-05-21T02:03:15.189+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritanya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='borak-borak'/><title type='text'>BUKU TERBARU UNTUK IBU</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; "Ibu Madrasah Pertamaku"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_GuF8ZjBfZW8/Sg1UZ73H0HI/AAAAAAAAAcE/tWVJijAf2QA/s1600-h/Buku+Ibu+Madrasah+Pertama+Ku+%284%29%5B1%5D.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 186px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GuF8ZjBfZW8/Sg1UZ73H0HI/AAAAAAAAAcE/tWVJijAf2QA/s200/Buku+Ibu+Madrasah+Pertama+Ku+%284%29%5B1%5D.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336013938046259314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada jam 10.30 pagi 15/5/2009, nenek dan mak cik sempo serta beberapa orang penulis buku "Ibu Madrasah Pertama Ku" ke udara Udara Di Radio IKIM. Slot dokumentari jam 10.30 pg sempena sambutan hari ibu merupakan satu perkongsian oleh para penyumbang penulisan untuk berkongsi tips, pengalaman suka duka perjuangan ibu ibu masing2 dalam memberikan pendidikan Islam dan menghasilkan anak anak yang berjaya dalam pelajarannya dan kehidupannya. Antara penulis yang berkongsi tentang ibu masing-masing dalam slot ini ialah Mama dan emak mama Hajah Sakinah, Puan Anfaal Saari dan ibu, Puan Aliza Jaafar, Dr Harlina Halizah Siraj dan Roha Hassan. Rakaman Slot Oleh Team Radio IKIM Yang Diketuai Oleh Puan Fairus telah datang ke Kompleks JIM pada 14/5/09.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_GuF8ZjBfZW8/Sg1UhHEgpGI/AAAAAAAAAcM/CZ-vNq9FgN8/s1600-h/IKIM-IMPK+-+%283%29%5B1%5D.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 164px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GuF8ZjBfZW8/Sg1UhHEgpGI/AAAAAAAAAcM/CZ-vNq9FgN8/s200/IKIM-IMPK+-+%283%29%5B1%5D.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336014061314286690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;(Nenek bersama Mak Cik Sempo, Mak Cik Wahibah dan Makcik Nafisah serta anaknya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apa tunggu lagi! Dapatkan Buku, "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibu Madrasah Pertama Ku&lt;/span&gt;" untuk mengetahui kisah-kisah 23 orang ibu yang ditulis oleh 25 orang anak. Maklumat lanjut tentang buku "Ibu Madrasah Pertama Ku" ini boleh diperolehi daripada Roha Hassan(012-4317948) atau Nazirah/Murni (03-41073379)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit coretan sinopsis yang terdapat dalam buku ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emak Aku Adalah ‘Woman Of Substances’&lt;br /&gt;Ir Endok Sempo binti M Tahir-&lt;br /&gt;M &amp;amp; E Consulting Engineer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;”Tiada rehat selagi hidup, tiada pencen sebelum mati. Kerana hidup kita sentiasa berjuang dan kita mesti kaya untuk menolong orang lain.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah terlalu lama aku pendamkan niat ini. Niat untuk menulis tentang emak. Namun kini adalah masa terbaik untuk merakamkannya. Semasa artikel ini ditulis, aku sedang terlantar sakit kerana menjalani rawatan dan proses pemulihan dari serangan asthma yang terjadi seminggu yang lepas. Sambil berbaring di katil teruja fikiran untuk mula menulis. Masa inilah aku terasa benar-benar memerlukan kehadiran emak di sisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat zaman kanak-kanak dan remaja, masa sakitlah emak terlalu dekat dengan kita. Rasa sakit, terpinggir, keseorangan, kesepian dan kesedihan ini membolehkan aku menulis sesuatu. Ilham dan bayangan masa lalu datang bertindih-tindih. Jelas wajah kasih dan simpati emak. Terasa kelembutan sentuhan emak dan motivasi emak mengalir dalam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan masa lalu emak menanamkan iman dan semangat dan menggilap potensi aku sejak dari kecil hingga dewasa malah semakin terkesan dalam rumahtangga apabila usia semakin senja. Emak adalah idola dan mentor dalam membentuk jati diri, membina kerjaya, melayari bahtera rumahtangga, menyusur alunan ombak kehidupan yang silih berganti antara susah dan senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emak bersuamikan seorang pejuang revolusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan seorang ‘Guru’ dan Pejuang Revolusi dari Makassar Indonesia ke Tanah Melayu tahun 1948 menjadi buah mulut suku kaum Bugis yang telah bermastautin sejak abad ke 19 di Benut, Johor. Perawakan ‘kiyai’ dan keilmuan Islam nya yang terserlah memancing minat sepasang keluarga ‘berada’ kacukan Bugis-Banjar di Sungai Pulai Muar. Pasangan itu ialah datuk dan nenek aku. Mereka amat berkenan dengan semangat keislaman yang berkobar-kobar, kelakuan bersopan santun serta gaya pertuturan ‘guru’ itu yang kemudiannya menjadikan ayah aku menantu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1949, ayah aku menjadi menantu idaman datuk aku. Emak aku, Sakinah Binti Abdul Hamid menjadi isteri seorang pejuang revolusi semasa dia masih bersekolah dalam darjah 4 di sekolah rendah. Umur emak di kala itu ialah 10 tahun. Menjadi isteri seorang pejuang revolusi bermakna menempah ranjau perjuangan yang penuh kesusahan. Gadis kecil se muda itu (anak orang berada yang serba cukup) tidak pernah terfikir risiko bersuamikan seorang yang berjiwa revolusioner. Emak seperti gadis-gadis di zamannya bukan tidak punya pilihan, tetapi mereka terlalu muda untuk memilih. Kedua ibu bapa merekalah yang memilih dan menentukan calon pasangan hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepatah kata emak, takdir telah menemukan emak dengan ayah kerana ada satu ’tujuan’ khusus. Emak telah dipilih Allah menjadi isteri ayah kerana ada maksud yang tersembunyi dan tersirat, yang hanya Allah sahaja yang Maha Mengetahui. Tujuan itu pada mulanya tidak emak fahami. Namun kehidupan bersama ayah selama hampir 45 tahun membuktikan semuanya. Kesusahan, penderitaan, kelaparan dan kesempitan dalam perjuangan, menghidupkan dan mendidik anak-anak semuanya tidak sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang kehidupan bersama ayah menjadikan emak juga seorang ‘pejuang kehidupan’ yang cekal dan tabah serta tidak pernah mengaku kalah dan pantang berundur. Emak melihat perkahwinan bersama ayah bertujuan untuk melakar satu sejarah perjuangan yang menyambung sejarah perjuangan yang tidak ada penghujungnya sehinggalah dijemput malaikat maut. Perjuangan kemerdekaan jiwa dan bekerja untuk Islam sehingga mati tanpa rehat. Tidak ada istilah pencen dalam diari kehidupan pasangan berjiwa merdeka ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emak umpama ’Aisyah’ tapi ’ibu beranak ramai’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan emak sepanjang masa mudanya ialah perjuangan melahirkan anak sebanyak 17 kali, membesarkan dan mendidik anak seramai 13 orang sehingga dewasa. Dalam usia yang teramat muda, emak telah merasa erti pahitnya ’kehilangan’ apabila 3 orang puteranya meninggal dunia semasa kecil. Putera pertama, kedua dan ketiga dilahirkan sempurna dan hidup untuk beberapa bulan namun kemudian meninggal dunia satu persatu di kala emak berumur bawah 14 tahun. Bayangkan kepiluan dan kekosongan hati seorang ibu muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu muda ini sebenarnya telah bertekad untuk memikul tugas besar seorang ’ibu’ muslimah. Suaminya pernah berkata, bahawa ’wanita terbaik ialah wanita yang paling ramai anaknya. Anak perlu ramai untuk menggandakan tentera Allah memperjuangkan agama Nya. Islam perlu umat yang ramai. Kekuatan politik sesuatu bangsa terletak pada bilangan ramai umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kekecewaan emak, ayah membawa emak menunaikan fardu Haji ke Mekah semasa emak berumur 14 tahun. Doa emak hanya satu. Emak berdoa agar dia dikurniakan anak yang ramai dan mohon Allah gantikan anak-anaknya yang telah diambil pergi. Emak genggam kemas cita-citanya yang satu itu, demi memegang amanat seorang ’guru’. Ayah terus memberikan kata semangat dan sokongan yang tidak berbelah bagi kepada isterinya yang teramat muda itu. ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-8239996866203279092?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/8239996866203279092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=8239996866203279092' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/8239996866203279092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/8239996866203279092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2009/05/buku-terbaru-untuk-ibu.html' title='BUKU TERBARU UNTUK IBU'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GuF8ZjBfZW8/Sg1UZ73H0HI/AAAAAAAAAcE/tWVJijAf2QA/s72-c/Buku+Ibu+Madrasah+Pertama+Ku+%284%29%5B1%5D.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-835648498745953896</id><published>2009-05-20T20:17:00.002+08:00</published><updated>2009-05-20T20:24:53.784+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Maklumat Ringkas Fiqh Jinayat</title><content type='html'>&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;Bab 1 : Pengertian Jinayat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jinayah menurut fuqaha' ialah perbuatan atau perilaku yang jahat yang dilakukan oleh seseorang untuk mencerobohi atau mencabul kehormatan jiwa atau tubuh badan seseorang yang lain dengan sengaja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Penta`rifan tersebut adalah khusus pada kesalahan-kesalahan bersabit dengan perlakuan seseorang membunuh atau menghilangkan anggota tubuh badan seseorang yang lain atau mencederakan atau melukakannya yang wajib di kenakan hukuman qisas atau diyat. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kesalahan-kesalahan yang melibatkan harta benda, akal fikiran dan sebagainya adalah termasuk dalam jinayah yang umum yang tertakluk di bawahnya semua kesalahan yang wajib dikenakan hukuman hudud, qisas, diyat atau ta`zir.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Faedah dan manafaat daripada Pengajaran Jinayat :-&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;1) Menjaga keselamatan nyawa daripada berlaku berbunuhan sesama sendiri dan sebagainya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;2) Menjaga keamanan maruah di dalam masyarakat daripada segala fitrah tuduh-menuduh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;3) Menjaga keamanan maruah di dalam harta benda dan nyawa daripada kecurian, ragut dan lain-lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;4) Berhubung dengan keamanan negara dan menyelenggarakan keselamatan diri. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;5) Perkara yang berhubung di antara orang-orang Islam dengan orang-orang kafir di dalam negara Islam&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bab 2 : Bentuk Hukuman Yang Dikenakan Ke Atas Penjenayah  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Mengikut peruntukan hukum syara` yang disebutkan di dalam Al-Qur'an dan Al-Hadith dan yang dikuatkuasakan dalam undang-undang jinayah syar`iyyah, penjenayah-penjenayah yang didakwa di bawah kes jinayah syar`iyyah apabila sabit kesalahannya di dalam mahkamah wajib dikenakan hukuman hudud, qisas, diyat atau ta`zir. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hukuman-hukuman ini adalah tertakluk kepada kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh penjenayah-penjenayah tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic; font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;1. Hukuman Hudud&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hukuman hudud adalah hukuman yang telah ditentukan dan ditetapkan Allah di dalam Al-Qur'an dan Al-Hadith. Hukuman hudud ini adalah hak Allah yang bukan sahaja tidak boleh ditukar ganti hukumannya atau diubahsuai atau dipinda malah tidak boleh dimaafkan oleh sesiapapun di dunia ini. Mereka yang melanggar ketetapan hukum Allah yang telah ditentukan oleh Allah dan RasulNya adalah termasuk dalam golongan orang yang zalim. Firman Allah s.w.t. yang bermaksud:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;"Dan sesiapa yang melanggar aturan-aturan hukum Allah maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (Surah Al-Baqarah, 2:229).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kesalahan-kesalahan yang wajib dikenakan hukuman hudud ialah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;a) Berzina, iaitu melakukan persetubuhan tanpa nikah yang sah mengikut hukum syara`.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;b) Menuduh orang berzina (qazaf), iaitu membuat tuduhan zina ke atas orang yang baik lagi suci atau menafikan keturunannya dan tuduhannya tidak dapat dibuktikan dengan empat orang saksi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;c) Minum arak atau minuman yang memabukkan sama ada sedikit atau banyak, mabuk ataupun tidak. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;d) Mencuri, iaitu memindahkan secara sembunyi harta alih dari jagaan atau milik tuannya tanpa persetujuan tuannya dengan niat untuk menghilangkan harta itu dari jagaan atau milik tuannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;e) Murtad, iaitu orang yang keluar dari agama Islam, sama ada dengan perbuatan atau dengan perkataan, atau dengan i`tiqad kepercayaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;f) Merompak (hirabah), iiatu keluar seorang atau sekumpulan yang bertujuan untuk mengambil harta atau membunuh atau menakutkan dengan cara kekerasan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;g) Penderhaka (bughat), iaitu segolongan umat Islam yang melawan atau menderhaka kepada pemerintah yang menjalankan syari`at Islam dan hukum-hukum Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;2. Hukuman Qisas&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hukuman qisas adalah sama seperti hukuman hudud juga, iaitu hukuman yang telah ditentukan oleh Allah di dalam Al-Qur'an dan Al-Hadith. Hukuman qisas ialah kesalahan yang dikenakan hukuman balas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Membunuh dibalas dengan bunuh (nyawa dibalas dengan nyawa), melukakan dibalas dengan melukakan, mencederakan dibalas dengan mencederakan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kesalahan-kesalahan yang wajib dikenakan hukuman qisas ialah: &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;a) Membunuh orang lain dengan sengaja. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;b) Menghilangkan atau mencederakan salah satu anggota badan orang lain dengan sengaja. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;c) Melukakan orang lain dengan sengaja. Hukuman membunuh orang lain dengan sengaja wajib dikenakan hukuman qisas ke atas si pembunuh dengan dibalas bunuh. Firman Allah s.w.t. yang bermaksud:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kamu menjalankan hukuman qisas (balasan yang seimbang) dalam perkara orang-orang yang mati dibunuh." (Surah Al-Baqarah, 2:178) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hukuman menghilangkan atau mencederakan salah satu anggota badan orang lain atau melukakannya wajib dibalas dengan hukuman qisas mengikut kadar kecederaan atau luka seseorang itu juga mengikut jenis anggota yang dicederakan dan dilukakan tadi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Firman Allah s.w.t. yang bermaksud: &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;"Dan Kami telah tetapkan atas mereka di dalam kitab Taurat itu, bahawasanya jiwa dibalas dengan jiwa, dan mata dibalas dengan mata, dan hidung dibalas dengan hidung, dan telinga dibalas dengan telinga, dan gigi dibalas dengan gigi, dan luka-luka juga hendaklah dibalas (seimbang). Tetapi sesiapa yang melepaskan hak membalasnya, maka menjadilah ia penebus dosa baginya. Dan sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (Surah Al-Ma'idah: 45)&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;3. Hukuman Diyat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hukuman diyat ialah harta yang wajib dibayar dan diberikan oleh penjenayah kepada wali atau waris mangsanya sebagai gantirugi disebabkan jenayah yang dilakukan oleh penjenayah ke atas mangsanya. Hukuman diyat adalah hukuman kesalahan-kesalahan yang sehubungan dengan kesalahan qisas dan ia sebagai gantirugi di atas kesalahan-kesalahan yang melibatkan kecederaan anggota badan atau melukakannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Kesalahan-kesalahan yang wajib dikenakan hukuman diyat ialah: &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;a) Pembunuhan yang serupa sengaja. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;b) Pembunuhan yang tersalah (tidak sengaja). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;c) Pembunuhan yang sengaja yang dimaafkan oleh wali atau waris orang yang dibunuh.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Firman Allah s.w.t. yang bermaksud: &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;"Maka sesiapa (pembunuh) yang dapat sebahagian keampunan dari saudaranya (pihak yang terbunuh) maka hendaklah (orang yang mengampunkan itu) mengikut cara yang baik (dalam menuntut ganti nyawa), dan si pembunuh pula hendaklah menunaikan (bayaran ganti nyawa itu) dengan sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu serta satu rahmat kemudahan. Sesudah itu sesiapa yang melampaui batas (untuk membalas dendam pula) maka baginya azab siksa yang tidak terperi sakitnya." (Surah Al-Baqarah, 2:178) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic; font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;4. Hukuman Ta`zir &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hukuman ta`zir ialah kesalahan-kesalahan yang hukumannya merupakan dera, iaitu penjenayah-penjenayah tidak dijatuhkan hukuman hudud atau qisas. Hukuman ta`zir adalah hukuman yang tidak ditentukan kadar atau bentuk hukuman itu di dalam Al-Qur'an dan Al-Hadith. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Hukuman ta`zir adalah dera ke atas penjenayah-penjenayah yang telah sabit kesalahannya dalam mahkamah dan hukumannya tidak dikenakan hukuman hudud atau qisas kerana kesalahan yang dilakukan itu tidak termasuk di bawah kes yang membolehkannya dijatuhkan hukuman hudud atau qisas. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jenis, kadar dan bentuk hukuman ta`zir itu adalah terserah kepada kearifan hakim untuk menentukan dan memilih hukuman yang patut dikenakan ke atas penjenayah-penjenayah itu kerana hukuman ta`zir itu adalah bertujuan untuk menghalang penjenayah-penjenayah mengulangi kembali kejahatan yang mereka lakukan tadi dan bukan untuk menyiksa mereka. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic; font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;Bab 3 : Tujuan Hukuman Hudud, Qisas, Diyat dan Ta'zir&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Hukuman hudud, qisas, diyat dan ta`zir diperuntukkan dalam qanun jinayah syar`iyyah adalah bertujuan untuk menjaga prinsip perundangan Islam yang tertakluk di bawahnya lima perkara: &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;1. Menjaga agama, iaitu menjaga aqidah orang-orang Islam supaya tidak terpesong dari aqidah yang sebenar dan tidak menjadi murtad. Orang yang murtad akan disuruh bertaubat terlebih dahulu dan sekiranya dia enggan bertaubat maka hukuman bunuh akan dikenakan ke atas mereka. Sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;"Sesiapa yang menukar agamanya (murtad), maka bunuhlah dia." (Riwayat Bukhari) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;2. Menjaga nyawa, iaitu menjaga jiwa seseorang dari dibunuh termasuklah menjaga anggota tubuh badan seseorang dari dicederakan atu dirosakkan. Sesiapa yang membunuh manusia atau mencederakan anggota tubuh badan mereka itu dengan sengaja wajib dijatuhkan hukuman qisas atau diyat sebagaimana firman Allah s.w.t. yang bermaksud:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;"Dan di dalam hukum qisas itu ada jaminan hidup bagi kamu, wahai orang-orang yang berakal fikiran supaya kamu bertaqwa." (Surah Al-Baqarah, 2:179) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;3. Menjaga akal fikiran, iaitu memelihara akal fikiran manusia dari kerosakan disebabkan minum arak atau minuman-minuman yang memabukkan. Mereka yang meminum arak wajib dijatuhkan hukuman sebat tidak lebih dari lapan puluh kali sebat sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Saiyidina Ali di dalam sebuah hadith yang bermaksud: &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;"Rasulullah s.a.w. telah menyebat orang yang minum arak sebanyak empat puluh kali sebat, dan Saiyidina Abu Bakar telah menyebat empat puluh kali sebat juga, dan Saiyidina Umar menyebat sebanyak lapan puluh kali .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;4. Menjaga keturunan, iaitu memelihara manusia dari melakukan perzinaan supaya nasab keturunan, perwalian dan pewarisan anak-anak yang lahir hasil dari persetubuhan haram itu tidak rosak. Orang yang melakukan perzinaan wajib dijatuhkan hukum sebat dan rejam sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w. dalam hadithnya yang diriwayatkan daripada `Ubadah bin As-Somit r.a. yang bermaksud:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;"Ambillah peraturan daripada aku, ambillah peraturan daripada aku. Sesungguhnya Allah telah memberi jalan untuk mereka. Perawan dengan jejaka yang berzina hukumannya disebat sebanyak seratus kali sebat, dan dibuang negeri selama setahun. Dan janda dengan janda yang berzina hukumannya disebat sebanyak seratus kali sebat dan direjam." (Riwayat Muslim dan Abu Daud) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;5. Menjaga harta benda, iaitu memelihara harta benda manusia dari dicuri dan dirompak dengan menjatuhkan hukuman potong tangan ke atas pencuri, dan menjatuhkan hukuman mati atau potong tangan dan kaki kedua-duanya sekali atau dibuang negeri ke atas perompak. Hukuman ini tertakluk kepada cara rompakan itu dilakukan sebagaimana firman Allah s.w.t. yang bermaksud: &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;"Dan orang lelaki yang mencuri dan perempuan yang mencuri maka (hukumannya) potonglah tangan mereka sebagai satu balasan dengan sebab apa yang mereka telah usahakan, (juga sebagai) suatu hukuman pencegah dari Allah. Dan (ingatlah) Allah maha Kuasa lagi Maha Bijaksana." (Surah Al-Ma'idah: 38)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Firman Allah s.w.t. lagi yang bermaksud: &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;"Sesungguhnya balasan orang-orang yang memerangi Allah dan RasulNya serta melakukan bencana kerosakan di muka bumi (melakukan keganasan merampas dan membunuh orang di jalan ) ialah dengan balasan bunuh (kalau mereka membunuh sahaja dengan tidak merampas), atau dipalang (kalau mereka membunuh dan merampas), atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan berselang (kalau mereka merampas sahaja, atau dibuang negeri (kalau mereka hanya mengganggu ketenteraman awam). Hukuman yang demikian itu adalah suatu kehinaan di dunia bagi mereka, dan di akhirat kelak mereka beroleh azab siksa yang amat besar." (Surah Al-Ma'idah: 33)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;Bab 4: Pembunuhan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;1. Pembunuhan itu adalah satu daripada dosa-dosa besar sebagaimana firman Allah s.w.t yang bermaksud :- &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;"Sesiapa yang membunuh orang-orang mukmin dengan sengaja maka balasananya ialah neraka jahanam kekal didalamnya dan Allah murka dan mengutuknya dan disediakan azab yang berat untuknya."&lt;br /&gt;(Surah An-Nisa'a Ayat 93) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Firman Allah s.w.t yang bermaksud :- &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;" Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan ke atas kamu qisas (balasan yang sesuai dengan perbuatan) sebab membunuh orang." &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;2. Cara-cara pembunuhan ada tiga cara : &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;1) Sengaja semata-semata &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;i) Membunuh dengan sengaja semata-mata. - Iaitu seseorang yang bertujuan untuk membunuh dengan menggunakan sesuatu alat yang boleh membunuh atau mematikan seseorang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hukumannya :- - Pembunuhan wajib dibalas dengan bunuh juga (qisas) kecuali ahli waris yang terbunuh memaafkan dengan membayar diyat mughallazah (denda yang berat) ataupun dimaafkan tanpa membayar diyat(denda) - &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Syarat wajib qisas :-&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;1) Islam&lt;br /&gt;2) Tiada dimaafkan oleh ahli waris&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;2) Tersalah semata-mata&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Iaitu pembunuhan yang tidak disengajakan sebagai contoh seseorang itu menembak binatang tetapi tertembak seseorang yang lain dan menyebabkan orang itu terbunuh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hukuman :-&lt;br /&gt;Dikenakan islah tidak dikenakan qisas (balas bunuh) tetapi dia kena diyat mukhafafah (denda yang ringan). Diyat itu dibayar oleh adik-beradik pembunuh dan bayarannya boleh ditangguhkan selama tiga tahun. -&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Firman Allah s.w.t yang bermaksud :-&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;"Sesiapa yang membunuh seseorang yang beriman dengan tidak disengajakan maka hendaklah dia memerdekakan seorang hamba yang beriman serta membayar diyat (denda) kepada ahli yang terbunuh." &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(Surah An-Nisa'a - Ayat 92) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;3) Menyerupai semata-mata &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Iaitu seseorang yang memukul orang lain dengan sesuatu alat yang biasanya tidak boleh membunuh atau mematikan seperti ranting kayu dan mati dengan pukulan itu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hukumannya:-&lt;br /&gt;Islah tiada wajib qisas (balas bunuh) tetapi diwajibkan ke atas keluarga pembunuh membayar diyat mughallazah (denda yang berat) dengan secara beransur-ansur selama tiga tahun. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;Bab 5 : Zina&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ialah persetubuhan yang dilakukan oleh seorang lelaki dengan seorang perempuan tanpa nikah yang sah mengikut hukum syarak (bukan pasangan suami isteri) dan kedua-duanya orang yang mukallaf, dan persetubuhan itu tidak termasuk dalam takrif (persetubuhan yang meragukan).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika seorang lelaki melakukan persetubuhan dengan seorang perempuan, dan lelaki itu menyangka bahawa perempuan yang disetubuhinya itu ialah isterinya, sedangkan perempuan itu bukan isterinya atau lelaki tadi menyangka bahawa perkahwinannya dengan perempuan yang disetubuhinya itu sah mengikut hukum syarak, sedangkan sebenarnya perkahwinan mereka itu tidak sah, maka dalam kes ini kedua-dua orang itu tidak boleh didakwa dibawah kes zina dan tidak boleh dikenakan hukuman hudud, kerana persetubuhan mereka itu adalah termasuk dalam wati’ subhah iaitu persetubuhan yang meragukan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Mengikut peruntukan hukuman syarak yang disebutkan di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadith yang dikuatkuasakan dalam undang-undang Qanun Jinayah Syar’iyyah bahawa orang yang melakukan perzinaan itu apabila sabit kesalahan di dalam mahkamah wajib dikenakan hukuman hudud, iaitu disebat sebanyak 100 kali sebat. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang bermaksud :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Perempuan yang berzina dan lelaki yang berzina, hendaklah kamu sebat tiap-tiap seorang dari kedua-duanya 100 kali sebat, dan janganlah kamu dipengaruhi oleh perasaan belas kasihan terhadap keduanya dalam menjalankan hukum Agama Allah, jika benar kamu beriman kepada Allah dan hari Akhirat, dan hendaklah disaksikan hukuman siksa yang dikenakan kepada mereka itu oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman”. (Surah An- Nur ayat 2)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;ZINA TERBAHAGI KEPADA DUA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;1. ZINA MUHSAN&lt;br /&gt;2. ZINA BUKAN MUHSAN&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;ZINA MUHSAN&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Iaitu lelaki atau perempuan yang telah pernah melakukan persetubuhan yang halal (sudah pernah berkahwin)&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;ZINA BUKAN MUHSAN&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Iaitu lelaki atau perempuan yang belum pernah melakukan persetubuhan yang halal (belum pernah berkahwin).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Perzinaan yang boleh dituduh dan didakwa dibawah kesalahan Zina Muhsan ialah lelaki atau perempuan yang telah baligh, berakal, merdeka dan telah pernah berkahwin, iaitu telah merasai kenikmatan persetubuhan secara halal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Penzinaan yang tidak cukup syarat-syarat yang disebutkan bagi perkara diatas tidak boleh dituduh dan didakwa dibawah kesalahan zina muhsan, tetapi mereka itu boleh dituduh dan didakwa dibawah kesalahan zina bukan muhsan mengikut syarat-syarat yang dikehendaki oleh hukum syarak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;HUKUMAN YANG DIKENAKAN KEATAS ORANG YANG ZINA MUHSAN DAN BUKAN MUHSAN&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seseorang yang melakukan zina Muhsan, sama ada lelaki atau perempuan wajib dikenakan keatas mereka hukuman had (rejam) iaitu dibaling dengan batu yang sederhana besarnya hingga mati. Sebagaimana yang dinyatakan di dalam kitab I’anah Al- Thalibin juzuk 2 muka surat 146 yang bermaksud :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;”Lelaki atau perempuan yang melakukan zina muhsan wajib dikenakan keatas mereka had (rejam), iaitu dibaling dengan batu yang sederhana besarnya sehingga mati”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Seseorang yang melakukan zina bukan muhsan sama ada lelaki atau perempuan wajib dikenakan ke atas mereka hukuman sebat 100 kali sebat dan buang negeri selama setahun sebagaimana terdapat di dalam kitab Kifayatul Ahyar juzuk 2 muka surat 178 yang bermaksud :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;”Lelaki atau perempuan yang melakukan zina bukan muhsin wajib dikenakan keatas mereka sebat 100 kali sebat dan buang negeri selama setahun”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEREMPUAN YANG DI ROGOL DAN DI PERKOSA &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan-perempuan yang dirogol atau diperkosa oleh lelaki yang melakukan perzinaan dan telah disabit dengan bukti –bukti yang diperlukan oleh syarak dan tidak menimbulkan sebarang keraguan dipihak hakim bahawa perempuan itu dirogol dan diperkosa, maka dalam kes ini perempuan itu tidak boleh dijatuhkan dan dikenakan hukuman hudud,dan ia tidak berdosa dengan sebab perzinaan itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Lelaki yang merogol atau memperkosa perempuan melakukan perzinaan dan telah sabit kesalahannya dengan bukti – bukti dan keterangan yang dikehendaki oleh syarak tanpa sebarang keraguan dipihak hakim, maka hakim hendaklah menjatuhkan hukuman hudud keatas lelaki yang merogol perempuan itu, iaitu wajib dijatuhkan dan dikenakan ke atas lelaki itu hukuman rejam dan sebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan-perempuan yang telah disabitkan oleh hakim bahawa ia adalah dirogol dan diperkosa oleh lelaki melakukan perzinaan, maka hakim hendaklah membebaskan perempuan itu dari hukuman hudud (tidak boleh direjam dan disebat) dan Allah mengampunkan dosa perempuan itu di atas perzinaan secara paksa itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Bab 6: Liwat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Liwat ialah melakukan persetubuhan di dubur, sama ada dubur lelaki atau dubur perempuan walaupun dubur isterinya sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Melakukan persetubuhan didubur hukumnya adalah haram dan sama seperti bersetubuh difaraj perempuan yang bukan isterinya, dan juga sama hukumannya dengan berzina. Mereka yang melakukan liwat, wajib dikenakan hukuman hudud, iaitu direjam sehingga mati, jika orang yang berliwat itu muhsin. Dan dikenakan hukuman sebat 100 kali sebat dan buang negeri selama setahun, jika berliwat dengan bukan muhsin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(Kifayatul Ahyar juzuk 2 muka surat 111-112)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;MUSAHAQAH (LESBIAN)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Melakukan sesuatu perbuatan untuk memuaskan nafsu seks diantara perempuan dengan perempuan dengan mengeselkan faraj dengan faraj mereka berdua hingga mendatangkan berahi dan merasa kelazatan dengan sebab pergeselan faraj diantara kedua-dua orang perempuan itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Musahaqah adalah suatu perbuatan yang haram dan wajib dikenakan hukuman takzir, dimana kesalahan musahaqah itu boleh disabitkan dengan bukti-bukti yang dikehendaki untuk mensabitkan kesalahan-kesalahan yang wajib dikenakan hukuman takzir. Dan kesalahan liwat hendaklah disabitkan kesalahan itu dengan bukti –bukti sebagaimana yang dikehendaki oleh syarak untuk membuktikan zina.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;MENDATANGI BINATANG&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seseorang yang mendatangi binatang tidak boleh diistilahkan sebagai orang yang berzina. Perbuatan mereka itu boleh diistilahkan suatu perbuatan yang haram dan keji yang wajib dijatuhkan hukuman takzir.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;BERSETUBUH DENGAN ORANG YANG TELAH MATI&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lelaki yang mensetubuhi perempuan yang telah mati yang bukan isterinya tidak boleh diistilahkan melakukan perzinaan, tetapi lelaki itu wajib dikenakan hukuman takzir. Begitu juga perempuan yang memasukkan zakar lelaki yang telah mati yang bukan suaminya ke dalam farajnya tidak boleh juga dikira sebagai berzina, tetapi perempuan itu wajib juga dikenakan hukuman takzir.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Oleh itu bagi perkara tersebut diatas lelaki dan perempuan itu tadi wajib dikenakan hukuman takzir sahaja dan tidak boleh dikenakan hukuman hudud.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;BUKTI-BUKTI UNTUK MENSABITKAN KESALAHAN ZINA&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Untuk mensabitkan seseorang itu bersalah dalam kes zina yang wajib dikenakan hukuman hudud mestilah dibuktikan dengan salah satu perkara-perkara berikut:-&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;i) Perzinaan itu mestilah disaksikan oleh empat orang saksi lelaki. Sebagaimana Firman Allah Taala yang bermaksud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan sesiapa yang melakukan perbuatan keji (zina) diantara perempuan-perempuan kamu maka carilah empat orang lelaki diantara kamu menjadi saksi terhadap perbuatan-perbuatan mereka”.&lt;br /&gt;( Surah An-Nisaa' - Ayat 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ii) Ikrar (pengakuan) daripada orang yang melakukan zina. Ikrar ini hendaklah dibuat dihadapan imam atau wakilnya seperti hakim atau kadhi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;iii) Qarinah, iaitu perkara-perkara yang menunjukkan berlaku perzinaan, misalnya hamil bagi perempuan-perempuan yang tidak bersuami, atau tidak diketahui perempuan itu ada suami.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;KELAYAKAN SAKSI –SAKSI DALAM KES ZINA&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saksi-saksi yang layak untuk menjadi saksi dalam kes kesalahan berzina yang boleh diterima penyaksiannya ialah mereka yang memenuhi syarat-syarat berikut:-&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;1. 4 orang lelaki&lt;br /&gt;2. Baligh, telah dewasa mengikut syarat-syarat yang ditentukan oleh syarak.&lt;br /&gt;3. Berakal&lt;br /&gt;4. Orang yang adil, iaitu tidak melakukan dosa besar dan dosa –dosa kecil.&lt;br /&gt;5. Orang Islam&lt;br /&gt;6. Saksi-saksi itu kesemuanya mestilah benar-benar melihat dengan matanya sendiri masuk kemaluan lelaki itu kedalam kemaluan perempuan itu seperti keris masuk kedalam sarungnya.&lt;br /&gt;7. Keterangan saksi-saksi itu mestilah jelas, iaitu menerangkan secara hakiki masuk zakar lelaki itu ke dalam lubang faraj perempuan itu sebagaimana yang berlaku – bukan secara kiasan.&lt;br /&gt;8. Saksi-saksi itu mestilah melihat sendiri perzinaan itu dilakukan dalam satu tempat yang tertentu dan dalam satu masa yang sama (tidak berlainan tempat dan masa).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;Bab 7: Qazaf&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;PENGERTIAN QAZAF&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pengertiannya ialah melimparkan tuduhan zina kepada orang yang baik lagi suci atau menafikan keturunanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;PEMBAHAGIAN QAZAF&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;1.) Qazaf yang pesalah-pesalahnya boleh dikenakan hukuman hudud, seperti seseorang menuduh seseorang yang baik lagi suci berzina tanpa mengemukakan empat saksi lelaki yang adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.) Qazaf yang pesalah-pesalahnya boleh dikenakan hukuman takzir seperti seseorang menuduh seseorang yang lain kufur, mencuri, minum arakatau murtad dan sebagainya, termasuk mencaci, memaki dan lain-lainnya yang boleh menjatuhkah marwah seseorang dan menghinanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menuduh seseorang yang baik lagi suci berzina tanpa mengemukakan empat orang saksi lelaki yang adil hukumnya adalahharam dan termasuk dalam dosa besardan wajib dikenakan hukuman had Qazaf (sebat) sebanyak 80 kali sebat, dan tidak boleh diterima penyaksiannya selama-lamanya kerana dia adalah orang fasiq. Sebagaimana Firman Allah Taala yang bermaksud:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;”Dan orang-orang yang melemparkan tuduhan zina kepada perempuan-perempuan yang terpelihara kehormatannya, kemudian mereka tidak membawa empat orang saksi. Maka sebatlah mereka 80 kali sebat, dan janganlah kamu terima persaksian mereka itu selama-lamanya kerana mereka itu adalah orang yang fasiq”.&lt;br /&gt;(Surah An- Nur ayat 4)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;PENUDUH YANG BOLEH DIKENAKAN HUKUMAN QAZAF&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;1. Berakal&lt;br /&gt;2. Baligh&lt;br /&gt;3. Kemahuan sendiri tidak dipaksa&lt;br /&gt;4. Mengetahui haramnya Qazaf&lt;br /&gt;5. Bukan ibu bapa dan datuk ke atas kepada orang yang dituduh.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;Bab 8 : Minum Arak (Khamar)&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;PENGERTIAN ARAK&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Arak ialah minuman yang memabukkan. Dalam bahasa Arab dinamakan khamar, berasal dari kata khamara ertinya menutupi. Seseorang yang minum arak atau khamar, biasanya ia mabuk, hilang akal fikirannya tertutup jalan kebenaran, dan ia lupakan dirinya dan lupakan Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Minum arak hukumnya adalah haram, sama ada sedikit atau banyak, hukum mabuk atau pun tidak, kecuali ketika darurat, dan arak itu adalah najis ainnya. Firman Allah yang bermaksud :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;”Wahai orang-orang yang beriman bahawa sesungguhnya arak dan judi, dan pemujaan berhala dan mengundi nasib dengan batang-batang anak panah, adalah semata-mata kotor (najis / keji) dari perbuatan syaitan. Oleh itu hendaklah kamu menjauhinya supaya kamu berjaya”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(Surah Al- Maidah ayat 90)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;HUKUM ORANG YANG MINUM ARAK&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam Qanun jenayah syar’iyyah, seseorang yang telah sabit kesalahan minum arak atau sebarang minuman yang memabukkan, sama ada dia mabuk atai tidak, wajib dikenakan hukuman sebat tidak lebih dari 80 kali sebat dan tidak tidak kurang dari 40 kali sebat. Hukuman ini adalah berdalilkan hadith Rasulullah s.a.w yang diriwayatkan daripada Ali bin Abi Thalib r.a yang bermaksud:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;”Rasulullah s.a.w telah menyebat orang yang minum arak sebanyak 40 kali sebat, dan Saidina Abu Bakar telah menyebat sebanyak 40 kali sebat juga, dan Saidina Umar menyebat sebanyak 80 kali sebat. Semuanya adalah sunnah Rasulaullah s.a.w. dan inilah yang paling akau suka”. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KESABITAN KESALAHAN MINUM ARAK(KHAMAR)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Untuk mensabitkan kesalahan seseorang minum arak (khamar) adalah tertakluk dibawah tiga sebab:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;i) Minuman yang diminum itu ialah khamar, iaitu minuman yang memabukkan dan yang menghilangkan akal fikiran manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ii) Orang yang meminum minuman itu mengetahui bahawa minuman yang diminum tadi memabukkan dan menutup akal fikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iii) Sengaja melakukan kesalahan meminum minuman yang memabukkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seseorang yang meminum minuman yang boleh memabukkan, dan ia tidak tahu bahawa dengan meminum minuman itu ia akan menjadi mabuk tidak boleh dikenakan hukuman had keatas orang yang meminum minuman itu, sekalipun dengan sebab meminum tadi ia menjadi mabuk.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;PEMINUM ARAK YANG BOLEH DIKENAKAN HUKUM HADD&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Orang yang melakukan kesalahan minum arak (khamar) yang wajib dikenakan hukuman hadd adalah tertakluk dibawah syarat-syarat berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;i) Baligh&lt;br /&gt;ii) Berakal&lt;br /&gt;iii) Kemahuan sendiri tanpa dipaksa oleh sesiapa&lt;br /&gt;iv) Minuman itu masuk kedalam rongga melalui mulut&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Kanak – kanak yang belum baligh atau orang yang gila yang minum arak (khamar) tidak boleh dikenakan hukuman hadd ke atas mereka, kerana perbuatan mereka itu tidak boleh dianggap sebagai perbuatan jenayah syar’iyyah yang boleh dikenakan hukuman hadd. Ini adalah berdalilkan hadith Rasulullah s.a.w. yang bermaksud:-&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;”Allah tidak akan menyiksa tiga golongan manusia, iaitu kanak-kanak sehingga ia baligh, orang yang tidur sehingga ia bangun dari tidurnya, dan orang yang gila sehingga ia sembuh dari gila’. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(Riwayat Bukhari dalam Sahih)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;BUKTI-BUKTI YANG MENSABITKAN KESALAHAN MINUM ARAK (KHAMAR)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bukti – bukti yang mensabitkan kesalahan seseorang itu minum arak (khamar) yang boleh dikenakan hukuman hadd adalah sebagaimana berikut:-&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;1) Syahadah (kesaksian)&lt;br /&gt;2) Ikrar (pengakuan)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kesalahan minum arak (khamar) boleh dibuktikan dengan keterangan lisan yang diberi oleh dua orang saksi atau dengan ikrar (pengakuan) yang dibuat oleh oarang yang dituduh itu dengan kerelaan dirinya sendiri tanpa paksaan dari mana-mana pihak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saksi-saksi dari pihak pendakwa atau penuduh mestilah terdiri dari dua orang lelaki yang mempunyai syarat-syarat yang cukup. Jika saksi-saksi itu semuanya terdiri dari orang-orang perempuan atau seorang lelaki berserta dengan beberapa orang perempuan, maka kesaksian mereka itu tidak boleh diterima dan tidak boleh disabitkan kesalahan orang yang dituduh tadi, kerana kesaksian mereka itu boleh mendatangkan keraguan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;Bab 9 : Mencuri (Sariqah)&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;PENCURI&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pencuri ialah mengambil harta orang lain dengan cara bersembunyi dan diambil daripada tempat pertaruhan (tempat yang layak untuk menyimpan harta itu). Mencuri itu adalah salah satu daripada dosa-dosa besar dan mewajibkan potong tangan ke atas si pencuri itu.&lt;br /&gt;Sebagaimana dengan firman Allah yang bermaksud:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;”Pencuri lelaki dan pencuri perempuan hendaklah kamu potong tangannya sebagai balasan pekerjaan, dari siksaan daripada Allah, Allah maha perkasa lagi maha bijaksana”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(Surah Al- Maidah ayat 38)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud: &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;”Tidak dipotong tangan seseorang pencuri itu kecuali seperempat dinar atau lebih daripada nilai wang mas”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(Riwayat Bukhari Muslim)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;CIRI –CIRI PERBUATAN MENCURI&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;1. Memindahkan secara bersembunyi harta alih dari jangkaan atau milikan tuannya.&lt;br /&gt;2. Pemindahan harta itu tanpa persetujuan tuannya.&lt;br /&gt;3. Pemindahan harta itu dengan niat untuk menghilangkan harta tadi dari jangkaan atau milik tuannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;HUKUMAN HUDUD YANG WAJIB DIKENAKAN KEATAS PENCURI&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;1) Mengikut peruntukkan hukum syarak yang dikuatkuasakan dalam Qanun jenayah syar’iyyah, orang yang boleh didakwa dibawah kesalahan kes sariqah (mencuri) dan wajib dikenakan hukuman hudud ialah:-&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;i) Orang yang berakal&lt;br /&gt;ii) Orang yang baligh&lt;br /&gt;iii) Dengan kemahuan sendiri&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;2) Pencuri yang gila atau kanak-kanak atau orang yang kurang akalnya (tidak siuman) tidak wajib dikenakan hukuman hudud, sekalipun mereka itu mengambil harta atau barangan orang itu secara bersembunyi dengan tujuan untuk memiliki harta atau barangan itu. Sebagaiman Hadirh Rasulullah s.a.w. yang bermaksud:-&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;”Allah tidak akan menyiksa tiga golongan manusia iaitu orang yang tidur hingga ia bangun dari tidurnya, kanak-kanak hingga ia baligh dan orang gila hingga ia berakal (siuman)”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(Riwayat Ahmad, Ashabi, Sunan dan Hakam)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;3) Orang yang dipaksa mencuri dengan cara kekerasan, misalnya orang yang diancam dan diugut akan dibunuh jika tidak mahu mencuri. Sebagaimana hujjah Hadith Rasulullah s.a.w yang bermaksud:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;”Sesungguhnya Allah menghapuskan dosa umatku yang tersalah, terlupa dan dosa mereka yang dipaksa melakukan sesuatu kesalahan”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(Riwayat Ibnu Majah dan Baihaq’i dan Lain daripada keduanya)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;4) Orang yang terpaksa mencuri disebabkan tersangat lapar (kebuluran) atau terlalu dahaga yang boleh membawa kepada maut tidak boleh juga dikenakan hukuman hudud, kerana mereka yang dalam keadaan tersebut adalah termasuk dalam darurat yang diharuskan oleh syarak melakukan perkara yang dilarang. Kes ini adalah merujuk kepada Kaedah Fiqhiyyah yang bermaksud :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;” Darurat (dalam keadaan yang memaksa) diharuskan melakukan perkara yang dilarang”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(Al- Ashbah dan An – Nazha’ir)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam perkara (3) dan (4) mereka itu terlepas dari hukuman hudud, tetapi hakim boleh mengenakan hukuman takzir keatas pencuri itu mengikut kea’rifan dan kebijaksanaannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;PENCURI YANG TIDAK BOLEH DIKENAKAN HUKUMAN KESALAHAN SARIQAH&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pencuri yang tidak boleh dikenakan hukuman kesalahan sariqah ialah :-&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;1) Pencurian yang dilakukan secara khianat, iaitu orang yang mengambil harta atau barangan yang diamanahkan kepadanya. Mereka yang melakukan kesalahan tersebut tidak boleh didakwa dibawah kes sariqah (mencuri) dan tidak boleh dikenakan hukuman hudud, tetapi mereka itu hendaklah didakwa di bawah kes kesalahan pecah amanah yang wajib dikenakan hukuman takzir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Orang yang mengambil harta atau barangan orang lain dengan cara paksaan dan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Orang yang menyambar barangan orang lain sambil lalu, iaitu semasa berjalan atau atas kenderaan,termasuk juga penyelok saku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Pencurian berlaku dimedan peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Mengambil buah yang tergantung di atas dahannya kerana tersangat lapar dan dahaga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;SABIT KESALAHAN MENCURI &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;1. Kesalahan mencuri boleh disabitkan dengan adanya salah satu dari bukti-bukti berikut:-&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;i) Ikrar (pengakuan)&lt;br /&gt;ii) Keterangan dua orang saksi lelaki yang adil&lt;br /&gt;iii) Sumpah yang mardud iaitu sumpah pencuri itu dikembalikan kepada orang yang mendakwa, jika orang yang didakwa tadi tidak mengaku, dimana mengikut keterangan orang yang mendakwa bahawa orang yang didakwa itu memang sebenarnya adalah mencuri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;2. Pencuri yang mengaku melakukan kesalahan mencuri memadai membuat pengakuan hanya sekali pengakuan sahaja dan pengakuan itu dibuat dimajlis dalam Mahkamah dihadapan hakim.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;3. Untuk mempastikan kebenaran keterangan saksi-saksi bagi mensabitkan kesalahan seseorang itu mencuri, hakim hendaklah menyoal siasat saksi-saksi itu mengenai harta atau barangan yang dicuri, cara kecurian, tempat kecurian, masa kecurian dan lain-lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;4. Hakim hendaklah juga menanyakan kepada saksi-saksi itu hubungan antara orang yang kena curi dangan orang yang mencuri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;PENCURI YANG DIKECUALIKAN DARII HUKUMAN HUDUD.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;1) Jumlah nilai harta atau barangan yang dicuri itu kurang daripada satu perempat dinar atau tiga darham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Untuk mensabitkan kesalahan mencuri itu tidak dapat dibuktikan mengikut yang dikehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pencuri itu bukan orang yang mukallaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Tuan punya harta atau barang yang dicuri itu tidak menyimpan dan menjaga harta atau barangannya ditempat yang selamat daripada kena curi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Pencuri itu belum lagi mendapat milik yang sepenuhnya keatas harta yang dicuri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Harta atau barang yang dicuri itu bukan dari barangan yang berharga dan bernilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Harta atau barangan yang dicuri itu tidak memberi apa-apa faedah dan tidak bernilai mengikut hukum syarak seperti alat hiburan atau minuman yang memabukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8) Pencurian yang dilakukan oleh orang yang memberi hutang ke atas harta atau barangan orang yang berhutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9) Pencurian yang berlaku itu dalam kedaan yang mendesak seperti didalam peperangan, dimasa sangat lapar dan dahaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10) Pencurian yang dilakukan oleh anak keatas harta atau barangan kepunyaan ibu bapanya hingga ke atas (datuk dan seterusnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11) Pencurian yang dilakukan oleh suami keatas harta atau barangan kepunyaan isterinya dan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12) Pencuri itu mencuri harta atau barangan kepunyaan Baitul Mal.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;HUKUMAN KERANA KESALAHAN MENCURI&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sesiapa yang melakukan kesalahan mencuri wajib dikenakan hukuman hudud sebagaimana yang dikehendaki oleh hukum syarak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;1) Mencuri kali pertama hendaklah dipotong tangan kanannya.&lt;br /&gt;2) Mencuri kali yang kedua hendaklah dipotong kaki kirinya dan,&lt;br /&gt;3) Mencuri kali ketiga dan berikutnya hendaklah dikenakan hukuman takzir dan dan dipenjarakan sehingga ia terbunuh.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-835648498745953896?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/835648498745953896/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=835648498745953896' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/835648498745953896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/835648498745953896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2009/05/maklumat-ringkas-fiqh-jinayat.html' title='Maklumat Ringkas Fiqh Jinayat'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-1957123915083579527</id><published>2009-05-19T23:41:00.004+08:00</published><updated>2009-05-20T00:22:10.436+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='borak-borak'/><title type='text'>Sampai ke Imtihan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini genap 19 hari aku berada di Bumi Ambia', Mesir, Alhamdulillah segala urusan telah di uruskan dengan sempurna. Yang tak sempurna pun boleh dimasukkan ke dalam ketogori sempurna. Apa itu tidak sempurna? itulah perkara membuat visa pelajar di sini. Semuanya gara-gara kepayahannya orang-orang luar untuk berurusan dengan Pak Arab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Perkara ini, rasanya hanya berlaku di Muhafazah Mansoura sahaja. Apa tidaknya, perkara memula perlu dilakukan oleh semua wafideen(Pelajar Luar Negara) adalah perlu mendapatkan Pengesahan Kuliah dari Pejabat AL-Azhar, sedangkan aku telah sampai waktu pembelajaran sudah tamat. Jadi alasan ammu2 pejabat adalah tidak wajar untuk mengambil tasdiq (pengesahan kuliah) selepas waktu belajar. Keduanya perlu pergi ke jawazat untuk membuat visa. Apabila ke sana bukan urusan visa yang akan ditempuhi, akan tetapi sema wafideen harus berjumpa dengan Amnu Daulah. Mereka ini adalah seperti Pihak2 keselamatan dalam negeri. Jika belum menemui beliau maka visa tidak akan dikeluarkan. Hendak tunggu berjumpa dengan Amnu Daulah je memakan masa lebih sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Amnu Daulah telah meluluskan untuk mengambil visa, perlu semula ke jawazat untuk memberitahu perkara tersebut. Kes semasa di jawazat lain pula, apabila ke sana, jika mereka tidka ada mood atau .... apa saja la.. mereka dengan senang hati, dengan satu perkataan "Bukra"(esok). pergi esok pula, perkataan sama akan dijawab. Masa setiap pelajar kadang2 berbeza. tidak boleh hari2 pergi ke sana. Jikalau pelajar perempuan cepat pula mereka menguruskan. Betul2 Pak Arab la katekan. Pantang nampak dahi licin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara yang sudah dikatakan sempurna adalah perkara yang paling penting untuk aku melaksanakan misi dan matlamat aku datang ke Mesir. Menamatkan dan menghabiskan bacaan dua kitab yang akan dibawa dalam peperiksaan akhir nanti adlah suatu kesyukuran kerana habis sudah aku memahami kedua2 mata pelajaran tersebut. kedua2nya mata pelajaran Hadith, Hadith Mauduie dan Hadith Tahlili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadith Mauduie memaparkan Hak-Hak Dalam Islam Yang harus di lakukan oleh Setiap orang Islam. Hadith Tahlili pula berkaitan dengan Hukum Hudud yang perlu dilaksanakan oleh Negara Islam kerana yang boleh menjalankannya adalah Amir(Pemimpin) atau Imam sesebuah negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah perkara-perkara ini telah selesai. tinggal mahu menghafal dalil2 yang berkaitan sahaja... semoga Allah mempermudahkan urusanku dan memenangkan hatiku untuk menjawab segala persoalan yang akan diberi oleh Doktor... Peperiksaan akan bermula dengan madah Hadith Mauduie iaitu pada 28/05/2009 dan Hadith Tahlili pada 04/06/2009. Doa dari sahabat-sahabat amatlah diperlukan. Ameen....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/ShLa9qJrpcI/AAAAAAAAAOI/_wxL3aVZEGQ/s1600-h/DSC02455.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/ShLa9qJrpcI/AAAAAAAAAOI/_wxL3aVZEGQ/s320/DSC02455.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337569261209232834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Imarah-Imarah ayng ada sekitar Bandar Mansoura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/ShLa9nQpTvI/AAAAAAAAAOQ/IxGofvB--W4/s1600-h/DSC02466.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/ShLa9nQpTvI/AAAAAAAAAOQ/IxGofvB--W4/s320/DSC02466.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337569260433133298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rupa duit di Mesir seperti sudah digunakan sepuluh tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/ShLa-fNw8UI/AAAAAAAAAOY/Shk2EM1YQaI/s1600-h/DSC02462.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/ShLa-fNw8UI/AAAAAAAAAOY/Shk2EM1YQaI/s320/DSC02462.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337569275453436226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Makanan kegemaran yang lagi best dari PizzaHut dan Domino Pizza, Capochino.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/ShLa-lFA5VI/AAAAAAAAAOg/K3iEwZefvAk/s1600-h/DSC02478.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/ShLa-lFA5VI/AAAAAAAAAOg/K3iEwZefvAk/s320/DSC02478.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337569277027345746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Anak-anak Pak Arab bermain bola&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-1957123915083579527?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/1957123915083579527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=1957123915083579527' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/1957123915083579527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/1957123915083579527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2009/05/sampai-ke-imtihan.html' title='Sampai ke Imtihan'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/ShLa9qJrpcI/AAAAAAAAAOI/_wxL3aVZEGQ/s72-c/DSC02455.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-8225717994887530172</id><published>2009-05-14T03:03:00.007+08:00</published><updated>2009-05-20T00:24:33.081+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='borak-borak'/><title type='text'>Apa yang ada...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah menjangkau 13 hari aku tiba di bumi anbia'i wal mursalin... Misr... Alhamdulillah, bayangan madah yang akan imtihan pada 28/5 dan 4/6 sudah kelihatan dan mudah difahami. Aku mula merasa enak belajar di bumi mesir ni... lagi-lagi di Mansurah, gelarannya Bandar Perubatan kerana terdapat University Perubatan yang terbesar di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Niat sebelum aku melangkah kaki ku di Mesir, aku harus lulus dengan cemerlang kedua-dua madah yang di bawa dan aku mesti merasai kembali makanan-makanan yang amat di rindui di Mesir. Biarpun keadaan sekitar tidak sesempurna Malaysia, tetapi kenangan inilah yang boleh membuatkan pelajar-pelajar Malaysia yang belajar di sini matang dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali kedengaran, pelajar Malaysia selalu 'sangkut' pelajarannya di Mesir. Hingga 6-10 tahun baru pulang ke Malaysia. Pengajian Ijazah Sarjana Muda di sini pun hanya mengambil 4 tahun sahaja. Tetapi orang tidak tahu bahawa, selalunya pelajar Malaysia bukanlah saja-saja mahu balik lewat ke Malaysia melainkan ingin menimba 'ilmu-ilmu' yang terlalu banyak di bumi Mesir ini. Ilmu pengajian di Universiti Al-Azhar memang dalam 4 tahun sudah boleh dihabiskan, tetapi adakah itu sudah mencukupi?, sudah tentu jawapannya tidak. Kerana ilmu-ilmu yang berada di mesir ini, sehingga 30 tahun pun belum tentu akan habisnya. Di bumi Mesir inilah yang menyaksikan ramai para Ulama'-ulama' Mu'tabar telah dilahirkan bukan kerana 4 tahun mereka berada disini, tetapi sekurang-kurangnya 10 tahun baru dikira berjaya untuk menguasai ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kedengaran, Pelajar Al-Azhar jika pulang ke tanah air, mereka akan melawan kerajaan, dan tidak bersyukur kerana kerajaan telah membiayai pengajian mereka selama mana mereka di Mesir. Ternyata kenyataan ini begitu meleset, bukan niat pelajar Mesir ini balik ingin melawan kerajaan. Malah mereka balik sebagai seorang penuntut yang dipenuhi dengan ilmu-ilmu yang cukup banyak sehinggakan tidak sabar-sabar ingin dicurahkannya. Tetapi amat malang, pengajian yang mereka bawa adalah pengajian tentang agama Islam yang tercinta dan sentiasa di pandang sepi oleh pihak kerajaan. Bukan itu sahaja, semestinya apa yang mereka belajar disini, tentulah lebih diketahui Arifnya oleh mereka dari dari apa yang rakyat Malaysia tahu mengenai Ajaran Islam, kerana ilmu-ilmu tentang agama Islam dan Al-quran itu ditulis dan dibawa dari negeri arab. Bahasa Al-Quran juga dalam bahasa arab, jadi mereka semestinya sudah tahu ada dasar-dasar kerajaan yang melanggari hukum Islam dan sudah menjadi kewajipan kepada pelajar-pelajar ini akan menegur apa yang tidak betul dalam kerajaan. Dan mereka hanyalah pelajar-pelajar muda dan tentunya teguran mereka tidak akan kedengaran bagi 'orang yang lebih tua' dari mereka. Oleh sebab itu mereka digelar 'menentang' kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dibuktikan bahawa tidak ada sebarang biasiswa yang ditawarkan oleh kerajaan untuk pelajar-pelajar pengajian Islam kerana mereka menganggap pengajian ini bukan subjek utama kerajaan Malaysia untuk membangunkan negara Malaysia. Jadi kebanyakan biasiswa dan dermasiswa yang telah diterima oleh pelajar di Mesir ini hanyalah hasil dari sumber zakat dan BaitulMal dari setiap negeri. Jadi tiada kaitannya untuk berkata mereka tidak bersyukur kepada kerajaan kerana mereka bukan mendapat biasiswa dari kerajaan. Tetapi hasil duit zakat dan baitulmal. Dan duit-duit ini adalah hak asnaf-asnaf yang terlibat. Bukan duit bayaran cukai rakyat. Sepengetahuannya pelajar-pelajar di Mesir ini, Biasiswa kerajaan mahupun dermasiswa telah lama diluputkan oleh kerajaan Malaysia untuk mereka. Kerana dasar kerajaan malaysia adalah dasar Nasionalisme bukan dalam Islamism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh itu, tidak boleh disalahkan pelajar-pelajar lepasan timur ini apabila mereka pulang, semestinya, perkara awal yang dibawa oleh mereka adalah Islam dan ilmu-ilmu berkaitan dengannya. apa yang diterangkan semestinya adalah perkara yang hak sahaja. Semoga kita sama-sama mendapat manfaat dari apa yang di pelajari oleh mereka. amin&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/SgshuyDwXzI/AAAAAAAAAM4/u0kXXmx1JdU/s1600-h/DSC02290.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/SgshuyDwXzI/AAAAAAAAAM4/u0kXXmx1JdU/s320/DSC02290.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335395271145709362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Makanan yang ku rindu (Ta'miah) makan kat kedai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/SgshvY9fg2I/AAAAAAAAANI/KPg9z93tCW0/s1600-h/DSC02460.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/SgshvY9fg2I/AAAAAAAAANI/KPg9z93tCW0/s320/DSC02460.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335395281588421474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tamiah beli segenih, syibsy segenih dan roti esh segenih, pastu die bagi satu sayur ni, ammu jam kate 'syabsukah'. beli dan campurkan wow sedap juga tu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/ShLdDpKrinI/AAAAAAAAAOo/UX1sjgecqTY/s1600-h/DSC02344.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/ShLdDpKrinI/AAAAAAAAAOo/UX1sjgecqTY/s320/DSC02344.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337571563047455346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini kedai yang selalu aku belikan isteriku kibdah(hati), tapi pada malam ini, tak ada hati, sudah habis, yang ada limpa ngan tengkok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/SgshvCJIV_I/AAAAAAAAANA/SOfIpaAR-i4/s1600-h/DSC02345.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/SgshvCJIV_I/AAAAAAAAANA/SOfIpaAR-i4/s320/DSC02345.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335395275463219186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ini adalah limpa yang disaluti dengan roti esh, sedap juga. Ust daieng yang tunjukkan kedai ini padaku, masatu isteriku mengandung dan tidak cukup darah (low blood)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/SgsmQhVB1KI/AAAAAAAAANo/lwviNAxIIL8/s1600-h/DSC02454.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/SgsmQhVB1KI/AAAAAAAAANo/lwviNAxIIL8/s320/DSC02454.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335400248816817314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sampah macam biasa tetap menimbun, tapi tak berbau la pulak, kucing kurap banyak la...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/SgsmQN8YMaI/AAAAAAAAANY/f6AdPLWeX_I/s1600-h/DSC02448.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/SgsmQN8YMaI/AAAAAAAAANY/f6AdPLWeX_I/s320/DSC02448.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335400243613151650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini Imarah Syari' Madrab, temapt aku menumpang tidur selama sebulan lebih di sini sebelum aku mengambil imtihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/SgsmQVLczoI/AAAAAAAAANg/uodJqOn2xkw/s1600-h/DSC02451.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/SgsmQVLczoI/AAAAAAAAANg/uodJqOn2xkw/s320/DSC02451.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335400245555416706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kemajuan yang telah aku nampak, Jalan sudah bertar, bangunan sudha banyak da naik, tinggi-tinggi. Pada zaman aku bersama zaujah dahulu belum ada tar lagi... jalan akan berlumpur selepas tukar musim sebab akan hujan beberapa hari...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-8225717994887530172?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/8225717994887530172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=8225717994887530172' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/8225717994887530172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/8225717994887530172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2009/05/apa-yang-ada.html' title='Apa yang ada...'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/SgshuyDwXzI/AAAAAAAAAM4/u0kXXmx1JdU/s72-c/DSC02290.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-5724840665123725163</id><published>2009-05-04T20:30:00.005+08:00</published><updated>2009-05-21T02:03:15.189+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='borak-borak'/><title type='text'>Terkenang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/Sf7oZ2uDuVI/AAAAAAAAALo/6PMlDzAWEPI/s1600-h/DSC01768.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 425px; height: 318px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/Sf7oZ2uDuVI/AAAAAAAAALo/6PMlDzAWEPI/s320/DSC01768.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331954539736316242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudah tiga hari aku berada di mesir, pengalaman dan kenangan lama yang pernah terbina ketika kali pertama aku menjejakkan kaki di muka bumi para anbia' ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbezanya dahulu aku bersama orang tersayang dan kini aku kesepian, berbekalkan doa dan hati yang cekal ku pergi meninggalkan buah hati bertiga di malalaysia. memang dirancang sebelum aku berangkat ke mesir,  aku sempat pergi ke PCfair di Persada, Johor Bahru, (designer by P.C Din). memang tujuan utamaya nak cari Hard Disk. HD yg lama da lama rosak.. banyak ilmu2 yang telah ku copy dari rakan2 telah musah sama sekali. kali ni akan ku cari kembali ilmu2 yang telah di copy oleh rakan-rakan di ardul kinanah untuk dibuat rujukan dan panduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum bertolak ke mesir sempat aku copy gambar buah2 hati ku di Malaysia. semoga mereka berada dalam keadaan sehat sejahtera... semalam petang waktu mesr... sempat juga la YM kelaurga ku di malaysia, tp hanya seketika, dapat juga ku berbual dan menatap wajah mereka. dengan webcam... kecomelan mereka bertiga memang sentiasa bertapak dihati ku semoga kamu semua sentiasa di lindungi olehNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doakan kejayaan ku dan keselamatanku terjaga sentiasa... pesanan ringkas kepasa sahabat2 di ofis, cover2kan kerja2 ku yang da pasti melambak kat atas meja aku tu. nnt balik aku bagi sorang sikit minum air sungai Nil....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/Sf7i_dJS8KI/AAAAAAAAAKo/jeVl1J2kBO8/s1600-h/1_580115611l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/Sf7i_dJS8KI/AAAAAAAAAKo/jeVl1J2kBO8/s320/1_580115611l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331948588636500130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Hanan wakt&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;u baru lahir&lt;/span&gt; baru lahir (31/08/07)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/Sf7lQu6uleI/AAAAAAAAALI/EDMYDqG1dsk/s1600-h/1_389696639l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/Sf7lQu6uleI/AAAAAAAAALI/EDMYDqG1dsk/s320/1_389696639l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331951084488267234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hanan Waktu da 8 bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/Sf7lQYuKK7I/AAAAAAAAALA/tkE2R_bky2s/s1600-h/1_111381329l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/Sf7lQYuKK7I/AAAAAAAAALA/tkE2R_bky2s/s320/1_111381329l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331951078529969074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hanan ketika pergi Jalan-jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/Sf7i_iZB3ZI/AAAAAAAAAK4/3RGCxwcNXiE/s1600-h/DSC01013.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/Sf7i_iZB3ZI/AAAAAAAAAK4/3RGCxwcNXiE/s320/DSC01013.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331948590044667282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hanan da Setahun lebih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="file:///E:/gambar/hanan/1_580115611l.jpg" alt="" /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/Sf7mssd3oVI/AAAAAAAAALQ/2hB4My15qjs/s1600-h/DSC01520.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/Sf7mssd3oVI/AAAAAAAAALQ/2hB4My15qjs/s320/DSC01520.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331952664378319186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Iman baru lahir (04/01/09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/Sf7msyspOFI/AAAAAAAAALY/zQZ2IruRkcw/s1600-h/DSC01777.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/Sf7msyspOFI/AAAAAAAAALY/zQZ2IruRkcw/s320/DSC01777.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331952666050902098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Iman da pandai meniarap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/Sf7mtLERwkI/AAAAAAAAALg/9m4bDGfuR-Q/s1600-h/DSC02121.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/Sf7mtLERwkI/AAAAAAAAALg/9m4bDGfuR-Q/s320/DSC02121.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331952672592478786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Iman da suka jeling orang jer ni.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-5724840665123725163?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/5724840665123725163/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=5724840665123725163' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/5724840665123725163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/5724840665123725163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2009/05/terkenang.html' title='Terkenang'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/Sf7oZ2uDuVI/AAAAAAAAALo/6PMlDzAWEPI/s72-c/DSC01768.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-7199664833195243295</id><published>2009-05-03T21:29:00.003+08:00</published><updated>2009-05-20T01:09:21.563+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='borak-borak'/><title type='text'>Musafir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhamdulillah...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kesibukan mengejar rezekimu di dunia ini, aku telah diberi kesempatan, diberi ruang untuk mencari ilmuMu Ya Allah, sempat ku berhenti disuatu tempat dimana disitulah bermula segla-galanya, bermula pengalaman yang banyak mengajar hidupku erti kehidupan, mengajarkan daku erti susah payah, kelainan budaya menjadi salah satu cabaran untuk menerima dan belajar enti seorang insan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan semua manusia ini sama, tatacara dan gaya kehidupan di setiap benua pasti dapat mengajar kita apa itu menerima dan bersyukur. Awal bulan lalu iaitu bulan April, tidak diduga, no telefon sahabatku dari tempat belajar ku di mesir, telah pulang ke kampung halaman, ust Daing telah memberi no telefon ust Nizam di Selangor untuk bertanya khabar. Alhamdulillah, tanpa diduga beliau telah berkata bahawa "Adakah aku ingin meneruskan dan mengambil 2 madah peperiksaan akhir pada tahun ini, kerana pada 15hb mei 2009 akan bermula exam Niha'i. Ku rasakan masa pantas berlalu, dengan sedikit pengorbanan, aku cuba mengimbas kembali akaun dan pelan rancangan keluarga tahun ini, adakah sempat untuk aku membuat persiapan untuk ke sana.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah ku yakin semnua berjalan lancar, ku terus memutuskan suratku ke pegawai atasan ku, dan seruanku untuk sambung belajar disambut baik oleh Ketua Penolong Pengarah tempatku bekerja. Setelah semua persiapan sudah dibuat baik urusan di Malaysia dan Mesir telah dapat ku selesaikan. Tiba haribulan 30 mei, aku berseorangan telah bertolak dnegan menaiki kereta wira JFM 7744 seorang diri ke Kuala Lumpur. Di sana aku telah berjanji dengan sahabatku di sana untuk menjaga keretaku sepanjang aku belajar. Hanya di hadapan rumahku di Johor, telah menyaksikan perpisahan aku dengan isteri tercinta bersama anak-anak untuk aku meneruskan perjuangan yang belum selesai. Al-Maklum nanti jika isteriku ikut sekali bagaimana dan siapa yang ingin membawa beliau pulang?.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, sepanjang perjalanan ku dari Johor Bahru ke Muar, hujan mencurah-curah seperti menangisi pemergianku meninggalkan orang yang dikasihi demi menyeru seruan dakwah islamiah. Tiba di Muar, dapat ku pohon restu ibu bapaku serta adik2ku di sana. Tepat jam 12 tengah hari, aku terus berangkat ke K.L menggunakan "jalan dalam" melalui Melaka, tiba di Tampin, Negeri Sembilan, baru aku menggunakan highway untuk sampai ke Kuala Lumpur. Al-maklum banyak perkara yang perlu dijimatkan, menunggu duit sumbangan pasti lambat untuk dimasukkan. Sumbangan telah dipohon dari tempat kerjaku namun belum ada jawapan, tunggu saje lah. Jika ada itu semua adalah rezeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di K.L jam 4 petang, aku terus ke rumah ibu saudaraku di Taman Keramat, Ampang. Di sana aku mengambil barang-barang yang telah dikirimkan oleh makcik dan nenek untuk anak dan cucu mereka di Tanta dan Iskandariah. Malangnya tidak berjumpa dengan nenekku di sana kerana beliau tinggal dirumah Makcikku yang seorang lagi. Tepat jam 6.30 petang seperti yang dijanjikan, sahabatku menelefon ku untuk mengambilnya dari tempat kerja kerana kereta beliau telah rosak. Aku suruh beliau menaiki Putera LRT ke Jelatek untuk aku one way sahaja mengambil beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba jam 8 mlm, aku singgah di RnR highway baru (tah kat mane tah) untuk solat maghrib dan jamak isya', selepas itu kene la tol 2.00, pastu terus ke carrefour, putrajaya untuk tukar duit malaysia ke us dollar, 508 myr bersamaan dengan 140 us dollar. Setelah itu kami sempat makan di kg abu bakar baginda di bangi dan setelah selesai makan, terus ke Bangi untuk mandi seketika di rumah sahabatku di flat bukit mahkota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai mandi, solat hajat dan musafir, jam 11 mlm aku terus berangkat KLIA. Tepat jam 12 tgh mlm aku tiba di sana, selepas check in barang2, aku ajak la sahabat aku ni temankan aku kerana pada malam itu, tiada siapa yang menghantar aku ke KLIA. Sehingga jam 1.30 pg 1 mei 2009 aku suruh mereka pulang sahaja kerana pada sangkaan awalnya aku ingat mereka cuti pada esoknya, tetapi mereka ingin membuat O.T pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 1.30 pg aku masuk dan tidur di kerusi menunggu pintu kapal terbang terbuka. Jam 2.15 pg bermula orang2 di situ check in. aku pun masuk sekali. Yang ramai kelihatan hanyalah warga arab yang ingin pulang ke negara mereka. Sudah menjadi tabiat orang arab, pabila musim panas mereka akan 'lari' ke Asia kerana udara di sini nyaman sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 3.15 kapal terbang Kuwait Airlines pun berangkat meninggalkan bumi Malaysia. Jam 6.30 pg waktu tempatan aku tiba di Kuwait, waktu Malaysia 11.30 pg. Pusing2 aku di situ, da la tak diberi tempat tido, transit smpai 8jam. Aduh! penat juga la duduk di kerusi. Nasib baik ade la gak wifi. Boleh chat2 skit :D, sempat la juga jalan2 di kedai2 yang kononnya free duty dapat murah... tetapi memang murah saru cd lagu ori hanya 1.2 KD duit sana dipanggil kuwait dinar (KD). cd cerita smallville hanya 18 KD... satu season... tapi itu hanya kiraan orang2 yang belum di tukar ketukaran asing. Lihat di money changer die tak tulis berapa us bersamaan dengan nilai yang terpampang di screen di situ. 1 us ke bersamaan dengan 283600, 10 us = 283600, 100 = 280000, mase tu kire tak pandai la nak tukar2ni, pstu aku masuk la satu kedai handset ni. Ada mat saleh ni saje je nk tanya berapa nilai dalam dollar harga handset disitu. Die pun tunjuk satu handset ni. Pastu jurujual di situ sebut (org filiphine) 100 dollar. Dalam hati cakap " handset ape tu?'', sekali tengok handset cikai je.. tgk nilai KD die 28 je.. mak ai.. tinggi betul nilai duit kat sana... nasib baik tak tukar duit kalau tak abis kat sana jer.. terus dok diam2 hehehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 2 ptg waktu tempatan, waktu malaysia 7 petang, kami berangkat dari Kuwait ke Cairo. sampai di Cairo jam 5 petang waktu tempatan dan waktu malaysia 10 malam. Nasib baik Imigresan arab tak banyak songeh. Tapi beg nye pulak lambat keluar. pukul 6 lebih baru dapat keluar pasal tunggu beg. Pastu nak keluar tu Kastam pula nak check, dia ade la minta passport sambil tanya dalam beg ni ade ape?... "alamak! aku da lama tak cakap arab ni?, ape yang aku nak cakap dalm ni ade kerepek?.. kerepek bahasa arab aper?...ah bantai je la "ta'am". Tanpa aku sedar aku terberi die satu pamplet pasal bola yang aku ambil semasa sebelum check imigresen. tanpa die suruh buka bg, dia kate kat aku jalan2... aku gelak sendiri dalam hati... alamak tersalah bagi pulak... hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar airport, sahabatku budak johor sudah 1 jam menunggu, Katat nama die. Seperti dijanjikan, die menyewa kereta dari sahabatnya, orang thailand nama panggilan ust Mat. Ust Mat ni da duduk Mesir dekat 15 tahun. dah jadi Core duo senior la...  Jadi pergilah kami ke ARMA kejap, asrama rumah melayu abasiah di kaherah untuk aku menunaikan solat zohor dan asar. Selesai solat terus pecut ke Mansurah. Katat da dapat bahagiannya yang dikirim oleh kakaknya, terus tak nak ikut, bukan ape esok pereksa katenya. Akupun paham keadaan belaiu.. dieprtengahan jalan aku singgah beli prepaid Etihad, sepuloh genih, Topup sepuluh genih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai Mansurah dalam pukul 8 lebih, rumah sahabat aku namanya muhaimin. Tiba di bawah bloknya, aku terus naik ke atas.. macam ingat tak ingt je rumahnya. AL-maklum da dua tahun da balik malaysia. Aik?.. rumah gelap je betul ke?... bila beri salam, yang keluar orang melayu. Ust Saipun namanye. Aku tanya la ust Muhaimin mana?.. dia da cuak je.. die tgk mcm kenal tak kenal je yang mamat ni... sekali Muhaimin keluar.. ha.. baru la kitorang bersalam-salaman... sampai sudah.. nak jadi cerita rumahnye muhaimin takde elektrik da 3 hari da.. pak arab si tuan rumah la tukar meter.. da problem..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam tu berhijrah lagi la aku dan sahabat2 ke rumah sahabat lain(Ust Adham) untuk tumpang bermalam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ZZZzzzZZZzzz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-7199664833195243295?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/7199664833195243295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=7199664833195243295' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/7199664833195243295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/7199664833195243295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2009/05/musafir.html' title='Musafir'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-1994717793023269850</id><published>2009-01-06T04:06:00.002+08:00</published><updated>2009-01-06T04:32:14.375+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritanya'/><title type='text'>Kelahiran</title><content type='html'>kelahiran bagiku istimewa,&lt;br /&gt;ku bersyukur padamu... bonda....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dipetik dari lagu adi putra... sesungguhnya anak itu adalah anugerah Allah, alhamdulillah hari ahad yang baru berlalu , isteriku telah melahirkan anak kedua yang begitu comel, like her sis la, tp lebih putih ,bibirnye tu merah-merah sangat, matanya lebih panjang n sepet. semestinya, sebab keturunan la tu. pastu lebih besar lagi sizenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanan muyassarah lahir pada pukul 7:25 mlm, yang baby kedua ni lahir 7:35mlm. tp lebih berat dari kakaknya 3.2 kilo.. wow, bagi isteriku nur khairunnisa, syukur alhamdulillah kerana telah selamat dan menyelamatkan baby, dua-dua selamat semasa proses kelahiran ini. babynye besar sikit dari hanan, mase mengandung pun, perutnya lebih besar, sampai isteriku kata baby mcm tak cukup tempat stay dlm perut die. memang pagi tu sebelum solat subuh isteriku 'bilang' ada keluar lendir darah. so lepas pg sarapan terus ke hospital sultan ismail, kenapa tak ke sultanah aminah? sebab kat hosp sultan ismail yang dikenali HSI, lebih tenang dan selesa. HSA atau sultanah aminah mcm padat sangat dan 'zahmah' kate orang mesir. so thanks pada stafnurse HSI kerana begitu sopan dan caring semasa isteriku tinggal disana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-1994717793023269850?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/1994717793023269850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=1994717793023269850' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/1994717793023269850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/1994717793023269850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2009/01/kelahiran.html' title='Kelahiran'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-3303866315903484754</id><published>2008-11-15T20:13:00.003+08:00</published><updated>2009-05-21T02:03:31.178+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritanya'/><title type='text'>Aku De Penghujung Benua Asia</title><content type='html'>12 hingga 14 Nov lepas, baru je berlangsung kursus penyediaan teks khutbah bagi tahun 2009 di resort tanjung piai, pontian. jadi kite ni yang ditugaskan untuk mewakili majlis agama islam negeri johor menyediakan teks bertajuk tentang asnaf, hem, kalau nk cerita pasal asnaf ni macam-macam ade, tapi tajuk yang diberi adalah pasal terbelanya asnaf di bumi johor ni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alhamdulillah dengan tunjuk ajar core-core di jabatan agama islam johor ni, sempurnalah sudah teks khutbah yang dikehendaki. nk crite skit pasal tg piai ni, dah ramai ke yang tahu johor ada taman negara?... da pegi ke.. hem nk dibanggakan johor ni adalah antara negara yang dok kat penghujung benua asia, bila da pegi tg piai, baru lah kite tahu yang negara kite ni kat hujung benua rupenya, ingt benua amerika jauh, kene lintas benua afrika dulu baru masuk sane, rupe2nye sebelah kite je... ye la tengok atlas dunia benua kite kat hujung kiri dan benua amerika kat hujung kanan, dunia nikan sfera, da tentu la kite ni dok sebelah amarika. hehehe, taman negara tg piai, kalau kite pg pada hujung sejuk ngan hujung musim panas, kita saksikan penghijrahan burung-burung dari timur kebarat, mane burung2 ni singgah?... kt tg piai la.. peh memang cantik2... burung yang jarang ade kat malaysia pun ade gak.. hem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi sape2 pg johor tak pg ke tg piai, pontian, tak beertilah dia pg johor, selamat melawat negeri johor...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-3303866315903484754?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/3303866315903484754/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=3303866315903484754' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/3303866315903484754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/3303866315903484754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2008/11/aku-de-penghujung-benua-asia.html' title='Aku De Penghujung Benua Asia'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-672846196940226660</id><published>2008-11-08T20:17:00.003+08:00</published><updated>2008-11-08T20:41:38.017+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='borak-borak'/><title type='text'>Bulan Haji</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/SRWEH17YVGI/AAAAAAAAAKg/mQAPqHgzzio/s1600-h/retro.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266260609549751394" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/SRWEH17YVGI/AAAAAAAAAKg/mQAPqHgzzio/s320/retro.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Gambar Hari Raya&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hari Rabu, Khamis dan Jumaat yang lepas, baru je berlangsung Bengkes Penyediaan Laporan Permohonan Bantuan. Bengkel dijalankan selama tiga hari adalah untuk menyiapkan secara penuh permohonan bantuan zakat yang dipohon oleh golongan fakir miskin khususnya di Negeri Johor ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;siasatan bermula dari A-Z, bermula siasatan ke rumah pemohon hingga ke print out laporan yang dibuat untuk dibawa ke ibu pejabat. sebenarnyna kerja buat siasatan ke rumah dan buat laporan ini sebenarnya adalah kerja Pembantu Hal ehwal Islam di setiap daerah, tapi bengkel ini bertujuan adalah untuk mengajar para Pegawai Penyiasat yang baru dilantik dalam Majlis Agama Islam Negeri Johor ini cara-cara nak bagaimana mahu menyiasat dan buat laporan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Program Taskforce ini adalah sesi yang kedua selepas sesi pertama yang dijalankan di setiap daerah sebelum bulan ramadhan telah dijalankan dengan jayanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semasa program dijalankan perlbagai karenah manusia yang dapat dilihat, yang mana ada yang amat dhaif, yang saje2 nak mohon, yang kate ibu tunggal dan orang tua adalah dibawah asnaf zakat. hem  mane la agaknya maklumat yang telah diberi kepada mereka ni yerk..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;hari pertama semasa taskforce dijalankan, banyak insiden berlaku, Kereta MAINJ daerah Pontian telah dilanggar dengan Lori. walaubagaimanapun, pegawai-pegawai dan pemandu tidak mengalami kecederaan. kesalahannya adlaha pada pemandu lori yang masuk laluan besar tanpa melihat yang ade kereta nak lalu. hari kedua ramai pegawai kita yang kemalangan juga, antaranya kimi dari daerah j.b silap beluk di lampu isyarat abis kena sapu, cik hisyam langgar orang. nasib baik jiran die, settle kat situ gak. dan yang last, Halim, yang ni bukan die yang kemalangan, tapi isteri die, naik kereta savvy, kene rempuh depan belakang. gelabahla mamat yang bernama halim ni. ye la baru nikah dua tiga minggu. sape tak saya zaujah die kan.. :D&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;program yang dijalankan telah dapat menyeslesaikan dalam 200 permohonan dalam dua hari, ye la da pegawai dari daerah lain datang tolong, maka 11 team dapat di buat untuk menyiasat pemohon2 yang duduknya dari hujung bukit... sampai dalam tanah...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;gambarnya tak sempat nak ambil.. macam2 dpt kite lihat karenah dan keadaan pemohon, so hari jumaat lepas siap je hantar laporan... terus balik rumah, nak kena uruskan rumahtangga punya hal pula... bersama keluarga pulak.. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-672846196940226660?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/672846196940226660/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=672846196940226660' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/672846196940226660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/672846196940226660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2008/11/bulan-haji.html' title='Bulan Haji'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/SRWEH17YVGI/AAAAAAAAAKg/mQAPqHgzzio/s72-c/retro.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-4672118921029375843</id><published>2008-10-17T20:53:00.000+08:00</published><updated>2008-10-17T21:03:18.404+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='borak-borak'/><title type='text'>What is Islam??</title><content type='html'>Islam is a religion for all. It doesn’t mean just for the arab nor only for the jews…it is a religion for all living things in the universe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Islam, Allah as the Lord of the universe do no not teach us “I’m your God and you have to believe in Me” without giving us any concrete sign of His existence. The signs that He give, the teaching that He propose to us is holistic, have no contradiction at all, and suitable for all age and sesuai semua zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But we as a human being, with our little strength to think, are so fond to ask ourselves “If God really exist and want us to worship Him, so where is He?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let us think for a second, if we as the most genius scientist invent some really genius robot that can do so much things like a human being, but can the robot feels and thinks by itself how the human body works, the brain, the blood circulation, the tears that comes out from the eyes, and knows where an is his ‘creator’?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is hard for us to answer, where is the wind? And because we can’t see the wind, we doesn’t really know where is it. But it doesn’t mean that there is no wind. Why? It is because we can feel the existence of the wind and as a result we believe that there is a wind.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We have a very limited time to think where is God? Put the question aside and start asking ourselves and ponder upon all the signs given.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Always ready to make a comparison, and we will see the beauty of the true religion.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-4672118921029375843?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/4672118921029375843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=4672118921029375843' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/4672118921029375843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/4672118921029375843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2008/10/what-is-islam.html' title='What is Islam??'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-2232627342966546725</id><published>2008-09-18T10:41:00.002+08:00</published><updated>2008-09-18T10:49:33.644+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Usuluddin'/><title type='text'>Zionis : Gerakan Menakluki Dunia (Siri I)</title><content type='html'>01. Zionisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Di Bazel saya mendirikan negara Yahudi...Barangkali dalam waktu lima tahun, dalam limapuluh tahun, orang niscaya akan menyaksikannya" (Theodore Herzl)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita harus memaksa pemerintahan bukan-Yahudi untuk menerima langkah-langkah yang akan meningkatkan secara luas rencana yang telah kita buat yang telah kian dekat dengan tujuannya dengan cara meletakkan tekanan pada pendapat umum yang telah kita agendakan yang harus didorong oleh kita dengan bantuan apa yang dinamakan ‘kekuatan besar’ pers. Dengan sedikit perkecualian, tak perlu terlalu dipikirkan, kekuatan itu telah berada dalam genggaman kita”. (‘Protokol Zionis Ketujuh’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah dan Asal Usul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Zionisme’ berasal dari kata Ibrani “zion” yang artinya karang. Maksudnya merujuk kepada batu bangunan Haykal Sulaiman yang didirikan di atas sebuah bukit karang bernama ‘Zion’, terletak di sebelah barat-daya Al-Quds (Jerusalem). Bukit Zion ini menempati kedudukan penting dalam agama Yahudi, karena menurut Taurat, “Al-Masih yang dijanjikan akan menuntun kaum Yahudi memasuki ‘Tanah yang Dijanjikan’. Dan Al-Masih akan memerintah dari atas puncak bukit Zion”. Zion dikemudian hari diidentikkan dengan kota suci Jerusalem itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zionisme kini tidak lagi hanya memiliki makna keagamaan, tetapi kemudian beralih kepada makna politik, yaitu suatu gerakan pulangnya ‘diaspora’ (terbuangnya) kaum Yahudi yang tersebar di seluruh dunia untuk kembali bersatu sebagai sebuah bangsa dengan Palestina sebagai tanah-air bangsa Yahudi dengan Jerusalem sebagai ibukota negaranya. Istilah Zonisme dalam makna politik itu dicetuskan oleh Nathan Bernbaum, dan ‘Zionisme Internasional’ yang pertama berdiri di New York pada tanggal 1 Mei 1776, dua bulan sebelum kemerdekaan Amerika-Serikat dideklarasikan di Philadelpia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan itu mendapatkan dukungan dari Kaisar Napoleon Bonaparte ketika ia merebut dan menduduki Mesir. Untuk memperoleh bantuan keungan dari kaum Yahudi, Napoleon pada tanggal 20 April 1799 mengambil hati dengan menyerukan, ‘Wahai kaum Yahudi, mari membangun kembali kota Jerusalem lama”. Sejak itu gerakan untuk kembali ke Jerusalem menjadi marak dan meluas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Yahuda al-Kalai (1798-1878), tokoh Yahudi pertama yang melemparkan gagasan untuk mendirikan sebuah negara yahudi di Palestina. Gagasan itu didukung oleh Izvi Hirsch Kalischer (1795-1874) melalui bukunya yang ditulis dalam bahasa Ibrani ‘Derishat Zion’ (1826), berisi studi tentang kemungkinan mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku itu disusul oleh tulisan Moses Hess dalam bahasa Jerman, berjudul ‘Roma und Jerusalem’ (1862), yang memuat pemikiran tentang solusi “masalah Yahudi” di Eropa dengan cara mendorong migrasi orang Yahudi ke Palestina. Menurutt Hess kehadiran bangsa Yahudi di Palestina akan turut membantu memikul “misi orang suci kulit putih untuk mengadabkan bangsa-bangsa Asia yang masih primitif dan memperkenalkan peradaban Barat kepada mereka”. Buku ini memuat pemikiran awal kerja-sama konspirasi Yahudi dengan Barat-Kristen menghadapi bangsa-bangsa Asia pada umumnya, dan dunia Islam pada khususnya. Untuk mendukung gagasan itu berdirilah sebuah organisasi mahasiswa Yahudi militan bernama ‘Ahavat Zion’ di St.Petersburg, Rusia, pada tahun 1818, yang menyatakan bahwa, “setiap anak Israel mengakui bahwa tidak akan ada penyelamatan bagi Israel, kecuali mendirikan pemerintahan sendiri di Tanah Israel (Erzt Israel)”1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsepsi tentang wilayah dan batas-batas negara Israel didasarkan pada Kitab Taurat. Berdasarkan Taurat, wilayah Israel luasnya “dari sungai Nil sampai sungai Tigris” yang kira-kira mendekati kekuasaan Emporium Assyria (sekitar 640 Sebelum Masehi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Moses Hess ‘Roma und Jerusalem’ (1862) mendapat perhatian dan dukungan dari tokoh-tokoh kolonialis Barat karenan beberpa pertimbangan, :&lt;br /&gt;1. Adanya konfrontasi antara Eropa dengan daulah Usmaniyah Turki di Timur Tengah&lt;br /&gt;2. Bangsa-bangsa Eropa membutuhkan suatu ‘bastion’ (bentang/pertahanan-red.) politik yang kuat di Timur Tengah dan ketika kebutuhan itu muncul orang Yahudi menawarkan diri secara sukarela menjadi proxi (wakil-red.) negara-negara Eropa.&lt;br /&gt;3. Kebutuhan bangsa-bangsa Eropa itu sesuai dengan aspirasi kaum Yahudi untuk kembali ke Plaestina.&lt;br /&gt;4. Gerakan Zionisme akan berfungsi membantu memecahkan “masalah Yahudi” di Eropa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kongres Zionist pertama di Bazel, 1897&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dicatat bahwa gerakan Zionisme mulai mendapatkan momentumnya berkat bantuan dana keuangan tanpa reserve (tanpa batas-red.) dari Mayer Amschel Rothschilds (1743-1812) dari Frankfurt, pendiri dinasti Rothschilds, keluarga Yahudi Paling kaya di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendukung kuat dari kalangan poitisi Eropa terhadap gerakan Zionisme datang terutama dari Llyod Gerge (perdana menteri Inggris), Arthur Balfour (menteri luar-negeri Inggris), Herbert Sidebotham (tokoh militer Inggris), Mark Sykes, Alfred Milner, Ormsby-Gore, Robert Cecil, J.S. Smuts, dan Richard Meinerzhagen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sejak tahun 1882 Sultan Abdul Hamid II telah mengeluarkan sebuah dekrit yang berbunyi, meski sultan “sepenuhnya siap untuk mengizinkan orang Yahudi beremigrasi ke wilayah kekuasaannya, dengan syarat mereka menjadi kawula daulah Usmaniyah tetapi baginda tidak akan mengizinkan mereka meneap di Palestina”2. Alasan pembatasa ini karena, “Emigrasi kaum Yahudi di masa depan akan membuahkan sebuah negara Yahudi”3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu sebelum imigrasi kaum Yahudi yang massif (secara besar-besaran-red.) dimulai kira-kira hanya ada 250.000 jiwa orang Yahudi di antara 0,5 juta jiwa penduduk Arab di Palestina4. Meski ada titah sultan tersebut, arus imigrasi orang Yahudi tetap berhasil menerobos masuk ke Palestina secara diam-diam dan berlanjut bahkan melalui cara sogok sekalipun5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang 1891 beberapa pengusaha Palestina mengungkapkan keprihatinan mereka mengenai kian meningkatnya imigran Yahudi, sehingga menganggap perlu mengirimkan telegram ke Istambul menyampaikan keluhan tentang kekhawatiran itu yang mereka simpulkan akan mampu memonopoli perdagnagn yang akan menjadi ancaman bagi kepentingan bisnis setempat, yang pada gilirannya akan menjadi ancaman politik6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1897, tahun yang bersamaan dengan ‘Kongres Zionisme I’, mufti Jerusalem, Muhammad Tahir Husseini, ayah dari Hajj Amin Husseini, memimpin sebuah komisi yang dibentuk khusus untuk memepelajari masalah penjualan tanah penduduk Arab kepada orang Yahudi. Resolusi komisi tersebut berhasil meyakinkan pemerintah kesultanan Usmaniyah mengeluarkan peraturan yang melarang penjualan tanah milik penduduk Arab kepada orang Yahudi di daerah Jerusalem untuk beberapa tahun7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Theodore Herzl berfoto bersama tentara Turki di Crete, 1898, setelah ia&lt;br /&gt;bersama delegasi Zionist menemui Sultan Abdul Hamid II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan tentang gerakan Zionisme, yaitu suatu gerakan politik untuk mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina, mulai memperlihatkan konsepnya yang jelas dalam buku ‘Der Judenstaat’ (1896) yang ditulis oleh seorang tokoh Yahudi, yang kemudian dipandang sebagai Bapak Zionisme, Theodore Herzl (1860-1904). Ia salah seorang tokoh besar Yahudi dan Bapak Pendiri Zionisme modern, barangkali eksponen (yang menerangkan/menguraikan-red.) filosof tentang eksistensi bangsa Yahudi yang memiliki pandangan paling jauh ke depan yang dimiliki generasi Yahudi di sepanjang sejarah mereka. Ia tidak pernah ragu akan adanya “bangsa Yahudi”. Ia menyatakan tentang eksistensi itu pada setiap kesempatan yang ada. Katanya’ “Kami adalah suatu bangsa – Satu Bangsa”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-2232627342966546725?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/2232627342966546725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=2232627342966546725' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/2232627342966546725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/2232627342966546725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2008/09/zionis-gerakan-menakluki-dunia-siri-i.html' title='Zionis : Gerakan Menakluki Dunia (Siri I)'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-820364988691107505</id><published>2008-09-18T10:41:00.001+08:00</published><updated>2008-09-18T10:45:01.950+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh hari ini...'/><title type='text'>ZAINAB BINTI JAHSY BIN RI`AB r.a</title><content type='html'>Istri Nabi yang paling banyak sedekahnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainab binti Jahsy adalah putri dari bibi Rasulullah yang bernama Umaymah binti Abdul Muthalib bin Hasyim. Zainab adalah seorang wanita yang cantik jelita dari kaum bangsawan yang terhormat. Dipandang dari ayahnya, Zainab adalah keturunan suku Faras yang berdarah bangsawan tinggi. &lt;br /&gt;Ia dinikahkan Rasulullah dengan anak angkat kesayangannya Zaid bin Haritsah. Tetapi pernikahan itu tidak berlangsung lama, mereka akhirnya bercerai. Kemudian Allah memerintahkan Nabi Muhammad S.A.W untuk menikahi Zainab. "Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya ( menceraikannya ). Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mu`min untuk ( mengawini ) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adapun ketetapan Allah itu pasti terjadi." (Q.S.33:37 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhori meriwayatkan dari Anas, Zainab sering berkata, "Aku berbeda dari istri-istri Rasulullah S.A.W yang lainnya. Mereka dikawinkan oleh ayahnya, atau saudaranya, atau keluarganya, tetapi aku dikawinkan Allah dari langit." &lt;br /&gt;Zainab adalah seorang wanita berhati lembut dan penuh kasih sayang, suka menolong fakir miskin dan kaum lemah. Dia senang sekali memberi sedekah, terutama kepada anak yatim. &lt;br /&gt;Rasulullah pernah bersabda kepada istrinya, "Yang paling dahulu menyusulku kelak adalah yang paling murah tangannya." Maka berlomba-lombalah istri beliau memberikan sedekah kepada fakir miskin. Namun tak ada yang bisa mengalahkan Zainab dalam memberikan sedekah. Dari Aisyah r.a berkata, "Zainab binti Jahsy adalah seorang dari istri-istri Nabi yang aku muliakan. Allah S.W.T menjaganya dengan ketaqwaan dan saya belum pernah melihat wanita yang lebih baik dan lebih banyak sedekahnya dan selalu menyambung silaturahmi dan selalu mendekatkan dirinya kepada Allah selain Zainab." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ?, apakah karena Rasulullah memberikan belanja yang berlebih terhadap Zainab ? Tidak, Rasulullah S.A.W tidak pernah berbuat seperti itu. Lalu dari manakah Zainab mendapatkan uang untuk sedekah ? Ia memiliki berbagai macam keahlian. Ia bisa menyamak kulit, memintal serta menenun kain sutra, hasilnya dijual dan disedekahkan. Hal itulah yang menyebabkan wanita cantik istri Rasulullah ini bersedekah lebih banyak dari yang lainnya. &lt;br /&gt;Setelah Rasulullah wafat, Zainab memperbanyak usahanya, agar bisa melipat gandakan uang yang diterimanya. Ketika ia mendapat bagian harta dari Baitul Mal dimasa kholifah Umar r.a dia berdoa, "Ya Allah janganlah harta ini penyebab fitnah." Segera ia bagikan harta itu kepada yatim piatu dan fakir miskin. Mendengar itu Umar r.a mengirim lagi, tetapi Zainab membagi - bagikannya lagi kepada yatim piatu dan fakir miskin. Wanita pemurah itu wafat pada tahun 44 H pada masa Kholifah Muawiyah. Wallahu a`lam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Disarikan dari Shifatush Shofwah, Ibnu Jauzi dan Qishhshu An-Nisa Fi Al Qur`an Al-Karim, Jabir Asyyaal ) &lt;br /&gt;Oleh : &lt;br /&gt;Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-820364988691107505?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/820364988691107505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=820364988691107505' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/820364988691107505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/820364988691107505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2008/09/zainab-binti-jahsy-bin-riab-ra.html' title='ZAINAB BINTI JAHSY BIN RI`AB r.a'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-6425052354973236058</id><published>2008-09-18T10:41:00.000+08:00</published><updated>2008-09-18T10:43:35.742+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>KISAH BUMI DAN LANGIT</title><content type='html'>Adapun terjadinya peristiwa Israk dan Mikraj adalah kerana bumi merasa bangga dengan langit. Berkata dia kepada langit, "Hai langit, aku lebih baik dari kamu kerana Allah S.W.T. telah menghiaskan aku dengan berbagai-bagai negara, beberapa laut, sungai-sungai, tanam-anaman, beberapa gunung dan lain-lain."&lt;br /&gt;Berkata langit, "Hai bumi, aku juga lebih elok dari kamu kerana matahari, bulan, bintang-bintang, beberapa falah, buruj, 'arasy, kursi dan syurga ada padaku."&lt;br /&gt;Berkata bumi, "Hai langit, ditempatku ada rumah yang dikunjungi dan untuk bertawaf para nabi, para utusan dan arwah para wali dan solihin (orang-orang yang baik)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi berkata lagi, "Hai langit, sesungguhnya pemimpin para nabi dan utusan bahkan sebagai penutup para nabi dan kekasih Allah seru sekalian alam, seutama-utamanya segala yang wujud serta kepadanya penghormatan yang paling sempurna itu tinggal di tempatku. Dan dia menjalankan syari'atnya juga di tempatku."&lt;br /&gt;Langit tidak dapat berkata apa-apa, apabila bumi berkata demikian. Langit mendiamkan diri dan dia mengadap Allah S.W.T dengan berkata, "Ya Allah, Engkau telah mengabulkan permintaan orang yang tertimpa bahaya, apabila mereka berdoa kepada Engkau. Aku tidak dapat menjawab soalan bumi, oleh itu aku minta kepada-Mu ya Allah supaya Muhammad Engkau dinaikkan kepadaku (langit) sehingga aku menjadi mulia dengan kebagusannya dan berbangga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Allah S.W.T mengabulkan permintaan langit, kemudian Allah S.W.T memberi wahyu kepada Jibrail A.S pada malam tanggal 27 Rejab, "Janganlah engkau (Jibrail) bertasbih pada malam ini dan engkau 'Izrail jangan engkau mencabut nyawa pada malam ini."&lt;br /&gt;Jibrail A.S. bertanya, " Ya Allah, apakah kiamat telah sampai?"&lt;br /&gt;Allah S.W.T berfirman, maksudnya, "Tidak, wahai Jibrail. Tetapi pergilah engkau ke Syurga dan ambillah buraq dan terus pergi kepada Muhammad dengan buraq itu."&lt;br /&gt;Kemudian Jibrail A.S. pun pergi dan dia melihat 40,000 buraq sedang bersenang-lenang di taman Syurga dan di wajah masing-masing terdapat nama Muhammad. Di antara 40,000 buraq itu, Jibrail A.S. terpandang pada seekor buraq yang sedang menangis bercucuran air matanya. Jibrail A.S. menghampiri buraq itu lalu bertanya, "Mengapa engkau menangis, ya buraq?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata buraq, "Ya Jibrail, sesungguhnya aku telah mendengar nama Muhammad sejak 40 tahun, maka pemilik nama itu telah tertanam dalam hatiku dan aku sesudah itu menjadi rindu kepadanya dan aku tidak mahu makan dan minum lagi. Aku laksana dibakar oleh api kerinduan."&lt;br /&gt;Berkata Jibrail A.S., "Aku akan menyampaikan engkau kepada orang yang engkau rindukan itu."&lt;br /&gt;Kemudian Jibrail A.S. memakaikan pelana dan kekang kepada buraq itu dan membawanya kepada Nabi Muhammad S.A.W. Wallahu'alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buraq yang diceritakan inilah yang membawa Rasulullah S.A.W dalam perjalanan Israk dan Mikraj.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-6425052354973236058?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/6425052354973236058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=6425052354973236058' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/6425052354973236058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/6425052354973236058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2008/09/kisah-bumi-dan-langit.html' title='KISAH BUMI DAN LANGIT'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-5084846670917831234</id><published>2008-09-14T23:02:00.004+08:00</published><updated>2008-09-14T23:24:20.847+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritanya'/><title type='text'>Nisfu Ramadhan</title><content type='html'>Alhamdulillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah 14 hari kita berpuasa... sekejap je da sampai ke pertengahan bulan Ramadhan... hem.. terasa sedikit sangat amalan yang dapat dilakukan, terasa cepat sangat Ramadhan berlalu ingin meninggalkan kita, "Demi Masa, Sesungguhnya manusia sentiasa berada di dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, dan beramal soleh, juga mereka yang berpesan kepada kebenaran dan kesabaran". Demi Ayat Allah ini... kita tidak sempat mengejar bulan Ramadhan ini. ia berlalu dengan cepat. beruntunglah pada mereka yang melihat setiap malam itu adalah malam lailatul qadar.... beruntung la mereka itu yang dapat menilai bulan ramadhan itu ibarat emas yang berada di hadapan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga Ramadhan ini dapat kita kecapi dengan penuh rasa syukur dan rasa dengan kasih sayang Tuhan kepada hambanya, marilah kita sama-sama merasakan nikmatnya bagaimana Quran itu diturunkan kepada Rasul junjungan besar kita iaitu Nabi Muhammad S.a.w pada 17 Ramadhan ini, betapa sayunya pada malam itu, sergahan Jibril, kegigilan nabi, ketabahan Siti Khadijah dan penghayatan kita bagaimana?...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia dirakamkan dalam al-Quran, melalui firman Allah yang bermaksud: “Ramadan yang padanya diturunkan al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekelian manusia, dan menjadi keterangan yang menjelaskan petunjuk dan menjelaskan perbezaan antara yang benar dan yang salah.” (Surah al-Baqarah, ayat 185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam surah Al-alaq pula menceritakan rentetan perjalanan wahyu pertama yang diterima Nabi itulah yang patut kita renungi. dan dengan wahyu itu lah setiap bangsa akan dinaikkan martabat nya : Bacalah... bukankah itu ajaran nabi kita, bagaimana kita tidak mahu mengikuti ajaran ayng mudah itu..  di bulan Ramadhan ini, marilah kita menghayatinya dengan melantunkan kisah2 dan pengjaran yang terdapat di dalam kitab agung agama kita. Insya Allah... kita akan mendapat bahagiannya. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-5084846670917831234?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/5084846670917831234/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=5084846670917831234' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/5084846670917831234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/5084846670917831234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2008/09/nisfu-ramadhan.html' title='Nisfu Ramadhan'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-6204552374573762590</id><published>2008-08-25T16:05:00.001+08:00</published><updated>2008-08-25T16:05:35.989+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>KISAH BERKAT DI SEBALIK MEMBACA BISMILLAH</title><content type='html'>Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mahu mengerjakan kewajipan agama dan tidak mahu berbuat kebaikan.&lt;br /&gt;Perempuan itu sentiasa membaca Bismillah setiap kali hendak bercakap dan setiap kali dia hendak memulakan sesuatu sentiasa didahului dengan Bismillah. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan sentiasa memperolok-olokkan isterinya.&lt;br /&gt;Suaminya berkata sambil mengejak, "Asyik Bismillah, Bismillah. Sekejap-sekejap Bismillah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah S.W.T. supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Suatu hari suaminya berkata : "Suatu hari nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu."&lt;br /&gt;Untuk membuat sesuatu yang memeranjatkan isterinya, dia memberikan wang yang banyak kepada isterinya dengan berkata, "Simpan duit ini." Isterinya mengambil duit itu dan menyimpan di tempat yang selamat, di samping itu suaminya telah melihat tempat yang disimpan oleh isterinya. Kemudian dengan senyap-senyap suaminya itu mengambil duit tersebut dan mencampakkan beg duit ke dalam perigi di belakang rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa hari kemudian suaminya itu memanggil isterinya dan berkata, "Berikan padaku wang yang aku berikan kepada engkau dahulu untuk disimpan."&lt;br /&gt;Kemudian isterinya pergi ke tempat dia menyimpan duit itu dan diikuti oleh suaminya dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpan duit itu dia membuka dengan membaca, "Bismillahirrahmanirrahiim." Ketika itu Allah S.W.T. menghantar malaikat Jibrail A.S. untuk mengembalikan beg duit dan menyerahkan duit itu kepada suaminya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah terperanjat suaminya, dia berasa bersalah dan mengaku segala perbuatannya kepada isterinya, ketika itu juga dia bertaubat dan mula mengerjakan perintah Allah, dan dia juga membaca Bismillah apabila dia hendak memulakan sesuatu kerja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-6204552374573762590?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/6204552374573762590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=6204552374573762590' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/6204552374573762590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/6204552374573762590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2008/08/kisah-berkat-di-sebalik-membaca.html' title='KISAH BERKAT DI SEBALIK MEMBACA BISMILLAH'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-6658903415733363423</id><published>2008-08-25T16:03:00.000+08:00</published><updated>2008-08-25T16:04:20.180+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh hari ini...'/><title type='text'>Abu Ubaidah bin Jarrah r.a</title><content type='html'>Kepercayaan ummat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuhnya kurus tinggi dan berjenggot tipis. Beliau termasuk orang yang pertama masuk Islam. Kualitasnya dapat kita ketahui melalui sabda Nabi SAW :"Sesungguhnya setiap ummat mempunyai orang kepercayaan, dan kepercayaan ummat ini adalah Abu Ubaidah bin Jarrah." &lt;br /&gt;Kehidupan beliau tidak jauh berbeda dengan kebanyakan sahabat lainnya, diisi dengan pengorbanan dan perjuangan menegakkan Dien Islam. Hal itu tampak ketika beliau harus hijrah ke Ethiopia pada gelombang kedua demi menyelamatkan aqidahnya. Namun kemudian beliau balik kembali untuk menyeertai perjuangan Rasulullah SAW , mengikuti setiap peperangan sejak perang Badar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat perang Uhud, lagi-lagi Abu Ubaidah menunjukkan kualitas keimanannya. Dalam kecamuk perang yang begitu dasyat, ia melihat ayahnya dalam barisan kaum musyrikin. Dan melihat kepongahan ayahnya, tanpa ragu lagi, ia mengayunkan pedangnya untuk menghabisi salah satu gembong Quraisy yang tidak lain adalah ayahnya sendiri. &lt;br /&gt;Masih dalam perang Uhud, ketika pasukan muslimin kocar-kacir dan banyak yang lari meninggalkan pertempuran, justru Abu Ubaidah berlari untuk mendapati Nabinya tanpa takur sedikitpun terhadap banyaknya lawan dan rintangan. Demi didapati pipi Nabinya terluka, yaitu terhujamnya dua rantai besi penutup kepala beliau, segera ia berupaya mencabut rantai tersebut dari pipi Nabi SAW . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Ubaidah mulai mencabut rantai tersebut dengan gigitan giginya. Rantai itupun akhirnya terlepas dari pipi Rasulullah SAW . Namun bersamaan dengan itu pula gigi seri Abu Ubaidah ikut terlepas dari tempatnya. Abu Ubaidah tidak jera. Diulanginya sekali lagi untuk mengigit rantai besi satunya yang masih menancap dipipi Rasulullah SAW hingga terlepas. Dan kali inipun harus juga diikuti dengan lepasnya gigi Abu Ubaidah sehingga dua gigi seri sahabat ini ompong karenanya. Sungguh, satu keberanian dan pengorbanan yang tak terperikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi lain dari kehebatan sahabat yang satu ini adalah kezuhudannya. Ketika kekuasaan Islam telah meluas dan kekhalifahan dipimpin Umar r.a, Abu Ubaidah menjadi pemimpin didaerah Syria`. Saat Umar mengadakan kunjungan dan singgah dirumahnya, tak terlihat sesuatupun oleh Umar r.a kecuali pedang, perisai dan pelana tunggangannya. Umarpun lantas berujar,"Wahai sahabatku, mengapa engkau tidak mengambil sesuatu sebagaimana orang lain mengambilnya ?" Beliau menjawab, "&lt;br /&gt;Wahai Amirul Mukminin, ini saja sudah cukup menyenangkan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki mulia ini wafat ketika terjadi wabah penyakit tho`un di Syam. Selamat atasmu wahai Abu Ubaidah, semoga kami bisa meneladani perilakumu. Wallahu a`lam. &lt;br /&gt;( Adaptasi dari Shifatu Shofwah : I/154 dll ) &lt;br /&gt;( Disarikan dari Shifatush Shofwah, Ibnu Jauzi dan Qishhshu An-Nisa Fi Al Qur`an Al-Karim, Jabir Asyyaal ) &lt;br /&gt;Oleh : &lt;br /&gt;Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-6658903415733363423?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/6658903415733363423/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=6658903415733363423' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/6658903415733363423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/6658903415733363423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2008/08/abu-ubaidah-bin-jarrah-ra.html' title='Abu Ubaidah bin Jarrah r.a'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-2176961309467176498</id><published>2008-08-22T10:52:00.000+08:00</published><updated>2008-08-22T10:58:00.992+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh hari ini...'/><title type='text'>Ummu Salamah r.a</title><content type='html'>Lembaran sejarah hijrah Ummat Islam ke Madinah, barangkali tidak akan melupakan torehan tinta seorang ibu dengan putrinya yang masih balita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya, hanya dengan menunggang unta dan tidak ada seorang lelaki pun yang menemaninya, biarpun kemudian ditengah jalan ada orang yang datang dan kemudian mengantarnya, berani menembus kegelapan malam, melewati teriknya siang dan melawan ganasnya padang sahara, mengarungi perjalanan yang amat panjang dan melelahkan, kurang lebih 400 km. Dialah Salamah dan ibunya, Hindun bin Abi Umayyah atau sejarah lebih sering menyebutnya dengan Ummu Salamah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Salamah adalah putri dari pemuka kaum kaya dibani Mughirah, Abi Umayyah. Parasnya jelita dan ia adalah seorang yang cerdas. Setelah menginjak usia remaja ia dinikahkan dengan Abdullah bin Abdul Asad Al-Makhzumi. Lalu keduanya berkat hidayah Allah SWT menyatakan keislamannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kaum Muslimin berhijrah ke Madinah, keduanya ikut pula didalamnya, meski tidak dalam waktu yang bersamaan. Abdullah (Abu Salamah) berangkat terlebih dahulu, setelah itu Ummu Salamah menyusul seorang diri dengan anaknya. Lalu mulailah mereka berdua menjalani kehidupannya bersama anak-anaknya dikota Madinah tercinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tak lama kemudian Abu Salamah meninggal dunia akibat luka yang dideritanya semenjak perang Uhud. Akhirnya Ummu Salamah pun seorang diri mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Kemudian datanglah Abu Bakar r.a untuk melamarnya, juga Umar bin Khattab r.a. Namun dengan lemah lembut kedua lamaran tersebut ditolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu datang pula utusan Rasulullah SAW untuk meminangnya. Ummu Salamah pun menolaknya dengan berbagai pertimbangan. Namun setelah mendapat penjelasan dari Rasulullah SAW akhirnya ia menerima lamaran tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara para istri Rasulullah SAW, Ummu Salamah adalah istri yang tertua. Dan untuk menghormatinya, Rasulullah SAW sebagaimana kebiasaannya sehabis solat Asar, beliau mengunjungi istri-istrinya maka beliau memulainya dengan Ummu Salamah r.a dan mengakhirinya dengan Aisyah r.a &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Salamah wafat pada usia 84 th, bulan Dzul- Qae'dah,tahun 59 Hijrah atau 62 Hijrah dan dikebumikan di Baqi`. Wallahu a`lam bish-Showab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Diolah dari Shifatus Shofwah, Ibnu Jauzi;Min `Alamin Nisa;M.Quthb,dll) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : &lt;br /&gt;Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-2176961309467176498?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/2176961309467176498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=2176961309467176498' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/2176961309467176498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/2176961309467176498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2008/08/ummu-salamah-ra.html' title='Ummu Salamah r.a'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-2334352131251172625</id><published>2008-08-22T10:50:00.000+08:00</published><updated>2008-08-22T10:51:44.821+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>KISAH PEMUDA BERIBU-BAPAKAN BABI</title><content type='html'>Nabi Musa adalah satu-satunya Nabi yang boleh bercakap terus dengan Allah S.W.T Setiap kali dia hendak bermunajat, Nabi Musa akan naik ke Bukit Tursina. Di atas bukit itulah dia akan bercakap dengan Allah.Nabi Musa sering bertanya dan Allah akan menjawab pada waktu itu juga. Inilah kelebihannya yang tidak ada pada nabi-nabi lain.&lt;br /&gt;Suatu hari Nabi Musa telah bertanya kepada Allah. "Ya Allah, siapakah orang di syurga nanti yang akan berjiran dengan aku?".&lt;br /&gt;Allah pun menjawab dengan mengatakan nama orang itu, kampung serta tempat tinggalnya. Setelah mendapat jawapan, Nabi Musa turun dari Bukit Tursina dan terus berjalan mengikut tempat yang diberitahu. Setelah beberapa hari di dalam perjalanan akhirnya sampai juga Nabi Musa ke tempat berkenaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pertolongan beberapa orang penduduk di situ, beliau berjaya bertemu dengan orang tersebut. Setelah memberi salam beliau dipersilakan masuk dan duduk di ruang tamu.&lt;br /&gt;Tuan rumah itu tidak melayan Nabi Musa. Dia masuk ke dalam bilik dan melakukan sesuatu di dalam. Sebentar kemudian dia keluar sambil membawa seekor babi betina yang besar. Babi itu didukungnya dengan cermat. Nabi Musa terkejut melihatnya. "Apa hal ini?, kata Nabi Musa berbisik dalam hatinya penuh kehairanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bai itu dibersihkan dan dimandikan dengan baik. Setelah itu babi itu dilap sampai kering serta dipeluk cium kemudian dihantar semula ke dalam bilik. Tidak lama kemudian dia keluar sekali lagi dengan membawa pula seekor babi jantan yang lebih besar. Babi itu juga dimandikan dan dibersihkan. Kemudian dilap hingga kering dan dipeluk serta cium dengan penuh kasih sayang. Babi itu kemudiannya dihantar semula ke bilik.&lt;br /&gt;Selesai kerjanya barulah dia melayan Nabi Musa. "Wahai saudara! Apa agama kamu?". "Aku agama Tauhid", jawab pemuda itu iaitu agama Islam. "Habis, mengapa kamu membela babi? Kita tidak boleh berbuat begitu." Kata Nabi Musa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai tuan hamba", kata pemuda itu. "Sebenarnya kedua babi itu adalah ibubapa kandungku. Oleh kerana mereka telah melakukan dosa yang besar, Allah telah menukarkan rupa mereka menjadi babi yang hodohrupanya. Soal dosa mereka dengan Allah itu soal lain. Itu urusannya dengan Allah. Aku sebagai anaknya tetap melaksanakan kewajipanku sebagai anak. Hari-hari aku berbakti kepada kedua ibubapaku sepertimana yang tuan hamba lihat tadi. Walaupun rupa mereka sudah menajdi babi, aku tetap melaksanakan tugasku.", sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap hari aku berdoa kepada Allah agar mereka diampunkan. Aku bermohon supaya Allah menukarkan wajah mereka menjadi manusia yang sebenar, tetapi Allah masih belum memakbulkan lagi.", tambah pemuda itu lagi.&lt;br /&gt;Maka ketika itu juga Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa a.s. 'Wahai Musa, inilah orang yang akan berjiran dengan kamu di Syurga nanti, hasil baktinya yang sangat tinggi kepasa kedua ibubapanya. Ibubapanya yang sudah buruk dengan rupa babi pun dia berbakti juga. Oleh itu Kami naikkan maqamnya sebagai anak soleh disisi Kami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga berfirman lagi yang bermaksud : "Oleh kerana dia telah berada di maqam anak yang soleh disisi Kami, maka Kami angkat doanya. Tempat kedua ibubapanya yang Kami sediakan di dalam neraka telah Kami pindahkan ke dalam syurga."&lt;br /&gt;Itulah berkat anak yang soleh. Doa anak yang soleh dapat menebus dosa ibubapa yang akan masuk ke dalam neraka pindah ke syurga. Ini juga hendaklah dengan syarat dia berbakti kepada ibubapanya. Walaupun hingga ke peringkat rupa ayah dan ibunya seperti babi. Mudah-mudahan ibubapa kita mendapat tempat yang baik di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau bagaimana buruk sekali pun perangai kedua ibubapa kita itu bukan urusan kita, urusan kita ialah menjaga mereka dengan penuh kasih sayang sebagaimana mereka menjaga kita sewaktu kecil hingga dewasa.&lt;br /&gt;Walau banyak mana sekali pun dosa yang mereka lakukan, itu juga bukan urusan kita, urusan kita ialah meminta ampun kepada Allah S.W.T supaya kedua ibubapa kita diampuni Allah S.W.T.&lt;br /&gt;Doa anak yang soleh akan membantu kedua ibubapanya mendapat tempat yang baik di akhirat, inilah yang dinanti-nantikan oleh para ibubapa di alam kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erti sayang seorang anak kepada ibu dan bapanya bukan melalui hantaran wang ringgit, tetapi sayang seorang anak pada kedua ibubapanya ialah dengan doanya supaya kedua ibubapanya mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-2334352131251172625?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/2334352131251172625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=2334352131251172625' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/2334352131251172625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/2334352131251172625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2008/08/kisah-pemuda-beribu-bapakan-babi.html' title='KISAH PEMUDA BERIBU-BAPAKAN BABI'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-6980411082838818028</id><published>2008-08-21T12:25:00.000+08:00</published><updated>2008-08-21T12:26:09.563+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>ANJING-ANJING NERAKA</title><content type='html'>Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Jagalah lisanmu supaya tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin. &lt;br /&gt;· Bacalah Al-Qur'an &lt;br /&gt;· tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain. &lt;br /&gt;· Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain. &lt;br /&gt;· Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka. &lt;br /&gt;· Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat. &lt;br /&gt;· Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada perangaimu yang tidak baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain. &lt;br /&gt;· Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain. &lt;br /&gt;· Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nescaya di akhirat nanti, kamu akan dirobek-robek oleh anjing neraka. Firman Allah S.W.T. yang bermaksud, "Demi (bintang-bintang) yang berpindah dari satu buruj kepada buruj yang lain."&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah S.A.W., "Dia adalah anjing-anjing di dalam neraka yang akan merobek-robek daging orang (menyakiti hati) dengan lisannya, dan anjing itupun merobek serta menggigit tulangnya."&lt;br /&gt;Kata Mu'adz, " Ya Rasulullah, siapakah yang dapat bertahan terhadap keadaan seperti itu, dan siapa yang dapat terselamat daripadanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah S.A.W., "Sesungguhnya hal itu mudah lagi ringan bagi orang yang telah dimudahkan serta diringankan oleh Allah S.W.T."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-6980411082838818028?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/6980411082838818028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=6980411082838818028' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/6980411082838818028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/6980411082838818028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2008/08/anjing-anjing-neraka.html' title='ANJING-ANJING NERAKA'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-4782383017323235147</id><published>2008-08-20T19:12:00.001+08:00</published><updated>2008-08-23T09:40:56.491+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritanya'/><title type='text'>Gerhana Bulan pada ‘Nisfu Shaaban’- 17 Ogos 2008</title><content type='html'>Pada malam 15 syaaban, aku baru sahaja balik dari Liga Bola Sepak Jabatan Agama Islam Johor. Alhamdulillah menang dengan jaringan 5-1, Pasukan ku M3 ([b]Majlis [/b] Agama Islam Johor, Jabatan [b]Mufti [/b]dan Jabatan [b] Mahkamah [/b]) Syariah melawan Pejabat Agama Daerah Segamat. Malam itu juga aku mendapat khabaran bahawa akan berlaku gerhana bulan pada malam itu, memang rezeki nisfu syaaban untuk mereka-mereka yang dapat bermunajat pada malam tersebut. Alhamdulillah tepat Jam 2.45 pagi, Aku bersama zaujah dapat bangun untuk melihat keajaiban Allah itu. selepas menunaikan solat sunat, kami pun keluar untuk melihat pergerakan bulan dipagi hari itu, dengan bersumburkan laman web http://falak-online.net/myportal/ inilah aku dapat tahu bahawa gerhana akan penuh akan berlaku dalam jam 3.30 pg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kajian Falaq Oleh Jabatan Agama Johor ,&lt;br /&gt;Dijangkakan Gerhana Bulan akan berlaku pada :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•Tarikh : 17 Ogos 2008 M / 15 Syaaban 1429 H&lt;br /&gt;•Masa : Bermula 3 : 40 pagi – 6 : 40 pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, dalam pukul 4pg, kelihatan cahaya bulan sedikit demi sedikit terlindung dengan bumi. Dengan mneggunakan teleskop yang tak seberapa canggih, dapat juga kulihat permukaan bulan itu ditutup sungguh indah bulan jika dilihat dari jarak dekat. tapi selalu jugalah aku kene adjust teleskop sebab pergerakan bulan begitu laju. dengan kira2 jangkaan bulan akan ditutup bumi akan berlaku pada pukul 4.45pg. beransur kedalam rumah untuk berehat sebentar.. tepat jam 4.45 ku lihat bulan telah menjadi separa sepetri anak bulan, kalau kita tak ada ilmu tentang falak memang kita ingat bahawa itu adalah anak bulan, kalau kita tidak tahu bahawa kalender hijrah tengah bulan, memang kita tidak sangka bahawa itu adalah gerhana bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 15 Syaaban atau lebih dikenali sebagai Nisfu Syaaban ada peristiwa yang berlaku di dalamnya, di mana buku amalan kita akan diangkat untuk dipersembahkan kepada Allah SWT dan digantikan dengan buku amalan yang baru. Oleh itu, kita digalakkan membaca Surah Yasin sebanyak - banyaknya dan paling kurang 3 kali pada malam itu dengan harapan segala amalan kita yang telah lalu diterima begitu juga segala amalan yang akan dicatatkan dalam buku amalan yang baru juga akan diterima oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;Mudah – mudahan kita akan dihindarkan dari golongan yang sentiasa dalam kerugian, kerana di antara tanda – tanda Hari Kiamat ialah kejadian Gerhana Matahari &amp;amp; Bulan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-4782383017323235147?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/4782383017323235147/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=4782383017323235147' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/4782383017323235147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/4782383017323235147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2008/08/gerhana-bulan-pada-nisfu-shaaban-17.html' title='Gerhana Bulan pada ‘Nisfu Shaaban’- 17 Ogos 2008'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-674361876415317633</id><published>2008-08-20T14:08:00.001+08:00</published><updated>2008-08-20T14:10:50.815+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>KISAH LIMA PERKARA ANEH</title><content type='html'>Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqh yang masyur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahawa antara Nabi-nabi yang bukan Rasul ada menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.&lt;br /&gt;Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi, "Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat. Engkau dikehendaki berbuat, pertama; apa yang negkau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua; engkau sembunyikan, ketiga; engkau terimalah, keempat; jangan engkau putuskan harapan, yang kelima; larilah engkau daripadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi itu kebingungan sambil berkata, "Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan."&lt;br /&gt;Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti. Maka Nabi itu pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur 'Alhamdulillah'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabi itu meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan, lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu terkeluar semula. Nabi itu pun menanamkannya semula sehingga tiga kali berturut-turut.&lt;br /&gt;Maka berkatalah Nabi itu, "Aku telah melaksanakan perintahmu." Lalu dia pun meneruskan perjalanannya tanpa disedari oleh Nabi itu yang mangkuk emas itu terkeluar semula dari tempat ia ditanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia ternampak seekor burung helang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, "Wahai Nabi Allah, tolonglah aku."&lt;br /&gt;Mendengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihatkan keadaan itu, lantas burung helang itu pun datang menghampiri Nabi itu sambil berkata, "Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi itu teringatkan pesanan arahan dalam mimpinya yang keempat, iaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pehanya dan diberikan kepada helang itu. Setelah mendapat daging itu, helang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya.&lt;br /&gt;Selepas kejadian itu, Nabi meneruskan perjalannya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ kerana tidak tahan menghidu bau yang menyakitkan hidungnya. Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya. Pada malam itu, Nabi pun berdoa. Dalam doanya dia berkata, "Ya Allah, aku telah pun melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku erti semuanya ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Allah S.W.T. bahawa, "Yang pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya nampak besar seperti bukittetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu.&lt;br /&gt;Kedua; semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan nampak jua. Ketiga; jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya. Keempat; jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri berhajat. Kelima; bau yang busuk itu ialah ghibah (menceritakan hal seseorang). Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku, kelima-lima kisah ini hendaklah kita semaikan dalam diri kita, sebab kelima-lima perkara ini sentiasa sahaja berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkara yang tidak dapat kita elakkan setiap hari ialah mengata hal orang, memang menjadi tabiat seseorang itu suka mengata hal orang lain. Haruslah kita ingat bahawa kata-mengata hal seseorang itu akan menghilangkan pahala kita, sebab ada sebuah hadis mengatakan di akhirat nanti ada seorang hamba Allah akan terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, "Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berkata Allah S.W.T., "Ini adalah pahala orang yang mengata-ngata tentang dirimu." Dengan ini haruslah kita sedar bahawa walaupun apa yang kita kata itu memang benar, tetapi kata-mengata itu akan merugikan diri kita sendiri. Oleh kerana itu, hendaklah kita jangan mengata hal orang walaupun ia benar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-674361876415317633?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/674361876415317633/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=674361876415317633' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/674361876415317633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/674361876415317633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2008/08/kisah-lima-perkara-aneh.html' title='KISAH LIMA PERKARA ANEH'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-4696753453141463372</id><published>2008-08-14T09:41:00.000+08:00</published><updated>2008-08-14T09:42:33.492+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>AL-QUR'AN SEBAGAI PEMBELA DI HARI AKHIRAT</title><content type='html'>Abu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur'an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur'an."&lt;br /&gt;Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya."&lt;br /&gt;Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?" Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berkata Al-Qur'an : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."&lt;br /&gt;Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur'an itu : "Adakah kamu Al-Qur'an?" Lalu Al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.&lt;br /&gt;Pada kedua ayanh dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Qur'an."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-4696753453141463372?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/4696753453141463372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=4696753453141463372' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/4696753453141463372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/4696753453141463372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2008/08/al-quran-sebagai-pembela-di-hari.html' title='AL-QUR&apos;AN SEBAGAI PEMBELA DI HARI AKHIRAT'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-952501871964880929</id><published>2008-08-14T09:06:00.001+08:00</published><updated>2008-08-23T10:03:26.864+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='borak-borak'/><title type='text'>Siasatan Fakir Miskin</title><content type='html'>Setiap Minggu akan ada hari penyiasatan status fakir miskin di setiap daerah dalam jajahan negeri johor. selama dua hari diperuntukan kepada pegawai2 penyiasatan untuk menyelesaikan tugas siasatan yang telah diberikan. sebanyak 10 pasukan bergerak dalam satu masa mencari fakir miskin yang telah mengisi borang di Majlis Agama Islam Negeri Johor. pada 11, 12 ogos lepas.. kami telah berkampung di daerah pontian. alhamdulillah, sepanjang penyiasatan warga fakir dan miskin setelah disiasat tidaklah ramai yang betul2 memegang status fakir, hanya miskin yang ramai tetapi tidak lah miskin tegar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melihat keadaan ini, sukanya saya mengingatkan diri saya dan sahabat2, bahawa syukurilah hidup kita dengan apa yang ada... bagaimana untuk kita merasa nikmat syukur itu?.. bandingkan diri kita dengan orang di sekeliling kita, jangan dibandingkan dengan orang yang lebih kaya dengan kita, tapi bandingkan orang yang tidak mampu dari kita. mereka tidak punya wang untuk membiayai hidup mereka setiap hari, apa yang ada itu yang mereka rasa. sekadarnya mengkais2 mencari sesuap rezeki. tapi kita.. apa yang ada... itulah yang jarang disyukuri sebaliknya mencari yang yang belum di capai... maka dengan demikian nikmat syukur akan sentiasa kita rasa walhal kita cuma seorang ofis boy....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-952501871964880929?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/952501871964880929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=952501871964880929' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/952501871964880929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/952501871964880929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2008/08/siasatan-fakir-miskin.html' title='Siasatan Fakir Miskin'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-4193445099424382243</id><published>2008-08-10T12:28:00.005+08:00</published><updated>2008-08-23T10:04:04.912+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='borak-borak'/><title type='text'>Tahun 0ng?</title><content type='html'>Hari ini berlansungnya walimatul urus bagi kawan papaku. majlis akad nikah telah berlangsung pada hari jumaat lalu bersamaan 8.8.8 ... hem ada apa pada nombor?... hantaran? RM8,888.88 kenapa eh orang suka pada nombor2... ini selalunya yang percaya nombor2 ong ni... org cina.. yang beragama selain islam. adakah kerana kita dalam masyarakat majmuk ini sudah bercampur budaya percaya juga akan perkara ini?... tahun ini ramai org sudah melaksanakan perkahwinan... ramai juga kawan2 ku mendirikan masjidnya... semoga akan mendapat kebahgiaan di dnia dan akhirat... majlis memang grand2.. semoga kekal hingga ke syurga IsnyaAllah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat pengantin baru kepada semua... yang baru mendirikan rumahtangga la...&lt;br /&gt;selamat juga kepada kawan2 yang sudah berumahtangga apda tahun ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan &amp;amp; Nazneen = bulan mac (wan sekelasku dan nazneen sekelas isteriku)&lt;br /&gt;Ida &amp;amp; suaminya = bulan mei (ida rakan kelasku)&lt;br /&gt;razi dan sumayyah = bulan jun (kedua2nya rakan sekolejku)&lt;br /&gt;suhail dan hasanah = bulan julai (hasanah sepupuku)&lt;br /&gt;hafiz dan aisyah = bulan ogos (hafiz kelasku &amp;amp; aisyah kelas isteriku)&lt;br /&gt;kak aisyah &amp;amp; suami = satu syaahku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-4193445099424382243?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/4193445099424382243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=4193445099424382243' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/4193445099424382243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/4193445099424382243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2008/08/tahun-0ng.html' title='Tahun 0ng?'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-2895185310078652023</id><published>2008-08-09T13:21:00.004+08:00</published><updated>2008-08-23T10:04:43.769+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='borak-borak'/><title type='text'>Merdeka</title><content type='html'>9 ogos 1965... tarikh ape ni.. da berapa tahun da ni.... igtkah kita? igtkah ibubapa kita? igtkah atuk nenek kita?... menyeksakan bagi kita, mengingtkan kita pada sesuatu yang kehilangan... tapi ia membawa erti kemerdekaan bagi sesebuah negara... inikah harga kemerdekaan yang talah kita bayar?.. sesuatu kehilangan dan penyesalan yang telah kita korban kan.. demi negara yang tercinta,.. marilah sama2 kita renungkan kembali erti kemerdekaan yang ingin kita rasai.. dan ianya akan dicapai jika semua berganding bahu melaksanakan nya... semua pihak termasuk kita.. semoga kemerdekaan yang kita cari akan dapat dinikmati jua... kemerdekaan selama-lamanya diakhirat kelak.. jika kita tergolong dalam golongan yang betuah ini.. insyaAllah...&lt;br /&gt;selamat menyambut kemerdekaan ke 43 bagi negara Singapura...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-2895185310078652023?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/2895185310078652023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=2895185310078652023' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/2895185310078652023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/2895185310078652023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2008/08/merdeka.html' title='Merdeka'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643536831014680714.post-1133263011162205188</id><published>2008-08-09T08:55:00.004+08:00</published><updated>2008-08-08T19:27:39.305+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='borak-borak'/><title type='text'>Sila bertandang</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/SJwT00TgX6I/AAAAAAAAAAM/YpflassSMmo/s1600-h/darlie.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232078665212256162" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="183" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/SJwT00TgX6I/AAAAAAAAAAM/YpflassSMmo/s320/darlie.JPG" width="235" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Salam rindu keatas nabi junjungan yang tercinta. selamat datang kepada kehadiran blog yang baru bertatih diatas landasan media elektronik ni... syaban menjelma menanti ketibaan ramadhan. Maka bertatih jugalah sebahagian umat Islam di dunia berpuasa sunat sempana ketibaan penghulu segala bulan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Amat malang bagi mereka-mereka yang tidak dapat meluangkan sedikit tenaga, sedikit masa untuk berpuasa dan bangun malam pada bulan-bulan yang mempunyai kelebihan ini. Rejab ... gear 1, Syaban... gear 2 sementara Ramadhan gear yang paling tinggi bagi kita untuk mencari sebanyak2 amalan untuk dihitung diakhirat kelak. Rejab sudah berlalu, Syaban dipertengahan, Ramadhan akan bertemu... semoga kita sudah bersedia....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643536831014680714-1133263011162205188?l=rambutanhijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/feeds/1133263011162205188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643536831014680714&amp;postID=1133263011162205188' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/1133263011162205188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643536831014680714/posts/default/1133263011162205188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rambutanhijau.blogspot.com/2008/08/sila-bertandang.html' title='Sila bertandang'/><author><name>Abud</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03293140691685258454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uRlwtGB8DA4/SJwT00TgX6I/AAAAAAAAAAM/YpflassSMmo/s72-c/darlie.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
